
Semua telah hadir di Masjidil Haram untuk menjadi saksi kebahagian Kiya & Daffa di mana Daffa sudah menyukai Kiya sedari awal ketemu penantian nya tak sia-sia meski Kiya seorang janda, Daffa berjanji akan menjangga dan membahagiakan Kiya.
"Semua saksi sudah siap "ucap seorang penghulu dengan bahasa Arab
"Sudah siap ucap keluarga umi Yasmin"
Pak penghulu pun memulai ijab kabul nya dengan bahasa Arab.
"Arab-latin: Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti Annisa Sanati Azkiya alal mahri Emas 20 grm hallan"
Dengan cepat Daffa menjawab
"Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq"
"Alhamdulillah (batin nya)"
Penghulu pun melihat ke saksi serta keluarga pernikahan Sah dan semua nya mengucap hamdalah.
Setelah selesai akad nikah umi Yasmin dan umi Kiya menjemputnya, sungguh cantik walau Kiya memakai cadar aura nya kembali bersinar semua mata menatap haru dan bahagia atas pernikahan Kiya.
"Kiya...kamu sudah sah jadi istri nak daffa" umipun menyerahkan tangan Kiya ke Daffa dengan kalimat itu.
__ADS_1
"Tolong jaga dan bahagiain anak umi ya" senyum umi penuh haru menatap putri dan menantu nya.
"Pasti umi" jawab ku mantap menyakinkan umi bahwa aku lah laki-laki yang tepat untuk Kiya.
Setibanya di Hotel
Daffa memboyong Kiya ke hotel, Daffa ingin memulai pendekatan dengan Kiya, dia ingin kenal lebih dekat apa lagi selama enam bulan lama nya mereka tidak bertemu.
"Ada apa dengan muka mu de? tanya Daffa yang melihat Kiya cemas
"Hemm gak apa-apa kok ka" Kiya seperti menyembunyikan sesuatu
"Jangan takut, aku membawa ke hotel bukan untuk nagih malam pertama hehe"
"Kita pacaran yuk de, kita saling bercerita pengalaman selama enam bulan terpisah, apa selama itu Ade merindukan ku atau ngak?"
Dengan wajah senyum serta malu -malu Kiya memandangku dan rasa nya ingin ku lahap hari ini juga.
"Lah dia malah senyum-senyum..awas kesambet" aku pun gayain Kiya biar gak teggang pada hal si adik kecil yg mau teggang hahaha uppss
"Ganti baju dulu gih... itu di dalam koper sudah ada baju serta perlengkapan laiin nya"
__ADS_1
Kiya pun mulai mendekat lebih dekat hingga gak ada jarak antara kami.
Bruk.... (Kiya langsung memeluk Daffa)
"Aku kangen banget bahkan merindu, biarkan aku memeluk mu sebentar ka"
"Lama - lama juga gak apa dek, tapi Kaka takut khilaf hemm"
Akupun mengangkat kepala nya untuk melihat ku "Karena Allah kita bisa di tahap ini, Kaka mencintai mu de" tidak lupa ku daratkan ciuman di kening, pipi dan hidung mancung nya.
"Nanti malam lagi yah" bisik ku di telinga nya sambil berlalu Ke toilet.
----
Sungguh aku gak percaya akan menjadi seorang istri lagi. Aku merasa benar benar sudah telepas akan bayangan masa lalu aku bertekad akan memulai hidup baru.
Setelah acara akad nikah di gelar di Masjidil Haram membuat ku terharu ke inginanku Janji Suci di Tanah Suci di Jabah oleh Allah SWT.
"Alhamdulillah,terima Kasih banyak ya Allah Ya Tuhanku, setelah ujian yang kau berikan ada pula nikmat kebahagian yang Kau Janjikan"
Aku mengucap rasa syukurku.
__ADS_1
Aku mengikuti ka Daffa ternyata kami tidak Kerumah umi Yasmin melain ke hotel tempat keluarga ka Daffa menginap.
Wah wah kenapa aku langsung di bawa ke hotel atau jangan-jangan, duh gimana ni aku kan belum siap.