Istriku Seorang Putri Dewa

Istriku Seorang Putri Dewa
18. Dia Milikku


__ADS_3

Pangeran Siddharta merasa sangat marah saat mengetahui putri Titania sudah dijodohkan dengan kakaknya pangeran Neva.


"Pernikahan mereka akan digelar sebulan lagi, prince." Ucap pengawal Levi.


"Sebelum dia memilikinya, aku akan membawa pergi kekasihku menjauh darinya. Hanya dia milikku." Ucap pangeran Siddharta.


"Tapi prince, anda akan membuat kekacauan kedua kerajaan jika putri Titania akan dibawa lari oleh anda."


"Apa peduliku?"


"Tentu saja tuan harus peduli karena raja Jonas akan meninggal jika peperangan kedua kerajaan itu terjadi. Dan putri Titania akan sangat membenci anda yang terlampau egois.


"Baiklah." Jawab prince Sidharta singkat.


Ia berencana menemui ibunya untuk mengadukan kesedihannya besok pagi. Keesokan paginya, prince sengaja ingin sarapan pagi dengan ibunya. Dua orang pelayan memberi tahukan kedatangan prince Sidharta pada putri Angel.


"Maaf tuan putri. Putra anda ingin bertemu dengan anda. Apakah tuan muda boleh masuk?"


"Suruh dia masuk!"


Tidak lama kemudian, putri sudah siap menyambut kedatangan putranya yang langsung memeluknya dengan penuh kerinduan." Apa kabar mamiku yang cantik !" Sapa prince seperti seorang pria pada kekasihnya.


"Sepertinya putraku sedang merayuku. Apakah ada masalah sayang?"


"Apakah mami mau membantuku?"


"Tergantung."


"Aku mau mami bantu aku dengan sungguh-sungguh karena ini menyangkut masa depanku."


"Katakan saja kalau itu memang membuatmu bahagia."


"Aku mencintai seorang gadis, mommy."


"Mami senang mendengarnya. Tapi, kita ngobrolnya sambil makan ya sayang."


"Baik mami."

__ADS_1


"Apakah gadis itu cantik?" Tanya putri Angelica pura-pura tidak tahu.


"Kecantikannya sama persis seperti mami."


"Apakah kamu mencintainya, sayang?"


"Lebih dari nyawaku sendiri mami."


"Kalau begitu di mana masalahnya?"


"Karena aku takut jika gadis itu akan diambil oleh saudaraku karena dia anak tertua di kerajaan ini. Jika saudaraku tidak bisa menikahinya, maka dua kerajaan ini akan berperang dan aku tidak mau ada pertumpahan darah dalam hubungan kami."


"Apakah dia putri dari raja Jonas?"


"Benar mami."


"Asal kamu tahu saja nak. Kamu dan putri Titania sudah dijodohkan dewa karena kalian memiliki darah murni dan dia tidak bisa menikahi pria lain karena rahimnya hanya bisa melahirkan anak-anak dari benihmu sementara benih pangeran Neva tidak bisa membuahi rahim putri Titania."


"Sekarang yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara kami bisa menikah tanpa dihalangi oleh ayah dan saudara tiri ku itu?" Tanya pangeran Siddharta terlihat kuatir.


"Dewa sendiri dan akan menikahkan kalian. Dan kalian harus naik ke langit.


"Itu mudah dengan datangnya pasukan para peri yang akan membawa kalian."


"Apakah mami tidak ikut?"


"Jika mami ikut, maka mami tidak akan kembali lagi sama seperti istrinya raja Jonas, yaitu calon ibu mertuamu."


"Astaga. Mau nikah saja kenapa harus ke langit ke tujuh? Bikin kesal saja." Gerutu pangeran pada akhirnya memilih pergi dari kamar ibu kandungnya.


"Jika kamu menikah di bumi, para pengawal istana tidak akan bisa membuat kamu terlelap malam ini."


"Apakah aku salah jatuh cinta pada putri Titania karena aku tidak menggubris perkataan ayahku?"


"Iya sayang. Jika kamu ingin memiliki putri Titania, kamu harus ke atas langit biar kakek kalian yang akan menikahkan kalian."


"Bagaimana cara kami bisa naik ke atas langit?"

__ADS_1


"Peri penjaga ibu yang akan mengawasi kamu sayang. Mereka yang akan mengantarkan kalian ke langit."


"Aku tidak ingin menikah di langit ibu. Aku ingin pernikahan aku di gelar di istana kerajaan kita atau istana kerajaan raja Jonas."


"Tapi bumi ini terlalu berbahaya untukmu. Setengah darah manusia mengalir di tubuhmu. Ibu tidak punya kedudukan di istana ini apa lagi suara ibu yang tidak akan pernah di dengar oleh ayahmu apa lagi oleh para bangsawan istana yang selalu menanti tumbangnya kepempimpinan ayahmu sebagai raja di negeri ini." Ucap putri Angel.


"Ibu, cinta memang membuat orang gila. Tapi cinta tidak bisa menang begitu saja jika tidak bisa diperjuangkan oleh pemiliknya. Ibu menerima nasib ibu sebagai selir raja tanpa ibu meminta hak ibu untuk diakui istana ini." Protes pangeran Siddharta yang melihat penderitaan ibunya yang sudah bertahun-tahun lamanya.


"Bukankah kamu tadi mengatakan cinta itu memang gila? itulah kegilaan ibu yang ingin selalu bersama dengan ayahmu dan juga kamu hingga ibu rela hak ibu dirampas oleh mereka.


Seperti cintamu pada putri Titania, kamu rela melakukan apa saja untuk bisa bersamanya, begitu juga dengan ibu yang tidak ingin kehilangan ayahmu." Ucap putri Angelica de6 wajah sendu.


Mendengar pengakuan ibunya, pangeran Sidharta baru memahami apa itu arti cinta sejati bagi orang yang saling memiliki satu sama lain. Tidak peduli rintangan apapun yang mereka tempuh, asalkan tetap bersama, dunia yang menyedihkan ini tetap terlihat indah oleh mereka.


"Ibu. Apakah ibu tidak ingin meninggalkan ayah yang masih mempertahankan ratu disisinya?"


"Ibu percaya kalau hati dan jiwa ayahmu hanya untuk ibu. Sampai saat ini, ayahmu hanya mendatangi ibu karena tubuh ibu yang tidak akan pernah menua karena para keturunan dewa tidak akan pernah menua. Sementara ratu, dia tidak bisa lagi melayani ayahmu karena keterbatasan usianya sebagai manusia biasa." Ucap putri Angelica dengan bangga hati.


"Apakah ibu akan tetap bertahan di istana ini hingga ayah mangkat?" Tanya pangeran Siddharta penuh selidik.


Duarrr...


Putri Angelica tidak menyangka bahwa putranya akan mengajukan pertanyaan itu padanya yang dua sendiri tidak pernah memikirkan hal yang akan membuat dirinya kehilangan pria yang sangat ia cintai itu.


"Aku akan meninggalkan bumi ini dan kembali ke langit karena tugasku menjadi istrinya telah berakhir." Ucap putri Angelica yang merasa waktu perpisahan dengan suaminya sudah dekat. Ia harus mempersiapkan mentalnya untuk menerima kehilangan yang menyakitkan itu.


"Ibu. Apakah aku bisa pergi ke langit untuk menemui ibu jika aku sangat merindukanmu, ibu?"


"Tentu saja sayang. Tidak ada yang mencegahmu untuk menemui ibu. Jika bumi ini bukan tempat kamu dan putri Titania bisa bertahan, maka langit adalah jalan untuk kalian kembali." Ucap putri Angelica penuh haru.


Keduanya saling berpelukan melepaskan kesedihan mereka atas perbedaan kehidupan mereka yang berbeda spesies.


Sementara itu, putri Manolia sedang meyakinkan ayahnya agar bisa kembali ke bumi untuk menemui suaminya yang sangat ia rindukan.


"Ayah. Usia suamiku tidak lebih dari satu abad. Jika suatu saat ia mangkat, maka aku akan kembali ke sisi ayah sebagai putrimu." Pinta putri Manolia setengah memelas pada ayahnya.


"Apakah kamu yakin ingin kembali ke bumi dengan janjimu itu?"

__ADS_1


"Iya ayah. Raja Jonas sudah menerima hukumannya. Sementara hatiku tak bisa memendam kerinduanku padanya lagi." Ucap putri Manolia dengan wajah sendu.


__ADS_2