Istriku Seorang Putri Dewa

Istriku Seorang Putri Dewa
33. Hanya Mimpi


__ADS_3

Hampir satu bulan, kucing kesayangannya Maxi yang bernama Paris, makin lengket dengan majikannya dan ia sekarang sudah mengenal orang-orang yang melayani majikannya itu. Baik yang ada perusahaan maupun yang ada di mansion miliknya.


Setiap menjelang makan malam, Maxi selalu memberikan potongan daging miliknya pada Paris. Maxi sangat heran dengan cara makan Paris yang tidak begitu suka makan makanan khusus kucing. Ia lebih senang makan makanan yang biasa di makan oleh manusia. Dan ia ingin diperlakukan sama seperti Maxi. Sontak saja kucing itu makan di atas meja di piring yang sama dengan milik Maxi dan juga lauk yang sama seperti Maxi hanya saja yang kering bukan yang berkuah.


"Paris. Kau itu seperti manusia. Andai saja kamu berubah menjadi seorang gadis, aku akan menikahimu," ucap Maxi membuat Paris menghentikan makannya dan menatap wajah tampan Maxi.


Ucapan Maxi barusan adalah ucapan ketulusan yang mampu dirasakan oleh Paris karena dia adalah kucing jelmaan. Dan sesungguhnya dua adalah manusia. Tepatnya seorang gadis cantik yang datang dari masalalu karena kutukan dewa.


Paris mengeong sesaat seakan ia sedang menjawab." Aku bersedia menikah denganmu Maxi jika aku berubah menjadi seorang manusia lagi. Aku harap kutukan ini akan segera berakhir dengan begitu aku bisa mendampingimu, Maxi," ucap Paris dalam diamnya.


Paris kembali melanjutkan makannya. Maxi menatapnya sambil tersenyum." Apakah kamu mengerti ucapanku, Paris. Aku bahkan tidak ingin jatuh cinta pada siapapun semenjak ada kamu," ucap Maxi membuat kepala pelayannya tersenyum menahan geli atas ucapan ekstrim Maxi pada Paris.


"Apakah tuan Maxi sudah gila? masa kucing diajak ngobrol. Tapi, hadirnya seekor kucing itu membawa banyak perubahan pada tuan Maxi. Biarlah seperti ini. Semoga ada gadis yang mau mendampingi tuan Maxi dan menerima Paris juga sebagai kesayangannya tuan Maxi.


Keduanya menghabiskan makan malam mereka. Maxi menggendong Paris dan membawa masuk ke dalam kamarnya. Setiap malam Maxi selalu tidur bersama Paris di sampingnya.


Setelah mengganti baju dengan baju tidurnya, Maxi membuka laptopnya sebentar dan menyelesaikan pekerjaannya. Karena agak kelelahan, Maxi akhirnya ketiduran. Paris begitu bingung melihat laptop miliknya Maxi mau hampir jatuh dari pangkuan Maxi.


Ia berusaha mengigit laptop itu agar jatuh di atas kasur. Paris kembali berbaring dan Maxi baru sadar dari lelapnya dan melihat laptopnya sudah ada di samping pinggangnya.


"Kenapa laptopnya bisa jatuh ke sini?" desisnya lalu memindahkan laptopnya di atas nakas. Karena masih mengantuk Maxi melanjutkan tidurnya sambil memeluk Paris yang masuk dalam pelukannya.


Tidak berapa lama, Maxi mengembara dalam mimpinya. Seorang gadis yang sangat cantik mengecup bibirnya dan membuat Maxi tersentak. Maxi membuka matanya dan melihat wajah cantik itu sangat membuatnya terpesona.


"Siapa kau...?" tanya Maxi sambil melihat sekitarnya dan itu ada di dalam kamarnya dan ia juga berada di atas kasurnya.


"Aku adalah Paris, Maxi," ucap Paris sambil tersenyum pada Maxi.


"Paris...? tidak! Paris ku hanya seekor kucing manis dan dia adalah binatang piaraanku," tegas Maxi.

__ADS_1


"Maxi. Aku adalah seorang gadis yang terjebak dalam tubuh kucing itu. Aku hanya kena kutukan dari kakekku. Aku butuh pertolonganmu," ucap Paris.


"Tidak mungkin. Kamu hanya mengada-ada bahwa kamu adalah kucingku. Keluar...keluar dari kamarku!" bentak Maxi.


"Maxi. Bukankah kamu tadi mengatakan jika adalah seorang gadis, kamu akan menikahi aku, bukan? apakah kamu tidak ingin menjadikan keinginanmu itu menjadi suatu yang nyata?" tanya Paris.


Glekkkk.....


"Bagaimana gadis ini tahu kalau aku mengatakan kepada Paris kalau aku akan menikahinya jika ia seorang manusia, tepatnya menjadi seorang gadis cantik," batin Maxi.


"Benarkah kamu adalah Paris?" tanya Maxi ragu-ragu.


"Iya Maxi. Aku butuh pertolonganmu..!" pinta Paris sambil menatap wajah tampan Maxi.


"Apa yang harus aku lakukan padamu Paris untuk membebaskan kamu dari kutukan itu?" tanya Maxi?"


Drettttttt.....


Bunyi ponsel Maxi membuyarkan mimpi Maxi yang masih ingin mendengarkan ucapan Paris hingga membuatnya terbangun.


"Sial....! siapa yang menganggu tidurku?" umpat Maxi sambil mengambil ponselnya.


"Ada apa Neil? awas saja kalau nggak penting! ku bunuh kau!" ancam Maxi.


"Tuan. Gudang penyimpanan produk kita kebakaran tuan!" ucap Neil panik.


"Apa...?" sentak Max langsung bangun dan menyambar mantelnya. Ia tidak sempat lagi menggantikan bajunya karena masih ada pakaian formal di mobilnya.


Tanpa ingin membangunkan para pelayannya, Maxi segera menuju garasi mobilnya. Paris yang tidak mau ditinggal, ikut dengan Maxi yang membiarkan kucing kesayangannya itu berbuat sesukanya.

__ADS_1


Mobil mewah itu melesat dalam kegelapan malam. Hati Maxi dalam keadaan kalut malam ini. Ia melirik Paris yang duduk diam terpaku menatap wajah Maxi yang terlihat sangat cemas. Telepon. kembali berdering. Maxi segera menyambungkannya.


"Apakah mobil damkar sudah tiba di lokasi?" tanya maxi.


"Mobil damkar baru saja tiba. Tapi sudah melahap sebagian gudang," ucap Neil.


"Biarkan saja. Tidak apa pa. Kita punya asuransi untuk bisa di klaim nantinya asal tidak ada unsur kesengajaan


Yang penting tidak ada korban jiwa dalam insiden itu," ucap Maxi menenangkan Asistennya Neil.


"Tidak ada tuan. Mereka sudah keluar sebelum api mulai melalap bagian gudang," ucap Neil.


"Syukurlah. Aku sedikit lagi tiba di lokasi,". ucap Maxi.


"Baik. Saya tunggu kedatangan tuan karena polisi dan wartawan sudah berada di lokasi kejadian," ujar Neil.


Setibanya di lokasi gudang penyimpanan produk, Maxi turun dari mobilnya dan wartawan siap mengarahkan kamera ke arah Maxi untuk mewawancarai Maxi namun pria bertampang datar itu tidak mempedulikan lontaran pertanyaan wartawan padanya. Ia hanya memperhatikan damkar yang sibuk memadamkan kobaran api yang masih menjilat setiap sudut yang menjadi santapan si jago merah itu.


Paris menjalankan perannya yang sudah berubah wujudnya saat malam hari. Ia mengeluarkan kekuatannya untuk memadamkan api melalui tatapan matanya membuka si jago merah itu lambat laun mulai mereda bahkan menghilang.


Paris masuk ke dalam gudang melihat produk yang terbakar itu dengan mengembalikan produk itu dalam keadaan semula seakan kebakaran itu hanya terjadi pada plafon dan atap pabrik.


Lokasi kejadian kebakaran itu langsung di beri tanda polisi line yang berwarna kuning untuk mengamankan tempat itu agar tidak di masuki oleh orang-orang yang tidak berkepentingan.


Para petugas damkar begitu heran melihat api yang tadi membesar dengan asap tebal dalam seketika padam sementara mereka hanya memiliki dua selang air yang tidak bisa menjangkau gedung tersebut.


"Aneh ..? kenapa apinya mendadak padam, padahal angin malam ini sangat kencang," ucap salah satu petugas damkar.


"Biasanya dua jam kita semprot air dengan kobaran api itu, tapi ini hanya 20 menit api sudah padam," ucap yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2