Janji Suci Di Tanah Suci

Janji Suci Di Tanah Suci
#60.KEPERGIAN KIYA


__ADS_3

..."Satu-satunya hal yang menjadi milik kita sepenuhnya adalah waktu, bahkan seseorang yang tidak memiliki apapun pasti memiliki waktu."...


Keluarga kiya semua berkumpul ada bang adim dan bang azka serta menantu dan cucu-cucu abi yang tidak hadir hanya istrinya bang adim.


Bang Azka, ini abang ku yang dingin tapi di dalam sikap dingin nya ada rasa perhatian lebih..


"Apa kabar de?" tanya nya pada ku


"Alhamdulillah baik, kiya kangen sama abang!" air mataku pun tanpa di dugga.


"Sini..." memberikan pelukan hangat


"Abang hanya ingin kiya bahagia nanti nya cari lah yang benar-benar terima kiya apa adanya, Allah sayang sama kiya makanya kiya di berikan ujian yang berat alhamdulillah ade abang yang cantik ini bisa lalui semua"


"Iyaah bang terima kasih, kiya berharap suatu saat nanti bisa memiliki keluarga sakinah mawadah waromah, seperti keluarga kecil abang" senyum ku padanya.


Sudah lama ku rindukan suasana seperti ini, di mana semua anggota keluarga berkumpul, dari bang adim, mba rierie dan putri hanya saja istri bang adim tidak mau ikut, ada juga abangku jarang pulang yaitu bang azka datang bersama sang istri bernama aisyah dan anak kembar nya.


Kehangatan dulu saat kami masih masa anak-anak kini kembali lagi, sholat berjamaah mengaji bersama dan berkumpul di meja makan.


"Sepertinya di meja makan tidak akan muat" ucap umi yang menghitung jumlah kursi.


"Ha ha ha ya iyalah umi, kan cucu umi banyak" aku pun tertawa melihat expresi uni yang menghitung kursi.


"Mending kita lesehan aja mi, bagaimana?"


"Wahh mba aisyah cerdas hihi kiyah mah setuju aja"


"Seperti nya itu sudah alternatif yang trakhir, kalau begitu panggil para laki-laki untuk merapikan meja dan kursi.


"Biar rierie aja umi yang panggil" mba rierie pun berlalu pergi memanggil para lelaki untuk besimpun di dapur.


"Kenapa meja nya di rapikan?" tanya abi sedikit bingung


"Itu bi..meja makan nya gak muat jadi kami metuskan untuk lesehan aja"


"Ohh baiklah... ayo kita bantu umi di dapur!! perintah abi kepada kedua anak laki-laki nya.


Dan kamipun selesai memasak tinggal menghidangkan nya saja.


"Mau di kemanakan meja mi" tanya bang azka


"Di kepinggirkan aja bang, biar gak makan tempat kemudian kursinya di tumpuk aja"


Para abang-abang nya kiya dengan gesit gotong royong setelah selesai semua kiya memberaihkan lantai dan hampar tikar.


"Serasa piknik" ucap adim


Makanan pun di hidangkan, berbagai macam menu tersedia, dari ikan bakar, ikan goreng sampai ikan pepes.


"Umi banyak banget masaknya apa gak mubazir?" tanya Abi


"InsyaAllah gak, pasti anak-anak umi pada kengenkan sama masakan umi.


"Jelas mi..." Senyum ku. Kiya pasti akan merindukan masakan ala umi.

__ADS_1


"Ayo panggil cucu abi, kita makan bersama"


Cucu abi sekrang ada 4 hanya putri cucu perempuan satu-satunya jdi dia terlihat paling cantik hehe.


Kamipun makan dengan hikmat tanpa ada bicara hanya terdengar suara deting sendok. Setelah makan kami semua mengistirahatkan badan sebelum waktu magrib datang.


"Kiya semua perlengkapan mu sudah di siapkan" tanya abi


"Alhamdulillah sudah semua bi, tinggal berangkat nya aja besok" ucapku dengan tegar.


Padahal aku tau semua berkumpul di rumah untuk perpisahan dengan ku tapi mereka tidak tega bilang kata perpisahan jadi jawabnya hanya liburan.


"Kiya jaga diri baik-baik di negara orang, jangan lupa etika" ucpa umi menasehati


"Siap umii... pasti itu, lagi pula di sana ada umi yasmin pastilah beliau akan menjaga ku"


Tidak lama hening sekeitika.....


"Oh iya mi... azka punya teman orang sini, setelah kami berkomunikasi ternyata dia salah satu pelanggan nya umi"


"Ah iyah kah bang, emang siapa nama nya?"


"Daffa mi nama nya" jawab bang azka


Kiya yang dengar nama Daffa langasung terbatuk-batuk


"Uhhuk uhuuukk " kok nama ka daffa di sebut sih buka dia yang ke selek malah aku yang keselek


"Kamu gak apa-apa de" ucap abang


Flashback


Saat kiya mengurus berkas bersama daffa selama seharian daffa niat hati ingin mengutarakan perasaan nya.


Setelah selesai mereka pergi makan di pinggir pantai tempat fovorit kiya.


"Kiy boleh tanya sesuatu" ucapnya sambil menunggu pesanan datang


"Hemm boleh kaa!


"Apa kamu tidak mau cari pendamping hidup lagi?"


Kiya nampak terdiam dengan pertanyaan daffa


"Mungkin untuk saat ini ngak dulu tapi gak tau nanti, bukan kah Allah maha membolak balikkan hati"


"Apa saya boleh jujur sama kamu"


"Hemm silahkan ka"


"Kaka suka sama kamu dari sebelum kamu menikah dengan alif, tapi kaka tidak berani ngomong nya karena itu hanya pertemuan pertama kita"


"Duh kaka jujur begini aku jadi gimana yah"


"Jika kamu kasih kesempatan kiy, insyaAllah aku akan menerima kekurang mu, begitu juga dengan mu" ucap daffa sungguh-sungguh

__ADS_1


"Ka...jika hati mu sudah mantap dengan ku, aku akan kasih kamu kesempatan setelah enam bulan ini"


"Kenapa harus nunggu enam bulan kiy"


"Aku ingin menutut ilmu sekalian berlibur, jika dalam enam bulan itu kaka berubah pikiran, kiya tidak apa-apa ka bukan kah jodoh sudah ada yang atur"


"Bagaimana kalau enam bulan aku masih setia menunggu mu kiy" ucap nya dengan raut wajah yang cemas


"Jemput lah aku di Jeddah ka, ucapkan kata sakral mu di Masjidil Haram, ini lah ke inginanku ka"


"Aku tidak akan menyuruh mu menungguku kiy, tapi akan ku pastikan aku datang setelah enam bulan berlalu" ucap ka daffa penuh ke yakinan


Aku hanya tersemyum tidak ingin terbuai.


Flashback off


Itu lah kata-kata di ucap ka daffa di saat pertemuan terakhirnya.


Ah iyah aku harus istirahat.


****


Pov Daffa


Daffa hanya bisa mengingat pertemuan terakhirnya dengan kiya meski sedikit ragu dengan waktu yang 6 bulan ia rasa cukup lama, yang di takutkan daffa kiya kecantol pria arab.


"Hayuu melamun aja dari tadi" ucap bunda datang membawa cemilan


"Bun.. daffa sudah mengutarakan isi hati ke kiya" ucap daffa melas


"La teruus"


"Kiya kasih jangka 6 bulang untuk daffa ngelamar nya bun"


"Terus"


"Ya daffa takut aja kalo kiya deluan kecantol laki-laki arab bun"


"Wahahahahah" pecah ketawa bunda


"Makanya banyak berdoa aja daff semoga selalu di dekatkan hati nya, berdoa untuk jaga hati hanya untuk mu" ucap bunda pelan.


"Tapi bun...."


"Huss gak ada tapi-tapian.... selamat menikmati waktu enam bulan he he"


"Iss bundaaa" ucap daffa tersenyum.


...-----------------------------------...


ALHAMDULILLAH SDH UP


MAAF JIKA ADA YG TAYPO MASIH MASIH LAMA BELUM GANTI 🤗 JADI RADA EROR KAYPAD NYA


TETAP DUKUNG YAA JANGAN LUPA VOTE N LIKE NYA THOR 😚😚

__ADS_1


__ADS_2