
...Tidak ada penderitaan yang abadi, tidak ada kebahagiaan yang abadi. Kecuali bagi yang pandai bersyukur, selamanya ia akan merasakan kebahagiaan...
***
Tidak terasa waktu terus berlalu, tidak terasa juga sudah sebulan aku di Jeddah lebih tepat nya di rumah umi yasmin, kalian pasti penasaran kan apa saja kergiatan ku selama di sini.
Jadi selama satu bulan ini aku lebih banyak belajar tetang peraturan yang ada di kota Jeddah dari berpakaian sampai berkomunikasi dengan orang, karena aku belum bisa bahasa arab jadi selama di sini aku selalu bawa ajudan alias kaka sepupu aku he he.
Setelah dua minggu aku mempelajari semuanya di ajarkan umi yasmin hanya pokok nya aja aku telateni seperti memakai baju syar'i, jaga pandangan ke laki-laki beda banget kalau di indonesia itu jika kita bertemu teman laki-laki pasti saling teggur walau hanya melempar senyum.
Pertama menginjakan kaki di Negara Arab Saudi ini hati ku langsung berdebar, rasa haru, bahagia semua jadi satu.
Bandara King Abdul Azis sungguh luar biasa, aku hanya pelanga pelongo mencari keberadaan umi yasmin yang akan menjemputku.
Sinkat cerita, jadi setelah 2 minggu itu aku di ajak jalan-jalan bersama umi, dan kami melewati gerbang Mekkah.
"Masya Allah cantik nya" takuasa air mata pun jatuh dari bendungannya, lebih indah dari yang ku bayangin. Ini yang pertama secara live aku melihat Gerbang Makkah
Jadi Gerbang Mekkah( بوابة مكة Bawwābāt Makka), juga dikenal sebagai Gerbang Al-Qur'an ( بوابة القرآن Bawwābāt al-Qurʾān), adalah sebuah gerbang lengkungan monumental di Makkah al-Mukkarramah jalan dari Jeddah–Jalan Raya Mekkah. Itu adalah pintu masuk ke Mekkah dan tempat kelahiran nabi Muhammad – menandakan batas haram kota Mekkah.
__ADS_1
Di dalam mobil hanya aku dan umi yang banyak becerita sesekali kaka sepupu ku ikut gabung, karena ade-ade nya tidak paham bahasa indonesia.
Umi banyak mejelaskan tetang Gerbang Makkah akupun menyimaknya, ilmu baru selalu ku dapat selama di sini.
Aku mencoba beberapa kuliner yang terkenal di sini, ada makanan Matazeez merupakan suguhan tradisional dari Arab Saudi. Hidangan ini biasanya dimasak dengan domba dan sayuran dalam saus pedas ada juga Madfoon terbuat dari daging dan nasi. Makanan ini biasanya dimasak di lubang yang besar di bawah tanah, dengan gaya memasak yang beragam di setiap daerah, masih banyak lagi yang belum tercicipi.
Setelah makan malam kami kembali pulang, sesampainya di rumah umi semua masuk pada kamar nya masing-masing termaksud aku dan khadijah kaka sepupu ku yang umur nya 2 tahun di atasku, dia belum menikah karena masih betah dengan kerjan nya kata nya begitu.
"Kiy kamu betah di sini? tanya dijah
"Alhamdulillah kiya betah, hanya saja masih susah berkomunikasi jika ingin berbelanja keluar" ucapku dengan senyum
يجب عليك ان تدرس
"Insya Allah ukh" ucapku senyum
"Oh iyah ukh kapan kita jalan ke Mesjid Terapung, aku sangat ingin melihatnya"
"Besok pagi, persiapkan diri mu waktu nya kita tidur"
"Baiklah ukh"
Tidak lama kami pun tertidur dengan nyenyak, jam menunjukan sepertiga malam aku yang melihat jam pun langsung bangun untuk mengambil air whudu setelah itu menunaikan sholat tahajud, ku titipkan doa dan rindu ku ke pada Nabi Ku Muhammad SAW betapa aku merasa lebih dekat, Rindu yang mengebu-gebu rasa ingin ke Makkah 😢 langsung, tidak lupa doa untuk ke dua orang tua ku serta jodoh.
__ADS_1
Karena waktu hampir masuk subuh aku pun memutuskan untuk tiduran sebentar.
****
Akhinya dijah menepati janjinya untuk membawa kiya ke meajid terapung, yuk thor kita sama-sama mencari ilmu 😊.
"Terima kasih yah ukh sudah mau ajak kiya ke sini"
"Iyah sama-sama de, kapan lagi kamu main kesini setelah lamanya kita gak jumapa"
Ah benar juga kata ka dijah terakhir ketemu saat usia ku 5 tahun sebelum umi memutuskan untuk menetap di Jeddah.
"Masya Allah" ucap ku terkagum-kagum melihat nya biasa hanya bisa melihat di google atau artikel lainnya.
Ini Masjid Apung Jeddah menjadi salah satu tujuan wisata jemaah haji seluruh dunia. Tak cuma unik lantaran berada di tepi Laut Merah, pemandangan sekitarnya juga tampak begitu indah, terutama di sore hari. Embusan angin sepoi-sepoi dan indahnya kemegahan masjid, membuat para wisatawan dijamin betah berlama-lama termaksud aku he he..
Sedikit cerita jadi Masjid ini saah satu kebanggaan warga Jeddah, Arab Saudi ini punya banyak nama. Dulunya dia dikenal dengan nama Masjid Fatimah. Sekarang nama resmi disandangnya adalah Masjid Al-Rahma. Nama ini sengaja dipakai untuk mencegah kesalahpahaman wisatawan. Ini dikarenakan banyak beranggapan kalau masjid tersebut berkaitan dengan Fatimah, salah satu putri Rasulullah. Padahal sebenarnya tidak ada kaitannya sama sekali, Singkat cerita seperti ini
*****
Mau lanjut lagi jalan-jalan di Kota Jaddah 😊 yuk terus dukung author nya dengan cara Like,Vote dan komen 🤗🤗.
__ADS_1
Alhamdulillah sudah up,Terima Kasih buat pembaca setia karya saya 😍