Janji Suci Di Tanah Suci

Janji Suci Di Tanah Suci
#24. Dilema Kiya


__ADS_3

tidak lama kami selesai membawa beberapa kue dan roti serta Aqua + Sup Buah.


baru masuk ke dalam ruangan betapa kagetnya aku ternyata itu ka Alif bersama bapak" parubayah.


Ka Alif jadi kami siapkan ini semua untuk dia (Batinku) kenap dia ngak ngabari aku kalau sudah di rumah.


Akupun duduk di sebelah abi sambil mendengarkan mereka berbicara akhirnya sampailah ke bicaraan inti.


"yusuf dan istri ......kami datang kesini bermaksud ingin melamar kiya sebagai calon istri dari alif anak saya" ayahnya alif menyampaikan masuk kedtangannya.


bagaikan mimpi secepat ini kah.. oh tidak tidak bukan tadi kami hanya ingin jalan jalan tapi kok malah melamar begini, kenapa ka alif gak kompromi dulu sama aku (Bicara dlm hati)


tidak lama lamunan ku di buyarkan dengan bicara nya umi ke pihak ka Alif


"Kami sebagai orang tua dari kiya menyerahkan keputusan nya kepada kiya, kami hanya mendukung dan mendoakan yang terbaik"


"Ya Allah beri lah hamba Mu petunjuk, hamba harus jawab apa" Bantinku


"Bagaimana nak Kiya dengan lamaran kami?" Tanya ayah alif


"Ayah, , ka Alif .... ini terasa mendadak bagi saya, saya tau mungkin ka alif ingin ta'aruf sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius, karena memang pada dasarnya kita belum saling mengenal jauh, hanya sebatas atasan dan bawahan, tapi semua ini kasih saya waktu untuk berpikir paling lambat insyaAllah besok saya kabari lewat abi"


sungguh panjang sekali seperti UUD ๐Ÿ˜Š, tapi tetap ini mendadak menurutku, sejak kapan dia taruh hati sama aku atau apalah itu.


"Baik lah nak kiya ayah sih oke oke aja, bagaimana dengan mu alif?" tanya ayah


"Bismillah ... saya terima apa pun keputusan ade dan saya tunggu kabar baiknya besok" jawab ka Alif dengan sangat tegas.


apa ka alif panggil aku ade (senyum gula deh aku)

__ADS_1


" aduh jangan teggang begini dong... he he ayo ayo di santap dulu kuenya itu buatan kiya loh" sahut umi di sela perbincangan kami, untuk mencairkan suasana.


akhirnya kami semua menikmati hidangan yang ku bawa sesekali abi dan bercanda gurau mengenang masa lalu nya.


beberapa Jam Kemudian


"Baiklah yusuf kami mau pamit dulu, tidak enak terlalu lama ibunya sendirian di rumah (senyum ayah yang tulus)"


"iya iya tidak apa apa, kita kan bisa berjumpa lagi nanti"


"tidak usah antar kami yus, umi...kiya ..... kami pamit dulu, Assamualaikum"


"Wa'alaikum salam" jawab kami serempak.


setelah kepergiannya akupun langsung membantu umi untuk membereskan semua hingga bersih dan pamit untuk ke kamar deluan.


"aah empuknya (menjatuhkan diri ke spring bad nya)" ada apa dengan ka alif kenapa tiba tiba dia datang melamar ku, aku jadi bingung harus jawab apa memang aku merasa deg deg jika ada dia, apa selama ini dia memberikan perhatian ke aku karena dia suka... tidak tidaak, kenapa tadi tidak ku tanyakan alasan dia melamarku ah payah.


"umii .... kiya ikut sholat ya" tanyaku


"iyah... ayo sini tunggu abi, sedang ambil air whudu" jawab umi.


"Wah ada kiya juga... ayoo kita sholat dulu rapikan shaf nya" jelas abi.


Skip


setelah selesai sholat kami semua berunding di dapur ya sekalian menyiapkan serapan.


"Bagaimana kiya keputusan mu" tanya umi

__ADS_1


"Masih Dilema mi" jawabku sekena nya.


"loh loh kok dilema sih kiy, memang semalam tidak minta petunjuk sholat Istikharah?"


"maaf umi.... kiya terlalu banyak bepikir sampai akhir nya ketiduran" jelas kiya


"kiya minta pendapat umi sama abi deh" ucapku berlalu melirik abi (abi sedang menikmati teh nya)


"menurut pendapat abi yaa.. nak alif itu anak yang baik selama abi kenal dia, dia pekerja keras dan ahlak nya baik, dia tidak pernah berkata kasar walapun terkadang dia cuek atau bersikap dingin" abi memberi penilaiannya ke ka alif menurutku bukan suatu hal yang buruk.


kita simak pendapat umi.


"umi sih serahkan semua keputusan kiya, dan umi selalu doakan yang terbaik untuk kebahagian kiya, umi menerima pilihan mu apa pun itu sayang" umi ini sangat netral


"Terima kasih abi umi atas pendapatnya, Bismillah kiya terima lamaran nya" jawabku dengan hati yang mantap.


"alhamdulillah" jawab umi dan abi.


"Kami akan kabari pak rifki kalau begitu, bagaimana ky" tanya abi


"iyah abi... bukan kah lebih cepat lebih baik" jawabku malu malu.


akhir nya kegundahan hati ini terselesaikan.


...----------------------------------...


Bagaimana kah selanjutnya yuuk kepoin trs....


Salam Hangat dari saya, buat kalian yang trs baca novel aku ๐Ÿ˜

__ADS_1


ยคยค


__ADS_2