
Apalah arti sebuah hubungan yang baru di bina baru di terpa ombak saja audah goyah, bukan aku yang goyah tapi hati nya yang goyah !!
Drrtt Derrttt ( Getar suara hp)
Nama yang tertera "Ayah Mertua"
"Ayah" Guman ku
"Assalamualaikum yah"
"waalaikumsalam kiy" balasnya di balik telpon
"Ayah sudah pulang? bagaimana kabar ayah sehat ?"
"Alhamdulillah sehat nak... kiya bisa kita bertemu sebentar si di Caffe Mix" tanya ayah langsung. Kenapa ayah tidak menanyakan ke beradaan ku apa ayah tau soal kepergianku
"kiya...kiya" sahutnya mengaggetkan ku
"ah iya ayah... bisa-bisa jam berapa ayah?"
"Jam 10, ayah tunggu di sana yah nak"
"siap yah... kalau begitu kiya mau siap-siap dulu"
"Ayah tutup dulu ya kiy telpon nya, assalamualaikum"
"Waalaikumsalam "
Ada apa dengan ayah, ah sebaik nya aku cepat cepat bersiap ini sudah mau jam 10, Selesai bersiap akupun memesan gojek untuk sampai ke caffe tersebut, rupanya ayah sudah lebih dulu di dalam.
"Assalamualaikum ayah" salamku sambil menyalami punggung tangan nya.
"Waalaikum salam kiya" jawab nya dengan wajah yang sedih
"Ayah... ayah baik-baik aja?" aku khawatir karena wajah ayah yang terlihat pucat.
"ayah baik-baik aja kiya (sambil tersenyum)"
__ADS_1
"ayah beneran baik-baik aja, muka ayah pucat gitu kalau ayah sakit biar kiya antar ke klinik yah"
Belum sempat ayah menjawab dia sudah menangis di hadapanku, aku pun semakin khawatir dengan sikap ayah.
"ayah... apa ada masalah sampai ayah nangis begini"? akhirnya aku memberanikan diri bertanya pada ayah
"Maafkan ayah kiya, ayah tidak tau kalau kamu menderita selama tinggal bersama kami, maaf ayah juga sudah gagal mendidik alif untuk jadi suami yang bertanggung jawab" ucap ayah terhenti -henti menahan amarah yang di pendam
"Ayah gak perlu minta maaf yah, kiya tambah sedih lihat ayah seperti ini" akupun meneteskan air mataku sesak melihat ayah memohon di depan ku
"Kiya kenapa kamu pergi meninggal rumah, kamu tau kiya dengan kepergian mu hari ini alif melangsungkan Akad Nikah nya dengan tiyas"
Duaaarr
Rasa tersambar petir di pagi hari, berharap mas alif akan menjeputnya dan meminta maaf yang di harapan malah jadi duka, duka teramat dalam.
Tidak sanggup lagi bicara, tenggorokan pun rasa tercekik "ya Allah kuatkan hamba MU" doaku di sela tarikan nafas.
"Kiyaa... sabar nakk .. ayah sudah mencegahnya tapi alif tetap pada pendirian akan menikah dengan tiyas, maafkan ayah kiya"
Ingin Rasanya aku nangis sambil triak tapi aku masih punya malu dimana sekarang aku berada.
"Ayah akan kembalikan kamu ke Abi dengan baik-baik tanpa adanya suami kamu, bagaimana keputusan mu sekarang nak kiya, ayah tidak akan memaksa untuk tetap bertahan dengan alif, ayah akan selalu dukung ke putusan mu"
"Kiya Menyerah yah, mungkin kiya salah memilih"
"Kalau begitu tenangkan pikiran mu, ayah sudah pesankan makan untuk mu nak, ayah belum ada makan begitu di balikpapan karena kaget liat rumah penuh dekor" ucap ayah sedikit memelas
ini mah salah, maunya makan dulu baru acara termehek-meheknya kalau beginikan aku sudah gak selera makan.
"iya yah... kiya akan temani ayah makan"
"kamu juga harus makan kiya"
Benar aku harus makan , karena pura-pura bahagia itu butuh tenaga
Setelah makan ayah memberikan aku Surat serta sertifikat bangunan, kata nya itu kado pernikahan aku yang sempat tertunda, benar surat itu mengatas namakan ku selaku pemilik tanah dan bangunan.
__ADS_1
"Ayah tidak perlu repot-repot, ayah sudah baik dan anggap kiya seperti anak aja sudah alhamdulillah yah" akupun tersenyum agar ayah tidak begitu khawatir tetang ke adaanku.
Kamipun jalan ke kos-kosan mengambil barang barangku yang hanya sedikit tidak lupa aku juga pamitan dengan bunda.
"Bunda.. kiya pamit ya oh iya bun salam buat ka daffa tolong sampaikan kiya titip doa " ucapku penuh senyum tulus dan sayang sama bunda.
SKIP
Alhamdulillah sampai juga di rumah, tidak tau kenapa air mata ini tanpa permisi sudah turun padahal aku berusaha menahan agar tidak terlihat rapuh di depan abi umi.
"Ayo nak kita masuk"
Aku hanya mengangguk tidak mampu membuka suara.
"Assalamualaikum'
Took Took tokk
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Jelas sekali suara wanita yang aku rindukan
"Uumiiii " berlari memeluk umi dan menangis sejadi-jadi nya
"ayo masuk dulu mas, Abinya masih di kamar mandi"
Akupun pergi langsung ke kamar menumpahkan semua amarah, emosiku yang sempat terpendam.
"abi...ada tamu tuh"
"siapa?"
"Besan kita, bawa kiya pulang kerumah"
...------------------------------...
Alhamdulullah... Masih tetap bersyukur atas Nikmat sehat yang Allah berikan.
__ADS_1
Terima Kasih buat pembaca setia aku 🤗😘😘 Tetap terus dukung yahh Like + Komen + Vote nya 😊🤗