Janji Suci Di Tanah Suci

Janji Suci Di Tanah Suci
#49. TALAK


__ADS_3

abi...ada tamu tuh"


"siapa?"


"Besan kita, bawa kiya pulang kerumah"


Abi kiya menghampiri rifki selaku ayah mertua kiya dengan langkah pasti abi menyembunyikan rasa kecewa meski ayah mertua kiya belum menyampaikan maksud kedatangan nya. Abi yang tak sengaja mampir di rumah besan nya karena sudah seminggu anak perempuan nya tidak berkujung ke toko umi dan tidak memberi kabar, saat tiba di depan rumah Alif betapa kaget nya abi kiya rumah itu di hiasi dekor dan ada foto prewweding alif dengan tiyas di depan pintu masuk, saat itu juga abi pulang dengan langkah berat penuh kecewa.


"Langsung ke inti nya aja rifki !!" abi menahan emosinya dan istigfar di sela hembusan nafas nya.


"Maafkan aku yusuf tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk alif, mungkin kamu sudah tau bahwa alif sudah menikah lagi tanpa persetujuan kiya aku --" belum sempat melanjutkan omongan nya ayah sudah di potong oleh abi


"Terima Kasih rifki kamu sudah kembalikan anak saya, saya tidak ingin merusak pertemanan kita rifki bagaimanapun itu urusan rumah tangga mereka meski hatiku sebagai seorang bapak sakit melihat anak perempuanku di duakan"


"maafkan saya yusuf, saya serahkan semua kiya... saya selalu dukung apa yang terbaik untuk dia meski jalan perpisahan ia pilih"


"Aku harap dia benar-benar pisah, kami akan pulang ke kampung halaman kita"


"jangan yusuf... kamu jangan pindah kami ikhlas membantu mu, liat lah toko kue umi sangat di gemari di sini dan toko buku mu semakin besar nama nya"


"akan saya pikirkan soal itu, saya harap kamu bisa bantu proses perceraian alif dan kiya secepat nya, jika alif tidak memberi talak maka kiya lah yang akan guggat alif"


"baiklah yusuf, tolong jaga menantu kesayang saya suf semoga kelak dia mendapat kebahagiaan nya" ucap ayah sebari berdiri untuk berpamitan.


"jelas saya akan menjaga nya rif, dia putriku satu-satunya" ucap abi dengan raut wajah yang sedih.


"saya pamit dulu.. Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Setelah kepergian Ayah mertua kiya, abi mengeram menahan amarah nya tapi abi tidak ingin membuat semua nya lebih tambah kacau, mungkin ini jalan takdir anak nya.


***


POV ALIF

__ADS_1


Setelah acara akad selesai alif dan tiyas masih sibuk becengkrama dengan keluarga sesungguh nya alif gelisah sudah seminggu tidak bertemu dengan istri nya kiya di tambah ayah yang tidak merestui pernikahan nya, alif merasa serba salah dia lakukan semua ini demi kebaikan ibu nya, sungguh di luar dugaan ayah nya malah pergi dan membenci nya bagaimana dengan kiya.


"alif pamit ke kamar deluan ya bu " aku pun pergi ke kamar dan menghempaskan tubuhku


Kenapa semu ini begitu rumit, bagaimana dengan kiya sudah seminggu dia tidak pulang maupun memberi kabar, kiya aku rindu "Batinku"


Tanpa tersadar alif tertidur sampai jam 3 sore.


"Ya ampun mas alif, begitu nyenyak nya mas tidur sampai-sampi tiyas di kacangin" tiyas datang menghampiri alif menggunakan baju yang sexi ingin menggoda alif


"kamu kok baju nya terbuka gini, kalau ada yang gimana?" kenapa juga tiyas pakai baju minim bahan gini bikin ku ilfil aja


"loh mas kita kan sudah sah jadi gak apa-apa dong aku pakai baju ini di depan suami aku" ucapnya sambil duduk di depan alif.


Alif pun pergi membersihkan diri tanpa ada kata-kata yang keluar dari mulut nya


"loh mas mau kemana"


Braaakk (suara pintu kamar mandi di banting keras)


Ayah yang baru sampai rumah pun diam tanpa kata tidak ada sapaan untuk sang istri wajahnya yang garang serta rahang nya yang keras menandakan kemarahan nya.


"mana alif?"


"alif masih mandi yah" ucap seorang wanita yang di ketahui madunya kiya


" bilang sama alif .. ayah menunggu nya di balkon atas"ucap ayah lalu pergi


Tiyas pun yang membawa cemilan kembali ke kamar untuk memberitahukan suaminya.


"mas alif" panggilnya


"hemmm"


"mas di tunggu ayah di balkon atas" ucap tiyas

__ADS_1


Lagi-lagi tanpa ada kata alif pergi begitu saja tinggalkan tiyas di kamar.


BALKON


"Ayah... ayah cari alif" ucapku yang melihat ayah menghapus air matanya


Tanpa basa basi ayah langsung tanya apa yang mengganjal hati nya


"kenapa kamu menikahi wanita malam itu?" tanya ayah to the point


"tiyas bukan wanita malam yah, lagi pula aku menikahinya untuk memberikan cucu untuk ibu dan ayah" aku pun menjawab nya dengan tegas.


"untuk apa kamu lakukan itu, ingin memberikan cucu tapi kamu mengorban kan perasaan istrti mu, lebih baik kamu kasih talak kiya dan urus perceraian mu secepatnya"


"aku tidakan menceraikan kiya, kiya masih sah istriku yah"


"kamu bilang apa? ha ha ha kamu tidak salah ngomong kan alif...kalau memang kamu menghargai kiya sebagai istri mu harus nya kamu minta izin dulu, dimana sikap tanggung jawab mu sebagai suami hah" ayah mengeluarkan amarahnya yang tertahan sejak tadi.


Alif yang melihat ayah nya murka pun terdiam.


"Cepat kamu kasih Talak kiya biar kan dia bahagia"


Deg


Deg


Deg


Kenapa aku yang sakit saat ayah meminta ku untuk Talak kiya


...----------------------------------...


ALHAMDULILLAH SUDAH UP KEMBALI


TERIMA KASIH BUAT PEMBACA SETIA AKU

__ADS_1


TETAP TERUS DUKUNG YAH 😊


__ADS_2