
Rasa lelah menggelayut di tubuh Maxi yang hanya bisa meletakkan Paris di sebelahnya lalu ia memilih tidur padahal malam masih terlalu muda untuk Maxi melepaskan penatnya karena seharian bekerja.
"Paris. Aku tidak bisa menemanimu untuk ngobrol karena aku sangat ngantuk saat ini. Kamu tidak apakan sayang main sendiri?" ucap Maxi sambil membelai kucing kesayangannya itu.
Paris hanya mengeong dan memilih untuk tidur karena Maxi sudah memejamkan matanya. Saat Paris tertidur, tubuhnya kembali lagi menjadi manusia. Tanpa disadari keduanya sudah saling berpelukan dalam selimut yang tebal. Entah kapan Maxi membuka bajunya, yang jelas Paris sudah membenamkan wajahnya di dada Maxi.
Aroma maskulin yang tercium dari tubuh Maxi membuat Paris menghirupnya dengan penuh kedamaian. Setelah pukul 10 malam, Maxi mulai merasakan perutnya sangat lapar. Ia akhirnya memutuskan untuk bangun namun ada kepala yang menindih dadanya dan ternyata itu adalah Paris. Maxi tersenyum mengetahui Paris kembali lagi dengan wujud manusia.
"Selamat datang Baby. Akhirnya kamu memenuhi janjimu untuk merubah lagi wujudmu," lirih Maxi sambil membelai rambut panjang Paris yang terasa sangat harum. Bahkan lebih harum dari pada sebelumnya.
Maxi membangunkan Paris agar mereka turun makan malam bersama. Maxi menelpon pelayannya agar menyiapkan mereka makan malam. Kepala pelayan Netto tidak menolaknya sama sekali karena itu adalah tugasnya yang harus melayani tuannya dalam 24 jam tanpa ada bantahan walaupun ia juga dalam keadaan lelah dan masih mengantuk..
"Maxi. Kita mau ke mana?" tanya Paris.
__ADS_1
"Kita makan malam dulu. Apakah kamu tidak lapar?" timpal Maxi.
"Iya, aku lapar tapi aku masih ngantuk. Kamu saja yang turun makan. Dan tolong bawakan makanan untukku ya Maxi," pinta Paris sambil terpejam.
"Tidak. Aku tidak mau bawa makanan untukmu. Kita harus makan bersama," ucap Maxi sambil menciumi wajah Paris dan sedikit menggesek dagunya yang terasa kasar hingga membuat Paris merasa kegelian.
"Iya Maxi. Aku bangun. Jangan membuatku kegelian seperti ini," ucap Paris sambil mendorong wajah Maxi menjauhi wajahnya.
"Makasih bangun sayang. Aku ingin kamu menemani aku di meja makan," Maxi menggendong tubuh Paris yang masih enggan untuk bangun.
"Maxi!"
"Hmm!"
__ADS_1
"Kenapa kamu sangat tampan sekali? kalau setampan kamu tidak punya pacar itu sangat mengherankan," ucap Paris.
"Itu karena hatiku tidak bisa bergetar saat menatap wajah cantik gadis manapun. Justru aku menyukai dan hatiku bergetar saat melihat kamu pertama kali walaupun dalam rupa yang berbeda. Itu berarti aku sedang menunggu jodohku datang dan itu adalah kamu," ucap Maxi.
"Cih...! kamu tidak sedang gombalin aku kan , Maxi?" tanya Paris.
"Tidak sayang. Aku sangat serius. Saking seriusnya, aku ingin kamu menjadi seperti ini tanpa berubah sedikitpun. Apakah kamu bisa sayang?" tanya Maxi.
"Baiklah. Aku janji. Tapi aku mohon kamu tidak akan lelah menungguku Maxi," pinta Paris.
Saat melihat Maxi menuruni tangga sambil menggendong Paris, pelayan Netto merasa keanehan pada Paris.
"Perasaan tuan Maxi tadi pulang hanya menggendong kucing. Kenapa sekarang tiba-tiba ada gadis ini lagi? kapan dia datang? padahal pintu sudah aku kunci dan kunci semua pintu. rumah ini aku yang pegang kecuali kunci kamar tuan Maxi," batin pelayan Netto.
__ADS_1
"Selamat malam Netto!" sapa Paris.