
Kehamilan ratu Manolia sudah mencapai usia tujuh bulan. Sesuai perkataan tabib istana yang di temuinya beberapa Minggu lalu, bahwa dirinya bisa melahirkan dalam usia kandungan tujuh bulan.
Putri Manolia merasa sangat bahagia karena ia akan bebas dari rasa panas yang setiap saat terus memanggang tubuhnya hingga ia tidak bisa beraktivitas seperti biasanya.
Berasal dari seorang Dewi, putri Manolia memanfaatkan kekuatannya untuk melahirkan seorang diri tanpa bantuan perawat istana. Putri Manolia. sudah memiliki perawat sendiri yang akan membantunya melahirkan putra pertamanya itu. Siapa lagi kalau bukan peri istana yang tidak bisa di lihat oleh manusia biasa kecuali manusia yang memiliki ilmu tinggi seperti Raja Jonas.
Namun sayang, kekuatan raja Jonas justru ada di cincinnya yang sekarang sudah melingkar di jari manis istrinya sebagai mahar pernikahannya saat itu.
"Aku harus melahirkan dengan cepat anak ini." Gumam ratu Manolia yang mulai melakukan ritual untuk bisa membuat bayinya cepat keluar dari rahimnya.
Dengan bantuan para peri yang mulai menekan perutnya untuk melahirkan bayi itu saat menjelang malam yang akan melakukan pergantian waktu. Putri Manolia membutuhkan ruang tersendiri untuk melahirkan bayinya.
Dalam beberapa menit kemudian menjelang jam dua belas malam perut putri Manolia mengalami sakit kontraksi yang luar biasa lebih dari seorang wanita bumi melahirkan bayi mereka.
Iapun tidak kuat menahan sakitnya dengan darah yang mengucur deras dari bagian intinya. Beberapa orang peri yang siap membantunya meminta putri Manolia untuk mengejan. Karena bayi itu memiliki bobot tubuh yang besar membuat putri Manolia sulit untuk mengeluarkannya.
Peri terus memberikan semangat kepada putri Manolia yang terlihat mulai lemah." Cepat keluarkan bayimu ini atau kamu akan di hukum oleh para dewa tuan putri." Titah peri yang sudah tidak sabar menunggu Manolia melahirkan bayinya.
"Ini sangat sakit. Aku tidak sanggup. Tenagaku seakan terkuras oleh bayi ini. Dia seakan mengambil semua kekuatan ku." Keluh putri Manolia yang sudah bermandikan peluh dan darah.
Bagian intinya terasa sakit dengan pinggang seakan mau terlepas. Putri Manolia menarik nafas lebih dalam dengan mengumpulkan lagi kekuatannya. Ia membaca beberapa mantra dan memusatkan pikirannya seakan sedang meminta pada kekuatan alam untuk menolongnya.
Seketika langit di atas sana mengeluarkan awan hitam pekat menutupi gemerlap bintang yang sempat bertabur cahaya cantiknya.
__ADS_1
Angin berhembus kencang seakan ingin mengundang badai membuat pohon menari liar di bawah sana dan tidak sedikit banyak yang mulai tumbang karena petir dan hujan ikut berperan.
Penduduk bumi di sekitar istana yang tidak bisa lagi berteduh di bawah rumah mereka karena atap rumah yang tertutup dari bahan enau telah tersapu oleh badai yang cukup dahsyat mengguncang wilayah istana dan rakyat jelata di luar sana.
Raja Jonas yang sedang bersemedi untuk menenangkan kembali alam tidak mengetahui jika saat ini istrnya sedang berjuang melahirkan bayi pertama mereka entah berjenis kelamin apa, mereka belum mengetahuinya.
Di saat petir dan Guntur mengeluarkan suara gemuruhnya yang menggelegar angkasa hingga membuat takut penduduk bumi, di saat yang sama putri Manolia berhasil melahirkan bayinya yang berjenis kelamin laki-laki.
Putri Manolia begitu bahagia mendengar tangis bayinya membuat seisi istana tampak kaget mendengar suara bayi itu yang telah menggantikan dentuman Guntur di atas langit sana.
Alam kembali tenang dan badai pun berlalu dengan cepatnya. Tepat pergantian waktu dari pukul 00.00, kini mulai merambah menitnya menjadi 00.01.
Putri Manolia menggendong putranya dengan rasa haru. Para peri memberinya selamat atas kelahiran anak manusia yang juga berdarah dewa." Putraku sangat tampan." Puji putri Manolia sambil menyusui bayinya.
"Apakah dia seorang pangeran?" Tanya raja Jonas dengan was-was.
"Benar suamiku. Aku telah melahirkan pangeran untuk kerajaan ini." Ucap putri Manolia.
"Apakah aku boleh menggendongnya?"
"Silahkan!"
Ratu Manolia menyerahkan putranya pada suaminya yang merasa gemetar saat melihat wajah tampan sang bayi yang membuatnya terpesona.
__ADS_1
"Aku akan memberikan nama untuk putraku. Namanya Thanatos dengan nama panggilan Thanos." Ucap raja Jonas dengan penuh rasa bangga.
Raja Jonas mengecup bibir istrinya dengan lembut. Ia pun mengucapkan rasa terimakasihnya kepada sang istri yang telah berani melahirkan putra mereka sendirian.
Hal yang aneh pada putri Manolia kalau ia tidak mengalami masa nifas seperti wanita bumi. Ia juga tidak mengalami masa haid. Ia berdarah saat berjuang melahirkan bayinya. Ia kembali menjadi gadis perawan karena dia adalah keturunan dewa. Hanya satu yang ada pada dirinya sebagai ibu dari seorang pangeran yang bisa memberikan ASI untuk bayinya. Sementara Raja tidak mengetahui keadaan istrinya yang sebenarnya.
Hari-hari berikutnya, Seperti biasa, putri Manolia merawat bayinya dengan telaten seperti biasanya. Bayi yang setengah dewa itu terlihat begitu cepat pertumbuhannya membuat sang ibu merasa cemas jika suaminya akan curiga akan perkembangan bayi mereka.
Raja Jonas merasa masih dibatas wajar jika pertumbuhan putranya yang tidak biasa seperti bayi umumnya. Raja menggelar pesta kelahiran putranya yang akan menjadi raja selanjutnya.
Penghuni istana dan rakyat menyambut gembira pesta tersebut. Mereka menganggap kelahiran pangeran akan membawa perubahan besar kejayaan kerajaan tersebut, karena dibimbing langsung seorang ratu yang sangat baik hati dan penyayang itu.
Banyak sekali diantara rakyat itu menyerahkan sebagian hasil panen mereka dan juga binatang ternak sebagai partispasi mereka merayakan kelahiran sang pangeran.
Awalnya raja menolak persembahan rakyatnya untuk putranya, karena raja mengetahui keadaan rakyatnya yang lebih membutuhkan hasil panen mereka untuk memenuhi kebutuhan mereka.
"Yang mulia! Ini hanya hasil panen kami yang tidak seberapa daripada kehidupan kami yang semakin layak berkat ratu Manolia yang sangat baik hati itu. Kami ingin ratu kembali datang mengunjungi desa kami jika ratu sudah sehat." Ucap salah satu perwakilan rakyat itu kepada raja.
"Terimakasih atas perhatian kalian untuk kelahiran putraku. Semoga panen kalian berlimpah setiap bulannya dan ternak kalian selalu sehat." Harap raja Jonas.
Beberapa hari kemudian, pesta itu akhirnya di gelar sangat meriah oleh raja Jonas. Saat pesta selesai, ratu Manolia membawa bayinya yang sudah tertidur pulas. Ia menyusui bayinya dan akhirnya ikut tertidur.
Dalam tidurnya, ratu Manolia bermimpi buruk di mana putranya akan membunuh suaminya. Ratu manolia tersentak dari tidurnya dan merasakan mimpi itu sangat nyata. Ia begitu takut kehilangan suaminya.
__ADS_1
Ia menatap wajah putranya sambil menangis." Apakah mimpiku akan menjadi nyata? Apakah kamu akan membunuh ayahmu sendiri suatu saat nanti, sayang?" Tanya ratu Manolia dengan wajah sendu.