
Malam harinya, Maxi memutuskan untuk pulang kembali ke London. Neil merasa ada keanehan pada bosnya karena kucing kesayangannya tuan Maxi itu selalu berubah wujud antara kucing dan manusia. Kadang kucing itu hilang begitu saja dan tiba-tiba muncul Paris sebagai manusia dan sebaliknya manusia yang masuk ke kamar Maxi keluarnya kucing.
"Apakah kucing itu sosok makhluk jadi-jadian?" batin Neil saat mereka sudah berada di mobil menuju bandara untuk kembali lagi London.
Neil yang masih merasa bersalah karena telah ceroboh menjaga Paris hingga membuat kucing itu terluka, membuat ia harus mengurungkan niatnya untuk menanyakan keberadaan kucing itu yang bernama Paris. Apa lagi saat ini, Maxi selalu memanggil wanitanya dengan sebutan Baby.
Di dalam pesawat itu, lagi-lagi, pramugari Nicole sangat kaget melihat Paris yang dua hari lalu ia pernah melihat Paris di dalam kabin kamar pribadinya Maxi dan saat tiba di bandara tujuan, justru yang keluar dari kamar Maxi adalah seorang kucing. Dan sekarang gadis yang sama tiba-tiba sudah berada bersama Maxi saat ini.
"Selamat malam tuan, nona!" sapa pramugari sambil meneliti wajah Paris yang makin terlihat cantik saat ini.
"Malam Nicole. Apakah kamu sudah siapkan es krim?" tanya Maxi yang sudah request pada Neil agar awak pesawatnya siap es krim untuk Paris.
"Sudah tuan. Apakah perlu di antarkan sekarang?" tanya pramugari Nicole.
__ADS_1
"Nanti saja setelah pesawatnya take-off," ucap Maxi.
"Siap Tuan."
Paris melangkah masuk langsung menuju tempat duduknya. Maxi memasang seat belt miliknya lalu melakukannya untuk Paris dan Paris memperhatikan bagaimana Maxi memasangnya pada tubuhnya. Iapun meminta Maxi untuk membukanya.
"Aku ingin belajar memasangnya sendiri, tolong buka lagi benda ini!" pinta Paris setengah berbisik biar nggak kelihatan katrok-nya.
Maxi mengulum senyumnya dan melepaskan lagi seat belt dipinggang Paris." Ini namanya seat belt. Dan gadis yang berdiri menyambut kita tadi pekerjaannya adalah pramugari. Tugasnya melayani kebutuhan penumpang pesawat. Namanya Nicole. Jika kamu tidak tahu tanyakan kepadaku. Jangan terlihat konyol di depan mereka kalau kamu tidak mau ditertawakan oleh mereka," ucap Maxi.
"Aku naksirnya hanya padamu saja, yaitu Paris. Karena wanitaku hanya kamu, apakah kamu masih meragukan ketulusan cintaku padamu?" tanya Maxi.
"Tidak sayang. Aku sangat percaya kepadamu Maxi. Terimakasih sudah memilihku menjadi kekasihmu," ujar Paris.
__ADS_1
"Bukan hanya kekasih tapi akan dijadikan kau istriku yang akan melahirkan anak-anakku," ucap Maxi.
"Anak ..? aku ingin punya anak yang banyak. Supaya rumah kita akan ramai Maxi. Apakah kamu sanggup membiayai hidup mereka?" tanya Paris.
"Aku sanggup sayang. Yang penting kamu harus siap untuk setiap saat bercinta denganku supaya bisa cepat punya anak setiap habis melahirkan. Apakah kamu sanggup?" tanya Maxi.
"Aku akan membuatmu menyerah duluan Maxi. Karena aku sanggup melayanimu sepuluh jam lebih. Aku adalah keturunan dewa karena nenekku adalah putri seorang dewa," ucap Paris membuat Maxi syok.
"Jadi kamu adalah cucunya dewa?" tanya Maxi.
"Bukan cucu tapi cicit," ujar Paris.
"Berarti aku mendapatkan suatu kehormatan dari dewa karena akan menikahi cicitnya. Tapi, kamu tidak akan meninggalkan akukan , Paris?" tanya Maxi membuat Paris terdiam.
__ADS_1
"Entahlah Maxi. Aku tidak tahu bagaimana ending perjalanan cinta kita nanti karena aku bukan manusia berasal dari kehidupan sekarang melainkan kehidupan masa lalu," ujar Paris membuat Maxi terlihat sedih.