Istriku Seorang Putri Dewa

Istriku Seorang Putri Dewa
29. Kelahiran Bayi Kembar


__ADS_3

Saat memasuki usia kehamilan putrinya mencapai sembilan bulan, ratu Manolia meminta putrinya untuk melahirkan di istana raja Jonas, ayah kandungnya. Putri Titania yang tidak mengetahui rahasia dari permintaan ibunya nampak bahagia karena itu yang ia inginkan.


"Sayang. Bunda bisa membantumu untuk melahirkan nanti. Tidak usah memanggil dokter maupun perawat untuk membantu persalinanmu nanti. Apakah kamu mau bunda melakukan untukmu?" tanya ratu Manolia.


"Iya bunda. Justru itu yang Titania inginkan," jawab Titania.


"Iya sayang. Tubuh kita hanya bisa dilihat oleh suami kita sendiri. Tidak boleh ada yang melihatnya walaupun itu adalah perawat perempuan," ucap ratu Manolia.


"Baik mami," ucap ratu Titania.


Ratu Manolia menemui besannya ibu suri Angelica. Ratu Manolia berbicara basa-basi sesat sebelum menyampaikan sesuatu yang sangat penting. Melihat kegelisahan sang besan membuat putri Angelica mengerti.


"Apakah ada sesuatu yang sangat berat yang ingin kamu sampaikan Manolia?" tanya Angelica yang tidak lagi menggunakan bahasa formal diantara mereka karena mereka adalah Dewi khayangan..


"Iya Angelica. Ini mengenai putri kita Titania," balas Manolia.


"Apakah ini berhubungan dengan calon cucu kita yang lahir tidak seperti bayi manusia pada umumnya?" tanya Angelica.


"Apa...? jadi kamu sudah mengetahuinya? bagaimana bisa kamu mengetahuinya?" tanya Manolia.


"Dari cerita putrimu sendiri yang bermimpi tentang hal yang aneh. Ia mengatakan kalau ia sedang bermain dengan kucing. Saat menggendong kucing itu, ternyata kucing itu berubah menjadi seorang bayi. Dari mimpi itu aku bisa mengambil kesimpulan bahwa akan terjadi kebalikannya.


Ia akan mengandung seorang bayi yang akan berubah menjadi seekor kucing," ungkap Angelica membuat Manolia merasa bahwa apa yang diketahui oleh Angelica tidak begitu paham dengan apa yang sudah ia terima hukuman dari ayah kandungnya yang mengorbankan kebahagiaan putrinya dengan hadirnya seekor bayi kucing. Mungkin saja kandungan Titania yang diprediksi kembar, salah satunya adalah bayi kucing.


"Berarti kamu dan Titania hanya mengetahui sebatas dari mimpi saja bukan sepenuhnya yang akan terjadi pada kandungan Titania," ucap Manolia.


"Emang apa yang sebenarnya yang terjadi? Apakah kamu mengetahui sesuatu?" tanya Angelica.


"Kembalinya aku ke bumi karena karena ada suatu perjanjian antara aku dan ayahku. Aku boleh berkumpul dengan keluarga kecilku tapi aku harus mengorbankan salah satu cucu perempuanku akan mendapat kutukan menjadi seekor kucing saat ia lahir ke bumi," ucap ratu Manolia.

__ADS_1


Duarrr...


"Lantas bagaimana caranya untuk menghilangkan kutukan itu pada cucu kita?" tanya ratu Angelica.


"Dia akan di kirim ke masa depan dan bertemu dengan seorang pria yang akan menjadi majikannya. Jika ketulusan hati pria itu mencintainya, maka cucu kita akan kembali seperti keadaan semua," ucap ratu Manolia.


"Mengapa harus ke masa depan? bagaimana cara kita mengetahui ia sudah berubah menjadi seorang gadis dewasa?" tanya Angelica.


"Suatu saat nanti di masa depan, kita yang akan menolongnya saat ia mendapatkan banyak kesulitan. Kita akan menjadi perinya," ucap putri Manolia.


"Berarti Putri Titania hanya mendapatkan satu bayi saja karena satu bayinya akan menghilang karena dibawa ke masa depan oleh sang dewa?" tanya Angelica.


"Sepertinya begitu, Angelica," jawab Manolia.


"Apakah kita harus memberitahukan keadaan sebenarnya pada Titania sebelum dia melahirkan?" tanya Angelica.


"Tidak Angelica. Kita sendiri yang akan menolong putriku melakukan persalinan. Jangan libatkan orang lain karena inilah adalah aib keluarga dua kerajaan. Putri Titania hanya mengetahui satu bayinya yang lahir dan bayinya yang lain akan segera menghilang karena akan di kirim ke masa depan," ucap Manolia.


.


Tiga hari kemudian, di istana raja Jonas, sudah ada persiapan persalinan putri Titania yang saat ini sudah merasakan kesakitan pada perutnya. Putri Titania hanya mengandalkan suaminya yang begitu perhatian kepadanya.


Keluarga dua kerajaan itu sudah berkumpul untuk menunggu kelahiran Bayi Kembar putri Titania. Sementara wajah raja Jonas terlihat mengeras nan membeku dengan jantung berdegup kencang hingga nafasnya semakin sesak saat ini seperti tercekik.


Ia tidak bisa berbuat apa-apa karena kehidupan putrinya yang saat ini yang sedang ia kuatirkan." Manolia, Apakah keadaan putriku akan baik-baik saja setelah melahirkan?" tanya Raja Jonas.


"Aku menjamin proses persalinannya akan berjalan lancar. Jangan terlalu cemas seperti itu. Kamu hanya membuat orang lain makin gugup dengan tingkahmu terutama besanmu Raja Minerva. Temani dia duduk dan ajaklah dia bicara dengan santai, kamu mengerti suamiku?" tanya putri Manolia yang sudah kesal dengan tingkah suaminya.


"Bundaaaaa....!" Pekik putri Titania saat perutnya kembali kontraksi. Wajahnya terlihat sangat pucat seakan sudah seperti mayat hidup.

__ADS_1


Raja Sidartha tidak sanggup melihat kesakitan yang dirasakan istrinya hingga ia ingin dokter atau perawat istana saja yang akan menangani istrinya.


"Bunda. Kenapa istriku belum melahirkan juga?" tanya raja Siddharta tidak sabaran.


"Kenapa kamu selalu memaksakan kehendakmu? Apakah kamu tidak lihat semua wanita yang mau melahirkan itu harus menunggu jalur lahirnya akan terbuka sempurna baru bisa bayinya bisa keluar dengan mulus," ucap ibu kandungnya Angelica pada putranya yang sedang bertanya pada ibu mertuanya.


"Sedikit lagi Titania akan melahirkan anak kalian. Sebaiknya tunggu saja," ucap Manolia bersamaan dengan teriakan putrinya Titania.


"Bundaaaaa...!" jerit putri Titania membuat Manolia dan Angelica serentak masuk ke kamar Titania dan memeriksa keadaan putrinya.


Semua peralatan medis sederhana namun canggih di jamannya sudah didekatkan pada mereka.


"Sayang. Sudah saatnya kamu siap untuk melahirkan," ucap Manolia.


Sementara keadaan alam di luar sana tiba-tiba mendung gelap dengan angin yang sangat kencang berhembus mengelilingi istana raja Jonas. Keadaan makin mencekam dan terdengar sangat mengerikan karena suara petir dan Guntur saling bersahutan membuat mereka terlihat sangat kacau.


Pohon dan beberapa rumah warga sudah mulai rubuh. Semua orang yang awalnya menunggu kehadiran pangeran kerajaan kedua istana kerajaan itu tidak lagi menunggu ditempat mereka. Semua orang kembali ke rumah mereka masing-masing.


Para pelayan berkumpul di suatu tempat sambil mengawasi keadaan karena tubuh mereka sendiri saat ini tiba-tiba meremang karena merasakan hawa aneh yang seakan datang mencabut nyawa mereka.


Raja Jonas, Minerva dan menantunya Sidartha tiba-tiba merasakan mata mereka sangat berat seakan mereka dipaksa untuk tidur saat ini. Yang hanya bertahan saat ini adalah ketiga bidadari di dalam kamar itu.


"Titania. Sekarang mengejan sekuat mungkin!" titah ratu Manolia pada putrinya.


Titania yang sudah sangat kesakitan berjuang melahirkan bayi kembarnya. Lahir pertama adalah seorang pangeran tampan yang langsung menangis keras. Putri Manolia memberikan bayi itu pada besannya setelah digunting ari-arinya.


Sepuluh menit kemudian lahirlah seorang putri cantik hingga membuat putri Manolia dan Angelica terkejut.


"Bagaimana bisa, bayi ini adalah bayi manusia?" tanya putri Manolia dengan perasaan haru.

__ADS_1


Sementara putrinya Titania sudah pingsan karena terlalu lelah dan mengeluarkan banyak darah.


Baru saja bayi cantik ingin dibersihkan oleh Angelica tiba-tiba tubuhnya mulai berubah. Sontak saja Angelica memekik ketakutan membuat Manolia terbelalak karena kutukan itu akhirnya terjadi juga.


__ADS_2