
wa'alaikum salam" ucap para ibu ibu sosialita
"nah ibu ibu kenalkan ini menantu saya kiya... kiya sini sayang" ucapnya penuh kepalsuan awal mula yang bagus bu tapi kiya tidak tau apa rencana mu setelah ini ibu.
"sayang... mas naik dluan yah mau bawa koper kamu" ucap mas alif
"iyah mas nanti aku nyusul" jawabku sambil tersenyum
"jangan lama - lama yah" bisik nya sambil mengkedipkan mata sebelah
"ihh mas sana sudah.. tuh ibu udah manggil" jawabku lalu pergi menemui ibu
"nahh ibu ibu .. kenalkan ini menantu saya" ucap ibu sambil tersenyum
"wah cantik yah"
"duh kalemnya"
"duh jilbab nya panjang amat apa g panas neng"
ucap para ibu - ibu sosialita yang memakai baju minin di usianya nya yang terbilang lansia he he "astagfirullah" batinku
" ibu - ibu perkenalkan saya kiya.... mohon maaf saya pamit ke atas dulu mau besimpun" ucapku lembut serta senyum tidak lupa
akupun pergi ke kamar untuk menyusul mas alif pastilah dia ke susahan membawa koper yang sangat besar
"maaf mas pasti cape yah" ucapku yang melihat mas alif becucuran keringat
"ngak juga sayang tadi ada pale budi yang bantu" ucapnya sambil tersenyum
"sayang kasih mas energi kembali dong.." sedikit memelas
baru saja aku mau bilang tiba tiba mas alif mencium bibirku tanpa ampun, akupun yang mendapat serangan mendadak kaget.
__ADS_1
"mass ini siang bolong... lebih baik mas sholat zuhur dulu kemudian makan, aku akan memasaknya di bawah" ucapku mencari cara agar bisa kabur.
"terus kamu gak solat sayang" ucapnya dengan alis di naiki
"iyah setelah masak ... akupun menyusul mas"
"baiklah kalau begitu" mas alif berdiri sambil mencium keningku
***
Prov Alif
Aku merasa ada yang aneh dengan kiya semenjak kepergian kami dari hotel, sepertinya dia memikirkan sesuatu yang aku gak tau, harus aku bertanya langsung yah.
akunpun mengantar nya kerumah abi ya abinya kiya... sungguh haru aku melihat perpisahan mereka padal masih tinggal di lingkungan sama.
kami akhirnya pamit untuk pulang, sesampai nya di depan rumah betapa terkejutnya istriku melihat banyak mobil apa yang di takuti nya sampai be ekpresi begitu.
oh ternya teman - teman sosiaitanya ibu, tapu untuk apa ibu mengundang mereka tepat di hari kepulangan kami, ibupun memanggil kiya... aku yang tak tau ada apa dengan ibu dan kiya akhirnya memilih naik deluan.
"mikir apaan sih siang bolong begini" batinku
aku terus menggodanya karena ini menjadi kegiatan baru untuk ku, melihatnya dari dekat rasa ingin ku kurung di kamar.
dengan berat akupun melepaskan ciumanan ini karena ingat dengan kewajiban sebagai umat islam.
"ya sudah sayang aku masuk dulu jangan lupa bikin makanan yang enak" ucapku ketika dia di ambang pintu
"iya iya mass aman pokoke" balasnya sambil menutup pintu.
****
Ibu Mertua
__ADS_1
Kira kira enaknya hari pertama kiya di apain yah... aku harus mencuri perhatian alif biar alif berpihak ke padaku.
ehh yang di pikirkan orang nya sudah turun ke dapur pasti lagi buat makanan untuk alif.
"kamu ngapain di sini" ucapku ketus membuat dia gak tahan tinggal di rumah ini
"mau masak untuk makan siang bu... ibu mau di masakin apa" ucapnya ramah ah aku gak bakal luluh
"saya tidak sudi makan masakan mu" dengan sedikit berbisik aku berbicara karena takut di dengar alif
"kenapa ibu bisik bisik takut ya kedengan yang lain jika ibu sedang bully saya" ucapku tegas karena aku gak terlihat lemah hanya sabar aja mungkin aku mengimbangi permainan ini
"hah siapa yang takut saya gak..gak mungkin" ucap ibu sedikit meninggikan suara nya
"ada apa ini... kok ibu teriak teriak" tiba tiba mas alif datang dan mendengar keributan di dapur
ibu lari ke kahadan mas alif sambil menangis bombay dan sandiwara apa lagi yang ibu lakukan.
"hiks hiks istri mu nak... istri mu membentak-bentak ibu nak !!" ucap ibu yang ingin mengadu domobaku
"Tidak mass.. itu tidak benar aku hanya ingin masak untuk makan siang, tidak membentak ibu" ucapku lemah lembut agar terdengar enak di telinga nya
"tapi kenapa ibu sampai menangis hemm" balasnya kembali
"mas.... aku tidak tau kenapa ibu menangis,.emang mas dengar suara kiya bentak-bentak ibu" akupun mejawabnya
"tidak... sekilas aku hanya mendengar suara ibu berteriak " ucapnya polos
"hiks hiks...hiks istri mu memang pandai bersandiwara lif....
"IBU" ucapnya tegas rahang nya mengeras
...-----------------------------------...
__ADS_1
Halo Pembaca setia aku...
salam Hangat dri saya 🤗🤗🤗