
Keterlambatan acara pernikahan yang akan digelar dua jam lalu menjadi kecemasan tersendiri oleh keluarga istana kerajaan raja Jonas. Apa lagi putri Titania yang sejak tadi berulang kali menarik berat dan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia begitu takut jika calon suaminya itu mengalami kendala di perjalanan menuju ke istananya.
Padahal saat ini para pengawal istananya sudah menjemput rombongan mempelai pengantinnya di wilayah perbatasan kekuasaan raja Jonas. Tidak lama seorang pengawal mengendarai kudanya dengan cukup cepat hingga penjaga pintu istana itu membuka dengan terburu-buru. Kuda hitam gagah itu sudah berhenti di depan halaman istana sambil meringkik saat tali kekangnya ditarik ke belakang.
Pengawal itu melompat dari kudanya untuk menyampaikan kekacauan yang terjadi pada calon besannya raja Jonas. Cerita yang disampaikan oleh pengawal istana itu mampu membuat semua anggota kerajaan tersentak. Mereka tidak menyangka ratu Eva dan pangeran Neva melakukan konspirasi terselubung untuk melenyapkan raja Minerva dan pangeran Siddharta demi mengusai istana.
"Apa...? Dasar keparat. Beruntunglah aku tidak terima pangeran Neva menjadi menantuku dan aku lebih mendengarkan perkataan putriku," ucap raja Jonas murka.
"Yang mulia. Mungkin sebentar lagi mereka akan tiba. Mohon dipersiapkan semuanya sesuai rencana untuk menyambut calon mempelai pria," ucap pengawal Hores.
"Baik. Ketatkan keamanan istana. Jangan biarkan orang lain menganggu acara pernikahan putriku," pukas raja Jonas.
"Siap yang mulia," ucap pengawal Hores.
Putri Titania yang mendengar kekisruhan yang terjadi di antara calon suaminya dan pangeran Neva terkejut setengah mati. Ia tidak bisa membayangkan jika calon suaminya itu terbunuh di hari sakral mereka untuk mengikat sebuah janji pernikahan.
Walaupun dalam keadaan syok, bibirnya tak lepas tersenyum dengan kembali mematut diri di depan kaca untuk melihat pantulan seorang putri cantik dari keturunan dewa yang akan menyihir mata semua orang di istana ini sesaat lagi akan berlangsung pernikahan dirinya dan pangeran Siddharta.
Satu jam kemudian rombongan pengantin memasuki istana dengan pengawalan ketat para pengawal istana kerajaan Minerva yang tersisa. Pangeran Siddharta yang sedari awal mengenakan pakaian kebesarannya harus berganti kendaraan miliknya yang awalnya kereta kencana kini nampak gagah duduk di atas kuda putih miliknya.
Para putri kalangan bangsawan menatap kagum visual mematahkan hati mereka yang bisa memilikinya. Ia memang pantas disandingkan dengan sosok bidadari sekelas putri Titania yang tidak terbantahkan kecantikannya yang menurun dari sang ibu tapi kalah cantik dari putri Manolia.
"Wahhh....! Dia sangat tampan." Pujian itu mengiringi langkah kaki jenjang seorang pangeran yang di sambut oleh raja Jonas dengan pelukan eratnya.
"Selamat datang calon menantuku ," ucap raja Jonas terasa haru.
__ADS_1
"Terimakasih Ayah," ucap pangeran Siddharta.
Pangeran Siddharta duduk di salah satu kursi kebesarannya sebagai calon menantu raja Jonas.
Raja Jonas menyambut kedatangan besannya bersama dengan seorang wanita cantik yang hampir mirip dengan istrinya putri Manolia.
Ada rasa iri di hati raja Jonas karena calon besannya bisa bertahan dengan satu wanita yang sangat dijaga oleh pangeran Minerva.
"Andai saja dulu aku lebih sabar menjalani pernikahanku dengan putri Manolia, mungkin aku sudah sangat bahagia saat ini seperti raja Minerva ," batin raja Jonas yang sempat melamunkan istrinya.
Raja Minerva yang mengerti akan kegelisahan raja Jonas menggoda sahabatnya itu.
"Panggillah dia kembali untuk turun ke bumi! Apakah kamu hanya bisa merindukannya dan menyerah seperti itu? Apakah cintamu hanya sebatas kata tanpa mau berjuang?" goda raja Minerva membuat hati raja Jonas mengkerut.
"Aku yakin dia melihat kita saat ini," ucap raja Jonas menghibur dirinya sendiri.
"Lakukan tugasmu! Apakah kamu mengerti?"
"Mengerti tuan putri."
Peri itu menghilang sesat karena harus mengembangkan tugasnya atas perintah putri Angelica yang sekarang memiliki status baru menjadi ratu Angelica untuk mendampingi raja Minerva.
Pernikahan siap di laksanakan beberapa orang pelayan istana memberitahukan kedatangan pangeran Siddharta pada putri Titania yang hanya bisa tersenyum bahagia saat ini.
Leher jenjangnya tampak terekspos nyata karena gaun yang membungkus tubuhnya memiliki leher rendah. Bekum lagi Tiara indah yang dikenakannya terbuat dari batu permata asli yang memancarkan kilauan indah membuat sosok ini sudah menjelma seorang bidadari khayangan.
__ADS_1
"Upacara pernikahan antara pangeran Siddharta dan putri Titania akan segera dilaksanakan. Kepada para tamu kerajaan di harap menyambut kedatangan tuan putri Titania yang akan memasuki ruangan utama istana untuk mengucap ikrar janji pernikahan," ucap pembawa acara.
Langkah kaki putri Titania perlahan menuju singgasananya di sambut para rakyatnya yang sedari tadi ingin melihat calon ratu mereka. Sesaat kemudian mata mereka terpana dengan bibir terbuka melihat pesona seorang putri Titania yang sangat cantik melebihi wanita bumi.
Para kaum Adam seakan ingin pingsan di tempatnya dengan liur mereka yang hampir menetes karena baru kali ini mereka diberi kesempatan untuk menikmati visual bidadari yang tak tersentuh itu.
Senyum terurai dari bibir pangeran Siddharta saat melihat wajah cantik yang dirindukannya selama tiga hari ini karena putri Titania. menolaknya untuk bertemu karena sedang menjalani masa pingitan. Degup jantungnya seakan berhenti melihat kecantikan calon istrinya itu. Ia sangat kagum pada sosok wanitanya yang mempertahankan kesuciannya hingga tubuh itu sebentar lagi halal untuk ia sentuh.
"Pernikahan siap di laksanakan. Masing-masing diantara kedua calon mempelai pengantin mengucapkan janji pernikahan mereka," ucap pembawa acara.
Pangeran Siddharta dan putri Titania saling berdiri berhadapan dengan saling menggenggam tangan mereka. Pangeran Siddharta sudah tidak tahan lagi untuk mengecup bibir putri Titania yang sedang menggodanya dengan mengerlingkan matanya.
"Kepada pangeran Siddharta, silahkan mengucapkan janji pernikahanmu untuk putri Titania!" titah seorang pendeta yang akan menikahkan mereka saat ini.
"Saya yang bernama pangeran Siddharta Minerva....-"
"Tunggu..!" Cegah ratu Angelica saat melihat sinar kecil dari atas langit melesak masuk ke istana itu.
"Ada apa ibu?" tanya pangeran Siddharta agak sedikit kesal.
"Apakah kamu tidak ingin melihat seperti apa calon ibu mertuamu?" Tanya putri Angelica membuat mata putri Titania dan ayahnya melebar dengan mulut setengah terbuka.
"Apa....?" Pekik raja Jonas seperti seorang anak kecil yang mendapatkan hadiah besar dari orangtuanya.
"Apakah bundaku di sini?" tanya putri Titania yang sangat penasaran ingin melihat wajah cantik ibunya yang sangat ia rindukan.
__ADS_1
Kilauan cahaya yang menerpa wajah mereka saat putri Titania datang dalam wujud aslinya sebagai seorang putri dewa. Kecantikan yang terpancar saat ini mampu merobohkan pertahanan kerinduan dua insan yang selama ini merindukannya.
"Apa kabar suamiku!" kata pertama itu yang diucapkan putri Manolia pada suaminya yang menatapnya tanpa berkedip.