Janji Suci Di Tanah Suci

Janji Suci Di Tanah Suci
#46. KEPUTUSAN ALIF


__ADS_3

Kan sudah ada calon mantu bun he he he"


Dasar bucin, bini orang mau di jadikan mantu, he he daffa daffa, Semoga aja yah nak "Batinku"


***


DI KEDIAMAN ALIF


Istri macam apa itu alif, pergi tanpa izin suami, pergi tanpa pamit ke mertua begitu kah istri yang kamu bangga-banggakan selama ini, dia itu durhaka sama ibu maka nya gak di kasih keturunan. Ibu alif mengopor-ngoporin alif


"Stop bu... alif lagi pusing ini bu, karena permintan ibu lagi - lagi alif bertengkar sama kiya" alif meremas kuat rambutnya yang terlihat fruatasi


Tiyas yang ada di situ hanya berdiam dalam hati nya.


"bagus lah kiya pergi dari rumah, aku akan semakin gesit merebut alif" batin kiya


"jadi kamu salah kan ibu atas pertengkaran mu hah,, BRUK " ibu alif jatuh pingsan membuat alif terkejut dengan siaga tiyas mengambil mobil dan memanggil alif untuk cepat membawa nya.


Alif menelpon rian sang sekretaris nya.


"Rian, tolong kamu handel semua kerjaan di kantor kalau ada masalah segera kabari aku, nanti aku akan telpon lagi" ucapnya alif yang setengah panik melihat ibu nya


"Dasar laki-laki bodoh masuk perangkap ibu sendiri aja gak tau" guman nya tiyas dalam hati


"bu sadar lah bu, sebentar lagi kita akan sampai rumah sakit ... bertahan lah"


setiba di Rumah Sakit


"Dokter tolong ibu saya!!"


Sebelumnya Maaf bapak di mohon tunggu di luar, mohon di urus administrasi nya di loket.


Akhirnya alif pergi ke loket administrasi untuk mendaftarkan pasien ialah ibu nya sendiri.


Tanpa di sadari alif, tiyas lebih dulu masuk keruangan ibu nya dan merencanakan sesuatu.


"Keluarga Pasien atas nama zakia" Teriak suster di pintu IGD


"saya sus, saya anak dari ibu zakia" datang menghampiri suster


" silahkan masuk pak, ada yang ingin dokter sampaikan" ucap seorang suster

__ADS_1


Dalam Ruangan


"Silahkan duduk pak" ucap dokter


"iya dok, bagaimana dok keadaan ibu saya" ucapnya alif dengan raut wajah sedih dia bingung akan ayah nya bila mengetahui keadaan ibu, pasti aku lah yang kena omel.


"Keadaan ibu anda tambah memburuk, penyakit komplikasi yang di derita ibu anda sudah sampai ke jatung jadi saya tidak bisa menjamin kesembuhan beliau, setidaknya kurangin aktivitas dan jangan sampai banyak pikiran" jelas dokter panjang lebar membuat alif diam terpaku tidak bisa berkata - kata lagi.


"Terima kasih dok, saya permisi ingin lihat ibu saya dulu" alif pun pamit ke ruang rawat inap


"iyah pak, silahkan" ucap sang dokter


Di dalam ruangan rawat inap tiyas baru saja tertawa bersama ibu nya alif, tanpa alif sadari.


Ceklek (Suara pintu)


"ibuu...ibu sudah sadar" ucap alif mendekatinya


"Sudah nak, sudah kamu gak usah khawatir ibu sudah baikkan" ucap ibu alif sambil pura-pura lemah


"ibu istirahat aja ini sudah malam biar alif yang jaga ibu di sini" ucapnya penuh rasa cemas.


"sama-sama mas tiyas ikhlas kok, ini sudah malam mas lebik tiyas temanin ibu aja di sini"


"baiklah... kamu bisa rebahan di sopa situ" tunjuk alif ke sebuah sopa


***


Pagi yang indah menyambut, masih dengan suasana hati yang bergelut saat pertama kali mata alif terbangun dia mengingat akan kiya yang pergi dari rumah.


"Sayang di mana kamu" guman nya


"mas alif... cuci muka dulu baru serapan tadi tiyas sempatin beli nasi biar mas gak ikutan sakit" ucap tiya di buat selembut mungkin


"Baiklah tiyas terima kasih yah" lalu pergi ke toilet untuk membersihkan diri


"ibu...pokoknya ibu harus paksa hari ini juga jangan sampai mas alif pergi mencari kiya" bisik tiyas tepat di sebelah ibu nya Alif


krekkk........


"ayo sini mas sudah aku siapin, mas alif makan aja ibu biar aku yang temanin"

__ADS_1


"hemm" hanya berdehem


Setelah selesai serapan alif kembali duduk di samping banker ibunya dan sambil memberikan suapan buah.


"Nak... ibu pingin minta sesuatu kepada mu?"


"Apa itu bu?" alif mulai gelisah


"tanpi janji yah nak, kamu harus turuti ibu dan tidak ada penolakan!"


"InsyaAllah bu,.kalau alif mampu"


"Menikahlah dengan tiyas wanita pilihan ibu nak " sedikit memohon dan menangis, drama ini sudah di setting sama tiyas.


"Tapi bu......."


"suuuttt (isyarat diam) tidak ada tapi tapian, mungkin umur ibu tidak akan lama lagi"


"jangan ngomong begitu bu, ibu akan baik-baik aja"


"Ibu mau kamu menikah lagi dengan tiyas, pilihan ibu tidak akan salah nak dan berikan ibu cucu secepatnya" ucapnya ibu alif terbata-bata


"bu..alif mohon jangan paksa alif untuk nikah lagi" ucap nya tegas


"ya udah kalau kamu tidak mau nurut sama ibu, tapi jangan pernah datang ketika ibu ini meninggal nak"


"iya... iya alif nurut asalkan ibu jangan ngomong seperti itu, apa yang harus alif sampaikan kalau ibu tiada"


"rencana ku berhasil" dalam hati zakia


"Alhamdulillah kalau begini kan ibu jadi bahagia nak, ibu tidak risau lagi setelah ibu membaik kita akan lamar tiyas dan langsung menikahi nya"


Alif hanya mengangguk pasrah atas ke inginan sang ibu, entah kenapa alif tidak bisa kehilangan ibu nya mungkin saja dia sudah telanjur sayang sama ibu tirinya.


...------------------------------------...


ALHMDULILLAH SDH UP LAGI...


TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN NYA 😍 BUAT PEMBACA SETIA JANJI SUCI DI TANAH SUCI


TERUS DUKUNG AUTHOR YAH DENGAN CRA LIKE , KOMEN DAN VOTE 🤗

__ADS_1


__ADS_2