Istriku Seorang Putri Dewa

Istriku Seorang Putri Dewa
24. Keceriaan putri Titania


__ADS_3

Raja Jonas menghampiri istrinya yang sudah lama ia rindukan. Hatinya diliputi rasa haru hingga tidak mampu berkata-kata. Raja Jonas menatap lekat wajah cantik istrinya sambil memeriksa setiap jengkal tubuh sang istri yang tidak mengalami perubahan sama sekali. Bahkan kecantikannya mampu membuat hati orang yang menatapnya ikut memuja penuh kekaguman pada sosok bidadari itu.


"Apakah ini istriku Manolia?" suara raja Jonas bergetar hebat saat melihat wajah cantik nan teduh Manolia menatapnya dalam dengan membawa sejuta kerinduan untuk suaminya.


Raja Jonas mengecup kening istrinya lalu membawa duduk di sampingnya sebagai ratunya untuk menyaksikan sumpah setia pernikahan putri mereka Titania.


Sumpah pernikahan itu kembali diulang oleh mempelai pengantin. Kali ini para dewa menyuarakan restu mereka dari atas sana atas keturunan mereka yang telah mempertahankan cinta mereka yang tulus saat memasuki gerbang pernikahan.


"Saya mengambil engkau sebagai istri Putri Titania Jonas yang akan mendampingi hidupku sampai aku menua nanti," ucap pangeran Siddharta.


"Saya mengambil engkau sebagai suami pangeran Siddharta Minerva yang akan mencintai ku dan membahagiakan aku sampai akhir hidupku nanti," ucap putri Titania.

__ADS_1


"Saya berjanji untuk saling memiliki dan menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Saya berjanji tidak akan membuatmu kecewa dan menangis kecuali air mata bahagia yang akan aku berikan kepadamu, istriku putri Titania," ujar pangeran Siddharta.


"pada waktususah maupun senang, kelimpahan maupun kekurangan, sehat maupun sakit. ...Untuk saling mengasihi dan menghargai sampai maut memisahkan kita," ucap putri Titania.


Usai mengucapkan janji pernikahan mereka, keduanya saling berciuman lalu memasangkan cincin pada jari manis mereka masing-masing sebagai suami istri yang sah. Taburan bunga yang di lakukan oleh keluarga saat keduanya menunjukkan jari mereka sebagai suami istri yang sah pada para tamu undangan.


Putri Titania yang sejak tadi merindukan ibunya langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan sang ibu yang sangat ia rindukan.


"Semua ini tidak terlepas dari peran ibu mertuamu putri Angelica, sayang," ucap putri Manolia sambil melirik besannya putri Angelica yang tersenyum padanya.


"Benarkah? Apakah kalian adalah saudara?" tanya putri Titania penasaran.

__ADS_1


"Kami adalah sahabat. Kami memang ditakdirkan untuk menikahi pria bumi demi meneruskan keturunan para dewa dengan manusia bumi untuk menjadi pemimpin di bumi ini" tutur putri Manolia.


"Apakah setiap pemimpin kerajaan di bumi ini adalah turunan dari dewa, bunda?" tanya putri Titania penasaran.


"Hanya pria-pria terpilih yang akan menjadi pemimpin di muka bumi ini yang berasal dari keturunan dewa," jelas ratu Manolia.


"Bagaimana denganku, bukankah aku juga keturunan Dewa? apakah aku tidak bisa menjadi pemimpin?" tanya putri Titania sedih.


"Bukankah suamimu yang akan menjadi pemimpin kelak? kenapa kamu takut, hmm?" tanya ratu Manolia.


"Iya benar juga, bunda. Kenapa aku bisa lupa kalau suamiku juga memiliki darah dari seorang dewa," wajah putri Titania kembali ceria.

__ADS_1


Semua tamu mulai bersalaman dengan putri Titania dan pangeran Siddharta. Ratu Angelica dan ratu Manolia berpelukan erat. Ratu Manolia mengucapkan rasa terimakasihnya pada ratu Angelica yang telah meminta peri untuk membawanya ke bumi walaupun ada satu orang yang akan mereka korbankan nanti yaitu keturunan mereka sendiri.


__ADS_2