Istriku Seorang Putri Dewa

Istriku Seorang Putri Dewa
15. Bertemu Pangeran


__ADS_3

Putri Titania sedang berkeliling perkampungan kumuh untuk melihat keadaan rakyatnya secara dekat. Saat melintasi di daerah pertanian yang nampak kering, seketika ladang para petani itu langsung subur. Daun yang menghijau dan langsung tinggi dan berbuah.


Ia menunggang kuda putih kesayangannya dengan penampilan yang sederhana tapi kecantikannya tidak bisa disembunyikan kalau dia seorang putri kerajaan.


Para petani berteriak kegirangan saat melihat ladang mereka sudah berbuah padahal sebelumnya tanaman itu hampir menjadi calon kayu bakar.


"Apa yang terjadi? kenapa ladangnya tiba-tiba menghijau dan langsung berbuah." Seru mereka tak percaya namun wajah mereka terlihat berbinar cerah.


"Sepertinya dewa keberuntungan sedang memberikan kita keberkahan setelah dua tahun panen kita selalu gagal seiring menghilangnya putri Manolia." Ucap yang lainnya.


Putri Titania melewati semua ladang itu sementara burung dan kupu-kupu terus terbang mengikutinya. Keanehan ini tidak terlepas dari pengamatan seorang pemuda tampan yang sedari tadi mengikuti Putri Titania dengan kudanya.


Pangeran Siddharta mengikuti kuda putih yang membawa Putri Titania menuju sungai. Rupanya putri Titania menggantikan lagi pakaian formal nya sebagai seorang putri kerajaan. Tapi anehnya saat putri menggantikan bajunya, pangeran Siddharta tidak bisa melihat tubuh molek putri Titania.


"Mana gadis itu? Bukankah tidak dia ingin menggantikan bajunya?" Tanya pangeran Siddharta penasaran sambil cilingak-cilinguk di antara pepohonan.


Tidak lama kemudian, pangeran Siddharta merasakan ada seseorang yang sedang berbisik di telinganya.


"Siapa yang anda intip Tuan?" Tanya orang itu mengikuti gerakan pangeran Siddharta seperti mencari seseorang.


"Putri Titania." Sahut pangeran Siddharta.


"Apakah anda mengenalnya."


"Bukan hanya mengenalnya tapi aku sangat mengaguminya dan sangat mencintainya."


"Benarkah? Apakah dia juga mengenal dan menyukaimu?"


"Sepertinya begitu." Ujar pangeran Siddharta tanpa melihat wajah si penanya.


Tapi lama kelamaan, pangeran merasa ada yang aneh karena ia mencium aroma yang sangat memenangkan dirinya. Iapun membalikkan tubuhnya dan sangat kaget saat melihat siapa yang sedang mengajaknya bicara.


"Ka...kau...!" Sentak pangeran Siddharta sambil melihat ke arah kuda putih milik putri Titania dan juga wanita yang ada di depannya.


"Kenapa...? Kenapa kamu jadi gugup begitu? tadi kamu sangat berani dan sangat percaya diri sekali kalau aku juga mengenal dan menyukaimu." Imbuh Putri Titania setengah mengejek pada pangeran Siddharta.


"Sial...! Kenapa aku sangat ceroboh sekali? Mana ketangkap basah lagi sama orangnya sendiri. " Gugup pangeran Siddharta membatin.


"A..iya..! Itu ...! Aku hanya ingin putri Titania akan menjadi milikku suatu saat nanti." Jujur pangeran Siddharta pada putri Titania yang terlihat sangat cantik jika dilihat secara dekat.

__ADS_1


"Sejak kapan kita bertemu? sementara Aku saja baru bertemu dan melihat kamu hari ini. Bagaimana kamu bisa mengetahui ku?"


"Kita sudah pernah bertemu saat putri Titania merayakan ulang tahun yang ke delapan belas tahun beberapa bulan yang lalu."


"A..iya! Maaf aku tidak ingat momen itu, tapi wajahmu sangat asing bagiku. Walaupun aku tidak menghafal semua nama pangeran, tapi aku mengingat semua Wajah mereka, namun wajah kamu tidak ada di dalam daftar ingatanku." Ujar putri Titania sambil mendelik kan matanya mencari kebenaran dari ucapan sang pangeran.


"Itu karena saya tidak membaur dengan pangeran yang lain karena mereka terlalu sibuk mencari perhatian anda putri."


"Bagaimana denganmu? Apakah kamu tidak ingin mencari perhatian aku juga?" Selidik putri Titania.


"Karena saya cukup tahu diri siapa saya, nona. Saya hanya seorang pangeran dari ...-" Pangeran Siddharta seakan begitu berat mengungkapkan jati dirinya.


"Emang kamu kenapa?"


"Saya hanya seorang anak dari ibu yang berstatus selir raja. Sementara pengertian yang lain lahir dari seorang mulia ratu." Pangeran Siddharta seakan menahan sesak di dadanya mengungkapkan siapa ibunya.


"Apakah itu yang membuat kamu begitu takut menemui ku?"


"Iya putri."


"Tidak usah menjadikan itu beban, pangeran. Aku tidak pernah mau menikah dengan semua pangeran di bumi ini." Ucap Putri Titania yang mengetahui kalau dua harus menikah dengan seorang pangeran yang memiliki keturunan dari darah seorang dewa.


"Apakah karena kamu adalah putri dari ratu Manolia yang berasal dari langit?" Tanya pangeran Siddharta membuat putri Titania tersentak.


"Bagaimana kamu mengetahuinya? Siapa yang memberitahumu?" Sentak putri Titania.


"Aku mengetahuinya karena kita sama-sama keturunan ibu yang merupakan putri dewa."


Duarrrr....


"Apakah kamu mau bilang aku adalah jodohmu, pangeran?"


"Tembak putri Titania."


"Tentu saja. Kamu di kirim untukku. Karena itu yang dikatakan oleh ibuku."


"Tapi aku tidak menyukaimu." Ucap putri Titania yang mematahkan hatinya sang pangeran."


"Apakah kamu menyukai seseorang yang tidak bisa kamu nikahi?" Desak pangeran.

__ADS_1


"Entahlah. Tidak satu pangeran pun yang membuat hatiku bergetar dan itu termasuk kamu. Oh, iya siapa namamu? Kita bahkan belum berkenalan." Ucap putri Titania cengengesan.


"Untuk apa kamu mau tahu namaku? Kalau pada akhirnya kau sama sekali tidak menyukaiku." Sinis Sidartha ogah-ogahan pada putri Titania yang dianggapnya sangat angkuh.


"Baiklah! Kalau begitu aku permisi pulang duluan." ucap putri Titania sama sinisnya.


Putri Titania memanggil kudanya dan langsung melompat ke atas pelana kuda kesayangannya.


"Bawa aku pulang Baby!" Titah putri Titania pada kudanya yang sangat menjaga tuan putrinya itu.


"Kenapa dengan dia...?" Desis pangeran Siddharta saat melihat kuda putri Titania sudah meninggalkan sungai itu.


"Ada apa denganku? Kenapa aku sangat jual mahal pada pangeran itu. Andai saja di berusaha sedikit merayuku untuk menjadi kekasihnya mungkin aku akan menyatakan perasaan ku padanya kalau aku juga menyukainya. Dia sangat tampan dan sangat berbeda daripada pangeran lainnya." Sesal putri Titania sambil memacu kudanya dengan cepat agar tiba di istana lebih cepat.


Sementara pangeran Siddharta pulang ke istananya dalam keadaan cemberut. Hatinya sangat sakit mengetahui putri Titania sama sekali tidak menyukainya.


"Oh my God! Harusnya aku menahan diriku untuk tidak menyatakan cinta kepadanya. Akhirnya jadi sedih seperti inikan?" Batin pangeran Siddharta penuh sesal..


Setibanya di istana mereka masing-masing, putri Titania duduk menyendiri di taman istana sambil membayangkan wajah tampan pangeran Siddharta.


"Mengapa aku jadi sangat merindukan pangeran tadi. Jika aku tahu siapa dia, aku pasti akan meminta ayahku untuk melamar aku." Gumam putri Titania.


"Siapa yang ingin menikahi putri ayah?" Tanya raja Jonas yang sudah duduk di sebelah putrinya.


"Eh... Ayah! Nguping Titania ngedumel ya?" Tanya Titania tersipu malu.


"Siapa nama pangeran itu, sayang?"


"Itu dia ayah. Kami belum sempat berkenalan."


"Apakah kamu mengetahui sesuatu nya, sayang?"'


"Dia hanya mengatakan kalau dia adalah pangeran yang lahir dari selir raja yang ternyata sama status nya dengan bunda, ayah."


Duaaarrr...


"Jadi dia keturunan dewa juga?"


"Hmm!"

__ADS_1


__ADS_2