
tiba -tiba di sela obrolan kami ada pria bertubuh tinggi dan badan yang sangat bagus mengahampiri kami.
"Assalamualaikum umi" sapa lelaki itu
cukup lama umi terdiam dan akhirnya......
" bang Adim " teriak umi sambil pergi memeluk lelaki itu dan menangis.
"ayo masuk bang... oh iya ini umi mau kenalin calon ade ipar kamu"
"Adim abang nya kiya..... saya Alif " jawabku kami pun saling berkenalan dan akhirnya aku memutuskan untuk menanyakan dimana kiya berada mumpung masih pagi ...kemudian.
"apa kamu akan menyusul kiya" tanya nya
"iya bang saya ingin menyusulnya" jawab nya ku yang pendek
"boleh saya ikut dengan mu" tanya nya lagi
"boleh bang.... kalau begitu bareng sama saya aja bang" ajak ku ke pada bang adim
Kami pun pamit dan pergi dari area toko, sewaktu di perjalanan bang adim banyak becerita tetang masa kecil nya kiya, kehadiran seorang anak perempuan yang di tunggu tunggu dalam keluarga besar pak yusuf, dia juga menceritakan kiya ade kesayangannya dan bang adim juga mengenang masa kecil nya bersama kiya, di mana kiya sangat ingin pergi ke Makah atau arab saudi sampai dia berangan angan akan menikah di sana.
Aku hanya menyimak semua omongan bang adim yang membuat ku tertarik untuk mendengarkan nya.
tidak terasa selama kami mengobrol tiba di depan hotel tempat mereka menginap.
"Permisi mba, ada kamar atas nama rierie" tanya bang adim ke Reception hotel.
"mohon di tunggu ya pak, saya cek dulu" jawab mba tersebut.
__ADS_1
"baik mba" jawab nya
"ada pak.... di kamar 404"
"bisa di telpon kan sampaikan ada tamunya bernama alif menunggu di lobby" jelas bang adim memakai nama ku untuk umpan.
"Baik pak..saya akan sambungkan"
"Terima Kasih mba"
*****
pagi pagi sekali aku pergi kerumah umi, aku melihat laki laki sedang berbincang dengan umi di jam segini apa dia pelanggang umi, akupun menyapa umi.
Umi kaget melihat ku, dengan wajah yang senduh, aku menyalami umi, ternyata laki laki yang sedang bicara dengan umi adalah calon ade iparku alias calon suaminya kiya.
Ternyata kami punya tujuan yang sama, "alhamdulillah" Batinku. Kami pun pamit ke umi untuk menemui kiya dan aku juga tau kalau dia bersama rierie.
Sampai lah kita di hotel sesampai nya kita langsung menanyakan ke receptionis dan mereka akan menghubungkannya, sengaja aku memakai nama alif untuk memancing rierie keluar.
20 Menit Kemudian (Lobby Hotel)
Aku melihat kiya berjalan dengan rierie dan anak Perempuan usia sekitar 4 tahunan lah,.spertinya mereka tidak melihatku karena aku yang memakai Masker serta kaca mata hitam.
"assalamualaikum ka Alif, kok pagi pagi sudah kesini ka?"
"Wa'alaikum Salam, tadi nya mau ngajak jalan pagi sekalian cari serapan ternyata ade tidak ada di rumah hehe (mengaruk bagian kepala yang tidak gatal)"
"Kenapa gak telpon kiya dulu ka, kan bisa di kabari kalau kiya ada di sini!"
__ADS_1
"Maaf de, kaka disni gak sendiri kok..."
Belum selesai Alif bicara bang adim membuka kaca mata dan maskernya betapa terkejutnya kiya dan rierie kecuali putri nya.
Rierie pun cepat cepat pergi dari lobby dengan alasan.
"Maaf kiy... mba tinggal dulu mau arahkan anak -anak untuk serapan sebelum acara pembukaan di mulai" jelas rierie kepada kiya
"Baiklah mba... nanati kiya menyusul mbaa.... byee putri makan yang banyak yah sayang"
"Abang... Kapan abang datang waah abang kasih kejutan ke kiya yah (cengirnya tanpa dosa)"
"kamu gak salim sama abang mu ini heh, malah cengir cengir begitu"
"oh iyaa bang maaf... (sambil mengulurkan tangannya dan berkata) ingat lo bang kiya masih marah sama abang"
"abang mau minta penjelasan dari mu de" tanyaku ke kiya
"Apa yang perlu kiya jelaskan bang, sedangkan orang yang lebih berhak menjelaskan ada di sini" jawabnya seperti enggan memberitahu ku
Alif yang melihat hanya diam, bingung karena dia di cuekin
"Ka Alif katanya tadi mau cari serapan?"
kiya mengalihkan pembicaraanku, dan aku sempat kalau di sini juga ada alif
...------------------------------------...
TERIMA KASIH Buat teman teman sesama Penulis yang sudah mampiri Karya aku 😘.
__ADS_1
Maaf Jika masih banyak yg typo.