
Sepertinya aku harus desak mami biar cepat cepat nikahkan aku dengan alif, iya.... seperti nya cara ini ampuh untuk menjauhkan kiya dan alif dan aku gak mau kehilangan dia secara alif tajir begitu (senyum licik di wajah tiyas).
"Pagi mami...." sapaku liat mami sudah di meja makan
"pagi juga sayang, ayo serapan " ajak mami
"iyah mami.... emmm mih tiyas boleh minta sesuatu gak" tanya ku penuh hati... biasanya selalu di turuti karena aku anak tunggal.
"tumben pagi pagi sudah ada yang di mau" jawabnya mami penuh heran
"iyah miih hehe tiyas jadi malu mau ngomong nya"
"emang apaan sayang" mami mulai penasaran
"miih...bisa gak mami desak ibunya alif untuk nikahin tiyas mi"
"Apaa...! mami gak salah dengar tiyas kenapa kamu ngebet banget apa jangan .... jangan" curiga mami....
"bukan miih... tiyas cuma gak rela aja kalo dia sama yang lain" jawab ku jujur karena ku tau pasti mami bakal nuruti aku
"nanti mami telpon ibu nya alif" tuh kan apa ku bilang gak ada yang tidak untuk ku haha (seyum licik)
" Ya udah miii....tiyas ke kantor dulu ... di tunggu kabar happy nya lo mih 😁"
"iya iya nanti mamih kabari... sono gih udah siang" ..... usir mami.
***
Kenapa anak ku pingin cepat nikah apa dia mulai bosan dengan dunia malam nya, tapi gak papalah, aku harus nelpon ibunya alif.ku tekan no hp dan terhubung
__ADS_1
"tuut tuuut tuut" suara terhubung panggilan
"Assalamualaikum eh jeng vira, ada info apa ini jeng" jawab telpon di sebrang sana
"walaikum salam jeng ... ini loh aku mau ngomong sesuatu langsung di telpon aja tidak apa apa kan" tanyaku penuh hati hati.
"oh iya sampaikan aja jeng tidak apa apa santai aja pian ini seperti sama orang lain aja" jawanya
" saya ingin menjodohkan anak kita .... sepertinya tiyas suka sama alif.. bagaimana jeng" ucapku penuh semangat semoga di respon dengan baik.
"maaf ... maaf sekali jeng... urusan memilih jodoh saya serahkan ke alif karena dia tipe anak yang punya pendirian dan juga udah punya pilihan.." jawab nya langsung nolak..ya penolakan yang halus.
"apa pian sudah tau pilihan nya siapa?" tanyaku penuh penasaran.
"belum jeng vira.... mungkin belum saat nya.. saya juga mau nya kita besanan tapi apa kata alif saya gak bisa ngelunjak"
" tapi jeng vira saya pastikan tiyas akan menjadi menantu saya tunggu aja waktunya" ternyata ibunya alif licik juga aku suka caranya.
"oke deh jeng di tunggu kabar nya yah... kalau begitu saya tutup dulu jeng"
"ia jeng vira.... assalamualaikum"
"walaikum salam" jawab ku dengan senyum menawan...
sebenarnya aku juga tidak ingin memaksakan tapi demi putri kesayangan apapun ku lakukan.
#Prov Kiya
Alhamdulillah Aku masih bisa menikmati Awan Senja...
__ADS_1
tidak lama terdengar suara azan magrib berkumandang.......
aku mencari masjid terdekat dan mampir sejenak untuk menunaikan kewajiban .... setelah selesai akhirnya aku kembali pulang...ternyata cukup lama aku di pantai piknik sendiriann he he.
sebaiknya aku pulang umi dan abi sudah menunggu. 1 jam perjalanan akhirnya sampai juga.
"Assalamualaikum" salamku memasuki rumah dan menaiki tangga ke lantai 2 di sana sudah ada Abi, umi dan ka alif.. kok ada ka alif di sini ( alis kiya mengkerut heran)
" kenapa malam betul baru pulang" tanya abi yang khawatir.
"maaf abi.... kiya tadi menunggu senja baru pulang" jawab ku yang jujur serta senyum yang tulus.
"ini loh nak alifinungguin kamu dari dia pulang kerja" Jelas abi menerangkan... Apaa dia menungguku untuk apa.
"kiya aku ingin bicara boleh tapi di bawah" tanya ka alif padaku.
"boleh ka .... tapi kiya mau mandi dulu ya ka" izinku yang sebetul nya gak perlu izin juga
" hemmz... iya saya tunggu"
aku pun berlalu pergi dan mandi setelah 25 menit aku kluar kamar sudah menggunakan baju long dress serta jilbab khimar ku.
"ka Alif... saya sudah siap...kata nya ada yang ingin di omongin" aku membuyarkan lamunannya.
"oh iya... Abi Umi saya mau izin ngobrol sebentar di bawah" izin nya kepada umi abi.. ahh suami idaman memang... senyum senyum ku.
...-------------------------------------...
maaf ya guys baru di up ...
__ADS_1