
Maaf Teman - teman pembaca Novel.
visualnya saya hapus karena kebijakan Hak cipta...
Terimakasih 😊
*****
Sesampainya kiya dan alif di ruangan masing-masing dan bekerja menyelesaikan pekerjaan yang di berikan oleh rian, dan mengantar berkas/form ke bagian manajemen sampling, di ruang itu kiya bertemu tiyas tapi kiya tidak begetu kenal dengan tiyas.
"permisi ini saya mau menyerahkan form" ucapku pelan ke pada Mba reta selaku penanggung jawab.
"oh iyah taruh aja di sini, saya sampai lupa ambil malah di antar form nya, sekali lagi terima kasih ya" jawab mba Reta
"sama-sama mba kalau begitu saya kembali dulu ya mba" pamitku
"iyaa sayy " jawabnya dengan sedikit centil tapi dengar cerita dari mba yuni tentang sikap orang di sini mba reta lah yang mudah bergaul dan mau terima teman apa adanya. akupun tersenyum ke pada mba reta lalu pergi, saat keluar dari ruangannya aku berpapasan dengan tiyas ya tiyas yang pernah ku temui tempo hari.
" eeh kamu ... karyawan baru yah" tanya nya dengan nada yang tidak suka.
"iyah mba saya karyawan baru" ku menjawabnya meski malas. "kalau begitu saya permisi dulu mba" emang enak ku cuekin ... langsung cus aku ke ruangan.
" Mba yuni..... ada lagi yang perlu saya antar" tanyaku biar sekalian gitu.
" senang amat jadi kurir" ledeknya mba yuni
"yeee..... si emba malah ngeledek saya" cengirku karna senang liat mba yuni yang suka gurau seperti abiku he he
" itu de... tadi kamu di suruh keruang pak Alif"
"ah masa mba, saya kan baru 3 hari disini mba masalah berkas alhamdulillah sudah paham tapi masalah berurusan langsung dengan pak alif saya bukan pakar nya mba" sengaja ngelas ku habis nya malu kalau ketemu dia
" Ha Ha Ha emang harus jadi pakar dulu untuk berurusan dengan pak alif" jelas mba yuni
" sana gih .... di tungguin tu" printah mba yuni
" iya iya dehh saya ke sana.. doain saya ya mba" mba yuni malah ketawa ketawa aja melihat kepergian ku
"took tok took" (suara ketukan pintu)
__ADS_1
"Masuk.... " jawabnya dari dalam
"ada perlu apa pak alif , mba yuni bilang bapak memanggil saya" tanyaku penuh hati hati
"saya cuma mau bilang, kalau semalam saya telpon kamu tidak ada maksud apa-apa, saya cuma ingin berteman saat di luar kantor/di luar jam kerja" kirain mau ngomong apa ternyata msalah semalm toh sampai gak habis pikir ternyata dia masih memikirkan hal yang ngak beafedah he he he.
"saya tidak befikiran yang aneh-aneh soal semalam, walaupun saya sedikit heran aja he he" senyumku sambil memperlihatkan gigi rapiku.
"saya ingin membuka bazar buku di toko atau halaman toko abi, bisakah kamu membantuku menyiapkan semuanya nanti akan di bantu oleh rian juga" jelasnya pak alif ingin lebih tepat nya lagi ngajak kerja sama.
" insya Allah saya mau pak, nanti bapak kabari saja saya" ucapku menyetujui nya
"bagus kalau begitu, kamu boleh kembali bekerja.... jangan lupa nanti pulang bareng saya" perintahnya di sertai embel embel
" maaf... saya tidak bisa pulang bareng bapak... tidak enak dengan pandangan orang" aku menoloknya dengan halus karena ku tau sepertinya ada yang tidak suka liat kedekatan ku sama pak alif.
"apa perlu aku halalin kamu dulu kiya" desisnya sangat pelan hampir tidak terdengar
" maaf ... bapak tadi ngomong apa" tanyaku penasaran karena mendengar namaku di ujung kalimat
"oh tidak ngomong apa apa... silahkan kembali" perintahnya
" baiklah pak... saya permisi"
sejak pagi aku selalu uring-uringan kepikiran sama kiya kira kira dia lagi apa yah... bodoh nya aku pasti kiya lagi kerja lah (merutuki diri sendiri) emmm aku telpon aja yuni suruh dia keruanganku, setelah aku menelpon yuni aku menunggu nya cukup lama itung - itung sambil mikirin mau ngomong apa ke kiya...
ahhh aku jelaskan yang semalam aja saat telpon dia tiba tiba ,, pasti dia penasaran tuh ha ha ha (senyumnya percaya diri 😅)
"took tok took" (suara ketukan pintu)
"Maasuk.... " jawabku dari dalam
"ada perlu apa pak alif , mba yuni bilang bapak memanggil saya" tanya nya ragu-ragu
"saya cuma mau bilang, kalau semalam saya telpon kamu tidak ada maksud apa-apa, saya cuma ingin berteman saat di luar kantor/di luar jam kerja" penjelasanku penuh percaya diri (senyumku di ujung bibir)
"saya tidak bepikiran yang aneh-aneh soal semalam, walaupun saya sedikit heran aja he he" yah aku pikir dia sudah bakal menerka yang aneh-aneh gitu ternyata dugaanku salah
"saya ingin membuka bazar buku di toko atau halaman toko abi, bisakah kamu membantuku menyiapkan semuanya nanti akan di bantu oleh rian juga" tiba tiba muncul ide lain di otaku ha ha aku memang pintar..... 😁
__ADS_1
" insya Allah saya mau pak, nanti bapak kabari saja saya" alhamdulillah dalam hatiku
"bagus kalau begitu, kamu bolh kembali bekerja.... jangan lupa nanti pulang bareng saya" kenapa tiba tiba aku mengajak nya pulang bareng lagi dasar mulut (sambil tepok mulut).
" maaf... saya tidak bisa pulang bareng bapak... tidak enak dengan pandangan orang" pasti dia menolak ku.
"apa perlu aku halalin kamu dulu kiya" desisku sangat pelan takut kiya dengar
" maaf ... bapak tadi ngomong apa"
"oh tidak ngomong apa apa... silahkan kembali" perintahku tegas tidak mau dia penasaran
" baiklah pak... saya permisi"
Tidak terasa waktu jam pulang kerja pun tiba
kiya yang kebelet tidak tahan akhirnya ke toilet dengan buru-buru.
"ahh legah nya" saat kluar toilet aku sempatkan membasuh muka ku yang lelah tiba-tiba
"eh kita ketemu lagi anak bartu... mau kemana buru-buru amat" tanya dengan sinis
"kenapa mba ... apa kita punya masalah ?... Rasa nya tidak!! .. karena saya baru 3 kali ketemu dengan mba" jawabku yang heran liat tiyas
"karena kamu sudah menggoda alif di situ kesalahan mu" triaknya sambil mendorongku, aku yang tidak siap menerima serangan pun terjatuh.
"saya tidak pernah menggoda pak alif, mba sudah salah paham!!!" geramku melihat nya... istigfar kiya tahan emosi mu (memperingatkan diri sendiri)
"ha ha ha ha emang aku buta.. aku liat kamu tadi pagi senyum-senyum sama alif (byuuur, menyiram air ke badan kiya)" Astagfirullah... kalau begini dia memancing emosiku.
"mba.... saya akan melaporkan ke atasan atas tindakan mba ini" ancamanku .. iya ini hanya ancamanku karena aku ngak mau kelai dan menyakiti fisiknya karena aku pemegang sabuk hitam di Taekwondo bisa saja aku mematahkan tulang nya.
"coba saja kalau berani" dengan cepat tiyas keluar dan menguci pintu toilet
Alhamdulillah sudah eps 10 ...
terima kasih yang sudah dukung. 😊😊
__ADS_1
^^^