Istriku Seorang Putri Dewa

Istriku Seorang Putri Dewa
43. Aneh


__ADS_3

Kedekatan Paris dan Maxi sampai saat ini masih menjadi misterius di kalangan karyawan dan pelayan Maxi. Dua hari berturut-turut mereka melihat Maxi berjalan dengan bangga memeluk pinggang Paris posesif dan hari berikutnya, pria tampan itu kembali berjalan dengan kucing kesayangannya. Kadang Maxi membiarkan Paris mengikutinya dari belakang dan selebihnya, Paris akan digendong Maxi jika sudah memasuki lobi perusahaan menuju pintu lift.


Baru saja tiba di ruang kerjanya, Maxi sudah digadang oleh Neil dengan membacakan jadwal yang akan dilakukan Maxi selama di perusahaan.


"Tuan! anda akan melakukan perjalanan ke Amerika nanti malam karena besok anda ada meeting dengan tuan Stuart pemilik perusahaan DF group.


"Baiklah. Apakah kamu ikut bersamaku? karena aku harus membawa Paris bersamaku juga," ucap Maxi.


"Baiklah tuan Maxi. Aku selalu siap menemani anda Tuan.


"Tapi, saat aku ada meeting bersama tuan Stuart, tolong jagain Paris buatku karena aku takut tuan Stuart tidak menginginkan ada binatang masuk ke perusahaannya," ucap Maxi.


"Kenapa Paris tidak ditinggalkan saja di rumah tuan bersama dengan pelayan Netto," ucap Neil membuat Maxi menatapnya horor.


"Baik tuan. Maafkan saya! saran saya memang tidak penting," ucap Neil.

__ADS_1


"Berarti kita akan berangkat nanti malam Neil?" tanya Maxi memastikan jadwalnya.


"Iya tuan Maxi." Neil meninggalkan Maxi dan Paris menuju ke ruang kerjanya.


"Aku tidak akan meninggalkan kamu kesepian di rumah sayang. Ke manapun aku pergi, kita harus selalu bersama," ucap Maxi yang tinggal di kota London Inggris itu.


Malampun tiba. Maxi dan Paris sudah berada di dalam pesawat jet pribadi milik Maxi. Pesawat segera take off meninggalkan kota London menuju New York. Seperti biasa, jika malam tiba, Paris sudah berubah menjadi seorang gadis cantik.


Seperti malam itu, Maxi yang sedang tidur dipeluk Paris dari belakang membuat Maxi tersenyum walaupun matanya saat ini sangat berat untuk membukanya.


"Ke sinilah sayang." Maxi membalikkan tubuhnya menghadap Paris lalu keduanya saling berciuman mesra.


Maxi melepaskan pagutannya dan Paris merengek ingin makan malam.


"Maxi. Aku lapar sayang," rengek Paris membuat Maxi terganggu.

__ADS_1


Maxi tidak ingin membuat Paris menangis karena lapar. Iapun menghubungi pramugari melalui interkom dan meminta beberapa menu makanan yang sesuai kesukaannya Paris.


Sepuluh menit kemudian, pramugari mengantarkan makanan untuk Maxi. Maxi yang lupa kalau Paris sudah berubah wujud saat ini mengundang tanya pramugari Helen.


"Mengapa tiba-tiba ada gadis di dalam sini? bukankah tadi tuan Maxi datang dengan membawa kucingnya? dan kemana kucing itu? dan kenapa bisa ada gadis di dalam kamar ini padahal aku tadi yang menyambut kedatangannya tuan Maxi yang menggendong kucingnya," batin Helen sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kabin dan ternyata memang tidak ada kucing namun hanya gadis cantik bahkan sangat cantik yang sedang bergelayutan di tubuh Maxi.


"Silakan tuan Maxi! makanannya sudah siap," ucap Helen.


"Terimakasih."


"Baby! Makanlah sendiri makananmu dan habiskan makanannya. Apakah aku boleh tidur sekarang?" tanya Maxi yang masih mengantuk.


"Silahkan Maxi! aku akan menyusulmu nanti," ucap Paris sambil mengunyah makanannya.


Sekitar sepuluh menit kemudian, Paris menyelesaikan makanannya dan kembali tidur di samping Maxi yang sudah terlelap.

__ADS_1


__ADS_2