
MASIH DI KEDIAMAN ALIF
Rumah yang minimalis terkesan mewah itu adalah rumah alif yang di belinya beberapa bulan sebelum adanya pernikahan kedua nya.
Rumah itu sesuai dengan slera kiya tapi belum sempat alif memberitahukan nya ke kiya rumah tangga nya renggang dan berakhir perceraian.
Sampai sekrang belum ada yang tau kalau alif membeli sebuah rumah untuk kiya, akhirnya rumah itu di tempati oleh riyan sebagai asisten pribadi alif.
"Andai kita tidak berpisah sudah pasti kita kan bahagia di rumah itu kiy, bukan kan itu keinginan mu kiy, membangun rumah tangga yang utuh tanpa adanya ikut campur dari orang " Alif yang melamun pun masih belum terima akan perpisahan nya dengan kiya.
Apa lagi sekarang kiya, betul-betul memutuskan kontak dengan nya, menutup semua akun sosmed nya dan memblokir no alif.
"semoga kita bisa rujuk kiya, aku masih mencintai mu .. maafkan aku yang egois"
Penyesalan emang selalu datang belakangan apa yang kini alif ucapkan sudah terlambat.
"sayang, ini minum nya.." tiyas datang membawa minuman soda.
Tidak ada tanggapan dan respon dari alif.
"Mas.... (Triaknya) kamu kenapa sih akhir-akhir ini suka banget melamun"
"Astagfirullah tiyas.. tidak baik teriak di depan suami!" ucapku tegas
"Habis nya mas alif akhir-akhir nya suka banget melamun, masih gak ihklas pisah dari wanita itu" balasnya sengit
"Kamu benar tiyas.... aku masih belum ikhlas karena aku masih mencintai nya, kamupun tau itu!"
"Mas gak bisa kah mas liat aku sedikit aja, aku ini akan menjadi ibu dari anak mu, aku juga butuh kasih sayang mu serta cinta mu mas" ucapnya dengan mata berkaca-kaca
"Tiyas .... mas minta maaf untuk saat ini hati mas belum bisa terbuka untuk mu dan mas masih belajar untuk mencintai mu tiyas" Aku memang sudah menerima kehadiran tiyas di rumah ini dan di sisi ku tapi tetap saja rasanya beda.
"Tolong mas katan di mana kurang nya aku mas...hikss...hikss" tidak lama tiyas jatuh pingsan dan membuat alif kaget serta panik.
"Tiyas sadar tiyas....."
Dengan cepat alif membawa tiyas ke klinik karena alif tidak mau terjadi apa-apa dengan istrinya
Sesampainya di klinik dengan cepat alif menggendong dan membawa tiyas ke IGD.
"Tolong istri saya dok" teriaknya saat masuk pintu
"silahkan pak bawa rebahkan di sini, saya priksa dulu ya pak mohon tunggu di luar"
"Baik Dokter"
Sementara aku di luar dengan gesit aku mendaftarkan dan mengurus administrasinya, setelah itu aku kembali menunggu di depan pintu IGD
"Keluarga Ibu Tiyas"
__ADS_1
"Saya dok..suami nya"
"Silahkan ikut saya keruangan, begini pak saya ingin menjelaskan kondisi istri bapak, ibu tiyas masih hamil muda dan keadaan janin nya yang lemah, saya hanya ingin bertanya apa sebelumnya ibu tiyas suka ngeroko atau minuman keras?"
Alif yang mendengar pertanyaan itu menjadi bingung karena dia tidak tau soal itu.
"Maaf dokter saya kurang tau masa lalu nya"
"oh begitu, baik lah pak Alif saya rasa janin dalam kandungan bu tiyas harus di perhatikan untuk beberapa hari ini saya sarankan untuk rawat inap"
"Saya tidak masalah dokter jika itu yang terbaik"
"Baiklah kalau begitu nanti suster akan urus"
"Terima Kasih dokter"
"Apa maksud dari ucapan dokter, apa jangan-jangan tiyas ada ngeroko selama hamil, aku harus tanyakan itu langsung ke tiyas" ucap alif sambil terus berjalan ke ruang inap tempat tiyas di rawat.
Saat memasuki ruang rawat nya tiyas alif melihat tiyas yang masih terbaring lemah dengan wajah yang pucat.
"Kamu sudah sadar yas?" akupun basa basi saat melihat dia yang hendak mengambil hp nya
"Keliatan nya !" jawabnya judes
"Tiyas janin kamu sangat lemah jadi kamu jangan stres-stres dulu yah" ucapku perhatian dan lembut karena belum saat nya untuk menanyakan itu.
"Makan dulu yah biar mukanya gak pucat-pucat amat"
"Sudah... ini ibu lagi di perjalanan sekalian bawakan sate kambing pesanan mu"
"Ibu kan yang buat" tanya nya lagi
"Iyah ibu yang buat, kan demi cucu kesayangan nya" ucapku gak kalah sengit
"Mas ini loh tau aja istri lagi sakit, gak ada romantis-romantisnya" omelnya
"Sudah-sudah kamu itu harus banyak istirahat keadaan mu lagi masa pemulihan untuk c4alon anak kita"
Lama-lama di sini bisa buat emosi ku terpancing, sepertinya aku harus menyelidiki tiyas.
"Ibu sudah di depan, mas permisi dulu ada perlu"
Sengaja aku meninggalkan tiyas karena ibu sudah mau tiba aku pun menghindari ibu, dengan langkah cepat aku ke parkiran dan melajukan mobil ke kediaman ku.
"Aku harus cek cctv yang ada di sudut- sudut rumah" Batinku
Sesampainya di ruang kerja alif menyalakan monitor nya dan mengecek dari hari setelah alif akad, betapa kaget nya alif dengan prilaku tiyas yang memarahi mang ajat, ngeroko di belakang rumah, menendang baskom cucian nya bi murni (istri mang ajat) dan lebih parahnya lagi dia minum miras di dekat gudang belakang rumah.
"TIYAAAASSS" alif pun marah menahan amarah nya.
__ADS_1
"Pantas saja janinnya lemah kelakukan seperti laki-laki negeroko dan minum apa dia sengaja ingin membuat keadaan nya begini biar aku tambah perhatian gitu... Tidak akan Tiyass kamu sudah membohongi ku"
Triiing
Trinnng
Telpon masuk dari Abi Ah abi nya kiya ada apa abi telpon aku
"Assalamualaikum bi"
"Waalaikum salam nak alif"
"hemm ada apa bi, kok tumben telpon alif"
"Ini lif abi mau minta tolong, kata kiya ada beberapa berkas pribadinya di ruang kerja mu dia mau minta di kirimkan kerumah lewar kurir juga tidak masalah"
"Oh iyah bi ada alif simpan di laci , besok lah bi biar sekalian alif aja yang ngantar kerumah"
"Terima Kasih banyak ya nak alif"
"Iyah bi.... jangan sungkan bi, bagaimana pun abi tetaplah abinya alif juga"
"Iyah nak ... kalau begitu abi tutup dulu yah nal alif...Assalamualaikum"
"Waalaikum Salam"
"Yess akhirnya aku bisa kerumah abi lagi..aji mumpung ni kebetulan lagi kangen sama mantan istri semoga aja besok ada kiya" Memang aku masih berharap sama kiya selama dia belum menikah lagi.
Aku ingin memperbaiki hubunganku mudah-mudahan masih ada maaf nya untuk ku.
***
Kreekk (Suara pintu terbuka"
"Hay sayang bagaimana keadaan mu?" Tanya pada tiyas
"Kamu ngapain langsung kesini, cepat pergi ibu mertuaku gak lama datang"
"Kalau begitu nanti kabari aku yah saat tiada orang jaga, aku kangen sayang" ucapnya berbisik
"iyah kalau nanti gue sudah pulih, sana cepat pergi" usir tiyas dengan wajah yang panik.
...---------------------------...
ALHAMDULILLAH....
TERIMA KASIH BUAT PARA PEMBACA SETIA SAYA 😚.
TETAP DUKUNG YAH LIKE + KOMEN +VOTE 🤗
__ADS_1
MAAF JIKA MASIH ADA YG TYPO