
Kiya yang mendapat telpon dari umi pun sudah sepenuh nya bangun dan pergi mengisi perutnya yang kroncongan.
"Mba ada makanan berat gak?" tanya ku pada salah satu karyawan cafe di hotel ini.
"Adanya Nasi goreng bu" jawab salah seorang
"Iyah deh mba gak apa" ucapku yang hendak berbalik tiba-tiba menabrak seorang laki-laki, aku hanya tunduk dan bilang
"Maaf pak, saya tidak sengaja"
"Sengaja juga tidak apa-apa kok"
Akupun langsung mendongak melihat siapa pria itu ternyata.
"Ka Daffa"Seru ku yang senang juga kaget
"Mba saya juga pesan nasi goreng yah"
"Iyah pak" Jawab karyawan
"Mau makan bareng gak kiy?"
"Boleh" senyumku nampak malu-malu
Setelah kami dapat tempat duduk yang pemandangan nya langsung ke jalan membuat kami terdiam.
"ehem" ka daffa berdehem untuk menghilangkan kecangungan antara aku dan dia
"Eh ka daffa kenapa, keselek yah? tanya ku yang pura-pura bodoh
"Iyah keselek udara" jawab nya acuh
"Ha ha ha gitu aja langsung masem muka nya ka daffa... oh iya kok kaka ada di sini juga sih"
"Lagi ada kerjaan aja, besok juga sudah pulang kiy"
Kerjaan bukan kah ka daffa kerja di Bank tapi kok suka keluaran gitu yah.. ah gak tau ha itu urusan dia.
"Kiy ..kamu melamun, apa aku begitu menawan yah sampai kamu lamunin" ucapnya dengan percaya diri
"Idiihh pede amat si ka daffa, ka daffa bawa mobil sendiri?"
"Hidup itu harus percaya diri dong kiy... iyah saya bawa mobil emang nya kenapa?
"Pingin nebeng si ka tapi besok masih mau ngumpul sama teman" ucapku memelas
"Emang kamu mau pulang hari apa?"
"Lusa pagi ka"
"Iyah bareng aja, asal pagi selepas sholat subuh gimana?"
"Itu sih lain pagi tapi emang masih subuh"
__ADS_1
"Permisi pak..bu ini nasi goreng nya" ucap pelayan yang menaruh makanan di meja
"Terima Kasih mba" ucapku bareng ka daffa
Akhirnya kami makan dalam diam, karena aku sudah lapar banget tidak sampai 15 menit makanan di piring sudah bersih, aku pun memesan nugget dan jus alpukat.
"Kamu makan tadi baca doa kiy" tanya ka daffa memincingkan mata nya
"Baca ka dalam hati..kenapa emang ka?"
" he he kamu makan seperti orang kesurupan" ketawa lepas
"Karena kiya memang lapar ka, maklum menghirup bebas nah ka"
"Iya tau tau yang sudah memyandan status j---"
"Stopp kaa... oke kita pulang subuh"
"Assalamualaikum ka ..aku balik ke kamar dulu yah"
"Iyah.. kiy met malam waalaikum salam"
****
Pov Daffa
Duh ini mulut asal ceplos aja.. apa kiya tersinggung ya dengan ucapan ku, duh jadi gak tenang gini telopon gak yah ahh apa wa aja kali.
Kiya sudah tidur kah?
[Terbaca]
"Belum ka, kenapa?
"Maaf yah soal tadi..saya tidak sengaja"
"Kenapa minta maaf si ka, emang kenyataan kiya sekarang janda kan"
"Kamu masih marah ya kiy?"
[Terbaca]
[Mengetiik]
"Ka kiya tadi tuh buru-buru mau ke toilet sudah gak tahan takut kelepasan di depan kaka 😁"
"ih kamu jorok kiy 😂. ya udah kalau begitu tdr gih"
[Terbaca]
Ya ampun kiy cuma di baca doang, hehe aku kira dia tadi marah sama aku sekalinya mau buang angin hahaha ternyata kamu bisa ngelucu juga.
Daffa yang banyak kerjaan itupun memberitahukan orang ke percayaan bahwa besok dia tidak jadi pulang, kerjaan yang tertunda besok akan di selesaikan sendiri.
__ADS_1
***
Di Kediaman Alif.
Alif yang sudah mulai aktif bekerja jadi jarang ada di rumah hanya menyibukan diri dengan berkas yang menumpuk.
Sedangkan tiyas, dia sendiri sudah pulih walau dia tau betapa keweca nya alif atas perilaku tiyas yang suka minum dan rokok, tiyas belum menyadari ada nya cctv di setiap sudut rumah, dalam maupun luar.
Selama alif dan ayah pergi bekerja tiyas dengan leluasa menyuruh ibu layaknya pembantu.
"Bu cepatan dong bu, kok lelet banget si bu? betak kiya kepada ibu mertua
"Apaan si yas nyuruh-nyuruh ibu terus, di belakang kan ada bibi tinggal panggil aja" ucap ibu tidak terima dengan perintah tiyas.
"Bu..tiyas itu mau nya ibu yang ladenin dan layani tiyas" triaknya tepat di depan muka nya .
Syok wajah ibu terlihat pucat.
"Apa begini cara kamu ngomong dengan ibu tiyas?"
"Eh nene kita ini sama, sama-sama munafik jadi jangan sok baik di depan tiyas cih" ucapnya menunjuk muka ibu
"Tiyas ... ingat kamu di sini karena siapa hah! saya bisa saja memisahkan kalian apa lagi yang di perut kamu itu bukan anak nya alif, jangan kamu pikir saya tidak tau" bentak ibu di depan tiyas
"Ibu jangan ngarang cerita yah bu, ini jelas anak nya mas alif" Tekan tiyas penuh emosi sampai mendorong ibu hingga tersungkur ke lantai
"Nyonya.. nyonya gak apa-apa, ayo nyah saya bantu berdiri"
"Terima Kasih bi" ucap ibu ke pada bi murni
"Ternyata kamu benar-benar sudah sembuh kiya sampai kamu punya tenaga yang kuat mendorong saya"
"Itu balasan yang cocok buat mulut ibu itu, jangan sampai ibu meracuni pikiran alif atau aku bongkar kebusukan ibu"
"Sebelum kamu bongkar ke busukan saya, kebusukan mu lah yang deluan terhendus oleh alif liat saja nanti"
"Ayoo bi antar saya ke dalam kamar"
Liat saja kamu tiyas, kamu salah bermain. Sungguh aku kecewa berat pada mum
"Bi, anggap tiyas orang lain di rumah ini, jangan dengarkan apa mau nya biarkan dia kerja kan sendiri" ucap ku tegas
Biar dia tau posisi nya di rumah ini, kapan saja aku sebenar nya bisa saja usir tiyas tapi aku hanya ingin alif lah yang mengusirnya.
Wanita penipu itu harus di sterilkan.
...-----------------------------...
ALHAMDULILLAH...
MAAF LAMA GUYS ANK SAYA LGI SAKIT MOHON DOA NYA 😊.
TETAP DUKUNG YAH LIKE HADIAH DAN VOTE NYA
__ADS_1