
Walaupun kebaikan dan pesona seorang putri Manolia, tidak lagi membuat raja Jonas tertarik kepadanya. Raja terlihat menghindar dari putri Manolia yang dianggapnya seorang wanita aneh dan berbahaya.
"Jika darah dagingnya sendiri ia bisa membunuhnya dengan mudah, bagaimana dengan aku suaminya? ia pasti tidak akan mengampuni aku jika aku membuat kesalahan padanya." Gumam raja Jonas yang sedang menyendiri di taman istananya.
Putri Manolia terlihat sedih pada suaminya yang merasa sangat kehilangan putra mereka. Di tambah lagi raja harus merahasiakan perbuatan buruknya itu dari semua orang karena ia tidak ingin istrinya dihukum oleh pihak kerajaan dan dihujat oleh rakyatnya yang sudah mengenal ratu Manolia sebagai wanita yang berhati mulia.
"Apa yang harus aku lakukan untuk menghibur suamiku kalau dua sendiri sudah tidak menginginkan diriku?" Gumam putri Manolia sedih.
Seorang pelayan yang terlihat sudah sepuh sedang merangkai bunga segar untuk di letakkan di setiap sudut ruangan yang ada di istana. Putri Manolia menghampirinya untuk menanyakan kepribadian raja Jonas yang belum banyak ia ketahui.
Melihat kedatangan putri Manolia, pelayan Yuna menghentikan kegiatannya dan menyapa putri Manolia." Apakah ada yang bisa saya bantu yang mulia?"
"Apakah pekerjaanmu sudah selesai, Yuna?" Tanya putri Manolia.
"Sudah yang mulia."
"Apakah kita bisa bicara sebentar?"
"Tentu yang mulia."
Keduanya duduk di salah satu ruang santai untuk para keluarga bangsawan jika sedang berkumpul.
"Apakah kamu sudah lama bekerja di istana ini?"
"Saat usiaku 15 tahun, ibuku mengajak aku untuk bekerja di sini."
"Berarti kamu sudah mengenal sifat suamiku. Apa lagi aku melihat suamiku sangat sayang padamu."
__ADS_1
"Itu karena aku adalah pengasuhnya yang mulia sejak mulia baru lahir hingga memasuki usia remaja dan aku ditugaskan untuk merangkai bunga segar ini untuk menghiasi setiap ruang yang ada di istana." Ucap pelayan Yuna.
"Aku hanya ingin tahu, apakah suamiku sangat marah jika dia merasa dikecewakan?"
"Jika yang mulia merasa kecewa pada pada kami, pastinya kami di hukum sesuai dengan tingkat kesalahan yang kami buat."
"Maksudku, bagaimana kalau orang yang mengecewakan suamiku itu, kedua mertuaku?"
"Selama ini, ibu suri dan paduka raja sebelumnya tidak pernah mengecewakan yang mulia. Apakah ada masalah?"
"Kamu tahu sendiri kalau saat ini kami kehilangan bayi kami yang meninggal lalu aku sendiri yang memakamkan putraku sendiri tanpa memberitahunya dan itu sangat membuatnya marah. Sampai saat ini, suamiku tidak ingin lagi dekat denganku." Keluh putri Manolia membuat pelayan Yuna yang mendengarnya juga marah dengan sikap lancangnya putri Manolia.
Ia hanya diam dan tidak ingin berkomentar lagi. Tapi, pelayan Yuna tidak ingin mencampuri urusan raja dan ratunya karena itu bukan ranahnya. Ia bisa menyimpulkan kalau putri Manolia adalah seorang iblis berwajah malaikat dan itu membuatnya bergidik ngeri. Itu sebabnya pelayan Yuna lebih memilih diam mencari aman.
Melihat pelayan Yuna hanya diam saja membuat putri Manolia hanya bisa pasrah. Niat baiknya untuk menyelamatkan suaminya dari kemurkaan putranya di masa depan mendapat pertentangan dari sang suami yang menganggapnya ibu paling tega di dunia dan mirisnya ia tidak boleh menjelaskan apa yang akan terjadi pada suami dan putranya kepada suaminya saat ini karena itu persyaratan Dewa Yulius yang merupakan ayah kandungnya putri Manolia.
"Baiklah Yuna. Aku mau ke kamarku dulu. Aku ingin istirahat." Ucap putri Yuna dengan pikirannya yang sudah buntu.
Yuna terlihat sedikit membungkuk untuk mengijinkan putri Manolia meninggalkan dirinya.
...----------------...
Ketika malam tiba, putri Manolia menantikan kedatangan suaminya dengan penampilannya yang terlihat berkali-kali lipat cantiknya. Ia mengenakan gaun tidur yang sangat tipis untuk memperlihatkan bentuk tubuhnya yang sangat indah.
Saat memasuki ke kamarnya, putri Manolia duduk dengan pose yang sangat membangkitkan gairah sang suami. Jika saat ini raja Jonas yang menyaksikan kemolekan tubuh istrinya dengan memperlihatkan sedikit bagian intinya yang tidak mengenakkan segitiga penutup itu, membakar birahinya seketika hingga pusaka kokohnya sudah membengkak di bawah sana dan itu sangat menyiksanya.
"Apakah kamu masih marah padaku, sayang?" Tanya putri Manolia dengan suara yang mendayu-dayu.
__ADS_1
"Apakah aku boleh marah padamu atas apa yang kamu lakukan?"
Putri Manolia menarik nafasnya berat." Apakah kamu ingin tahu mengapa aku membunuh putra kita?"
"Terserah padamu! Aku tidak peduli." Raja naik ke ranjangnya setelah mencopot semua baju kebesarannya.
Tubuh kekar suaminya yang nampak gagah membuat putri Manolia juga terangsang hingga miliknya berdenyut ingin memeluk sang suami namun ia begitu takut untuk melakukannya mengingat suaminya seakan sedang membangun tirai kokoh antara ia dan suaminya.
"Sial...! Kenapa milikku seakan sedang menagih jatahnya untuk di masuki temannya itu." Umpat putri Manolia yang sudah panas dingin sendiri.
"Baiklah. Aku akan memberi tahukan mu alasannya. Tapi, apakah kamu mau kita bercinta dulu sebelum aku memberi tahukan mu?"
Raja Jonas terlihat diam. Sebenarnya hatinya juga sedari tadi menuntut. Bukan hanya hatinya tapi juga saat ini ia ingin menerkam tubuh istrinya yang sudah tiga bulan ini tidak ia sentuh. Tapi permintaan istrinya merupakan bentuk perpisahan antara mereka.
"Apa yang harus aku lakukan? jika menerima tantangannya, aku akan berpisah selamnya dengan Istriku. Walaupun saat ini aku masih sangat kecewa padanya tapi aku tidak rela kehilangan dirinya." Batin raja Jonas yang bimbang saat ini.
Ratu Manolia sudah menggerayangi tubuh suaminya. Mencari benda padat yang selalu memuaskan dirinya. Raja membiarkan istrinya memanjakan miliknya karena saat ini ia sangat merindukan sentuhan itu.
Miliknya sudah berada dalam mulut sang istri yang sudah bermain dengan caranya sendiri. Raja Jonas mendesis keenakan. Matanya terlihat berat sambil mengusap punggung istrinya.
Merasa tidak sanggup dengan permainan istrinya, raja Jonas menarik tubuh molek itu dan menarik gaun tidur itu dalam sekali sentak. Tubuh Manolia yang terlihat seperti perawan lagi mampu membakar kejantanan suaminya yang siap menancap miliknya pada tempat sempit istrinya.
Putri Manolia berbinar cerah. Ia membuka pahanya untuk menerima serangan suaminya. Raja Jonas terlihat kesulitan untuk memasuki lagi tempat kesukaannya itu. Hingga berkali-kali ia terus mencobanya. Saat sudah berhasil, tanpa memikirkan perasaan istrinya, raja Jonas mendorong dengan kuat pinggulnya hingga ia merasakan miliknya dihimpit tempat sempit membuat tubuhnya bergetar.
Ia mulai memacu tubuhnya dengan perasaan gusar seakan sedang membalas rasa sakit hatinya pada sang istri. Bukannya merasa sakit, justru Putri Manolia merasakan kenikmatan itu yang membuatnya mabuk saat ini.
Hentakan demi hentakan berlangsung seru hingga istrinya mengerang nikmat karena sudah mencapai puncak kenikmatan bersama Raja Jonas yang sudah menyemburkan lahar panasnya ke dalam rahim sang istri. Saat ia mencabut miliknya, ia menyaksikan istrinya yang kembali perawan dari darah yang menyiprat seprei putih itu. Raja Jonas mengerutkan dahinya, menemukan keanehan lagi pada diri istrinya dan memaksakan dirinya untuk bertanya.
__ADS_1
"Siapa sebenarnya kau Manolia? Mengapa kamu kembali menjadi gadis perawan?" Tanya raja Jonas membuat Putri Manolia tersentak.
Duarrr...