
"Mba siapa anak itu.... apa benar dia anak nya mba tapi kenapa muka sangat mirip dengan bang adim bagaikan duren di belah dua" tanya ku penuh selidik
"duhh dee... tanya satu satu dong".... jawabnya
gini sebelum mba kasih tau siapa dia kamu dengrin dulu cerita mba
#Flashback
5 Tahun yang lalu saat kamu masih remaja alias masih sekolah SMK dan masih mengikuti kegitan taekwondo bersama abang mu.
waktu itu memang mba dekat sama abang adim karena kami satu perguruan dan menjadi pelatih juga, kedekatan kami lebih dari teman tapi kami tidak pacaran, mba satu kampus sama adim di Unmul dan mengikuti banyak kegiatan yang sama jadi kami sering ketemu, setelah lulus kami kembali ke kampung halaman tanah grogot dan membuka cabang pelatihan taekwondo yang kami dirikan bersama teman teman yang lain.
waktu terus berlalu kedekatan kami pun semakin dekat tapi tidak ada kata cinta yang kluar dari mulut abangmu.
saat itu kami di sekretariat mengurus berkas kalian yang akan lomba d samarinda, cuaca malam di sambut dengan hujan deras dan tiba tiba abang mu bilang.
"rie jangan terlalu cape" bilang bang adim
"santai aja dim, ini mah hal biasa" jawabatku sedikit gugup karena melihat matanya yang gak biasa.Hujan terus turun tanpa ada tanda tanda reda.
tiba tiba adim menarik tanganku dan membawa ke ruang istirahat, aku tidak tau ada apa dengan nya kenapa dia begitu memang aku mencintai nya tapi bukan begini cara yang ku mau, dengan takut takut aku bertanya.
"kamu kenapa dim? jangan begini aku takut lihat nya seperti bukan kamu" adim hanya menjawab.
"maafkan aku rie, aku tidak bisa menahannya" hanya jawaban itu yang kudengar trakhir kali
malam itu abang mu merengut sesuatu yang sangat mba jaga, tapi mba ngak bisa marah mungkin karena mba cinta (menangis). Mba kira dia melakukan it karena cinta juga ternyata salah, setelah kejadian itu dia terus menghindar sampai akhirnya dia menikah.
setelah 2 bulan sejak kejadian itu, mba positif hamil... mba gak tau harus kemana orang tua mba pasti akan malu dan marah, mba juga tidak ingin menggugurkan janin yang tidak berdosa.
Akhirnya mba putuskan untuk pergi dari rumah dengan alasaan dapat pekerjaan di sana, mba pergi ke samarinda, mba kerja jual online serta melatih taekwondo.
jadi anak yang cantik rambut panjang tadi adalah keponakan mu de, mba cukup kecewa dengan abang mu.. mba harap kamu tidak kasih tau abang mu.
****
sungguh aku tidak menyangka dengan bang adim, yang selalu ku banggakan yang selalu jadi panutanku sekarang sirna... sungguh ku ingin menjabak rambut nya hiks hiks hiks
"Maafkan aku mbaa..maafkan abang ku mba yang lari dari tanggung jawab" aku menangis sejadi jadinya membayang mba rierie berjuang sendiri
"Tidak apa apa kiy... salah mba yang tidak memberitahu nya di kala mba hamil, saat mba ingin memberitahu nya ternyata dia sudah menikah mba gak mau merusak rumah tangga nya" jelas mba rierie
"aku tidak akan membiarkan itu terjadi.. Masya Allah ponakan ku yang cantik tumbuh dengan baik" ucapku sangat ingin memeluknya
"boleh kiya menghabiskan waktu dengan nya mba... ngomong ngomong nama nya siapa mba" tanyaku
"Reffa Adimsyah putri itu nama nya sengaja mba masukin nama abang mu siapa tau putri nanti mencari keberadaan nya" jelasnya
" besok putri akan tanding jangan lupa datang ya aunty" senyumnya penuh ketegaran.
"aku akan menginap mba di sini mau bermain puas ponakan ku 😊"
__ADS_1
pantesan sampai sekarang bang adim belum punya keturunan dia si menyianyiakan anaknya lari dari tanggung jawab.
"ayoo kita naik keatas kalau begitu" ajak mba rierie
"iyah mba tapi kiya mau pulang dulu ganti baju mba, nanti kiya balik lagi kesini okee mba" jawabku
"okeeh deh aunty.... ini udah mau magrib loh, ngk mba insyaAllah sempat sampai rumah"...
"Bye mbaku yang comel salam buat putri ya... Assalamualaikum" pamitku lalu buru buru pulang
***
sampai rumah, akupun memberi salam dan langsung kekamar mandi serta sholat magrib.
setelah selesai semua aku makan dengan umi.
"kenapa kamu buru buru gitu kiy, mna bawa tas mau kemna?" tanya umi
"umi kiya izin mau tidur tempat mba rierie ya mi.... besok ada pertandingan mi" iya boleh salam buat rierie nak lama gak jumpa dengan nya.
"umi sebenar nya ada yang mau kiya bicarakan tapi nanti saja" ucapku di sela makan.
setelah makan akupun mengambil hp dan menekan no bang adim
truuut truut
"Hallo assalamualaikum ade abang yang cantik, tumben sekali telpon"
basi
"Alhamdulillah abang baik ... kamu sendiri bagaimana?"
"Alhamdulillah sangat buruk, kiya kecewa sama abang" suaraku tercekat menahan air mata
"ah kecewa emang abang pernah apain kamu de,, ada ada aja deh"jawabnya tanpa dosa
aku sangat susah mengendalikan emosiku ku tarik nafas lalu hembuskan
"bagaimana ka nabila apa sdh mengandung bang" tanyaku greget
"Tumben sekali kamu tanya itu biasanya gak pernah, biasa nya ade selalu menjaga perasaanya untuk tidak berttanya begitu" jawab nya dengan nafas yang berat
"kalau abang punya salah dengan wanita lain setidak nya abang minta maaf bukan lari, mana abang yang ku kenal dulu" kesabaran ku mulai habis dan menangis pilihan ku agar lepas semua beban ini.
"kiya kiya... kamu kenapa kok nangis, gak ada panas gak ada hujan eeh malah kamu mewek" umi datang tiba tiba setelah mendengar isakkan ku
"Abang jahat mi abang jahat hiks hiks hiks"
kemudian umi merebut telpon dari ku.
" hallo bang adim, ada apa kenapa ade mu nangis nangis begini"
__ADS_1
" abang gk tau mi, kalau begitu abang matiin...Assalamualaikum"
"walaikum salam"
"kamu kenapa si kiy bikin umi parno aja deh"
"umi kalau tau kebenarannya akan lebih histeris di banding kiya" jawabku lalu pergi mencuci muka.
"umii kiya pamit dulu yah.. mau main sma ponakan cantik" Assalamualaikum
"walaikum salam" jawab umi dengan muka heran
***
#Prov Adim
Di saat asik sedang mancing tiba tiba ada suara telpon dari dalam tas ternyata adeku yang telpon.
"Hallo assalamualaikum ade abang yang cantik, tumben sekali telpon" jawabku dengan gembira
"walaikum salam.. tidak apa apa cuma mau tanya bagaimna kabar abang" kenapa suaranya tertekan begitu
"Alhamdulillah abang baik ... kamu sendiri bagaimana?" jawabku
"Alhamdulillah sangat buruk, kiya kecewa sama abang" ada apa dengan nya.
"ah kecewa emang abang pernah apain kamu de,, ada ada aja deh"jawabku gak ngerti
"bagaimana ka nabila apa sdh mengandung bang" kenapa dia bertanya seperti itu.
"Tumben sekali kamu tanya itu biasanya gak pernah, biasa nya ade selalu menjaga perasaanya untuk tidak berttanya begitu" sedikit kesel dengan nya
"kalau abang punya salah dengan wanita lain setidak nya abang minta maaf bukan lari, mana abang yang ku kenal dulu" Apa yang dia maksud aku semakin bingung dengan kiya ada apa.
"kiya kiya... kamu kenapa kok nangis, gak ada panas gak ada hujan eeh malah kamu mewek" terdengar suara umi, suara yang sangat aku rindukan
"Abang jahat mi abang jahat hiks hiks hiks"
" hallo bang adim, ada apa kenapa ade mu nangis nangis begini"
" abang gk tau mi, kalau begitu abang matiin...Assalamualaikum" enatah kenapa aku takut dan langsung mematikan telponnya
"walaikum salam"
...---------------------------...
jangan Lupa Like dan komen nya ya man h
maaf jika masih banyak yang typo
^^^
__ADS_1