
...**Jika kau mencintai seseorang, biarkan ia pergi. Kalau ia kembali, ia adalah milikmu. Bila tidak, ia memang tidak pernah jadi milikmu."...
...(Khalil Gibran**)...
*****
Acara Syukuran berjalan dengan hikmat, hadirnya keluarga, kerabat serta anak panti menambah suasana berberbeda di rumah abi.
Daffa sebagai pembuka pertama membacakan surah Al-Mulk dengan suara indah nya, siapa aja yang mendegar nya akan tersentuh.
"Masya Allah bun, indah sekali suara daffa, umi baru tau kalau daffa seorang hafiz"
"Alhamdulillah memang dari kecil daffa suka dengarin murottal dan murottal syekh Muhammad thaha" ucap bunda
"Alhamdulillah ya bun jadi ketularan indahnya bersyukur banget bunda"
"Iyah setiap anak pasti jadi ke banggaan orang tua nya meski sampai sekarang dia masih lajang ha ha"
Umi dan bunda serta aisyah, rierie mereka semua ada di dapur melihat dan mendengar nya dari dapur, setelah pembicaraan umi dan bunda mereka dengan khusyuk mendengarkan ceramah serta doa di penghujung acara.
"Alhamdulillah, ayoo kue dan minuman nya di keluarkan" ucap umi kepada kedua mantunya heh rierie baru calon mantu 😊
"Nasi kotaknya bun, gimana?" tanya bunda
"Nanty ada azka yang bagi di depan serta sedikit rezeki untuk anak panti" ucap umi
"Alhamdulillah pasti anak-anak senang sekali mi, terima kasih ya" ucap bunda haru
"Sama-sama bun, bukan nya mereka juga yang mengidolakan kue umi hehehe" ucap umi dengan PD nya
"Oh iya umi... bagaimana ke adaan kiya?"
"Alhamdulillah baik...dia di sana semakin banyak dapat ilmu, saya turut bahagia"
"Alhamdulillah kalau begitu semoga ilmu nya berkah dan bermanfaat"
"Aamiin" ucap mereka serempak.
Masih di kediaman umi, semua acara sudah selesai tinggal bersih-bersih, di ruang keluarga Abi, anak-anak nya dan daffa sedang bercengkrama di ruang keluarga sambil menikmati hidangan yang ada.
"Nak daffa .... abi terharu sekali saat mendengar mu membaca surah Al-Mulk" ucap abi penuh bangga
"Terima Kasih bi, semoga dengan ada nya bekal ini daffa bisa membawa orang tua daffa ke surga, trutama ayah daffa yang sudah tiada" jawab daffa dengan wajah haru dan sedikit senyum.
"Maaf daffa, kalau boleh tau ayah kamu sudah tiada maksudnya meninggal atau bagaimana?" bang adim menanyakan keberadaan ayah nya.
"Ayah saya seorang tentara bang, saat saya umur 10 tahun alm ayah di tugaskan ke papua dan di sana ada konflik perang antar suku, alm ayah salah satu korban dari perang antar suku di sana, ayah pergi dengan senyum pulang dengan senyum yang pucat" Singkat cerita daffa kasih karena dia tidak tahan menginggat saat itu.
__ADS_1
"Maaf ya daf kita membuka luka lama mu" ucap bang Azka
"Tidak apa-apa bang, pada hal saya juga bercita-cita seperti ayah tapi daffa urungkan karena saya sayang sama bunda"
"Jadi sejak kapan kamu menghapal Al Qur'an?" tanya abi
"Sejak kecil sudah suka dengar murottal bi, alhamdulillah sekarang sudah 30 juz" senyum daffa
"Masya Allah, tidak terlihat seperti hafiz dari segi penampilan nya he he" ucap bang azka sedikit menggoda.
"Tampilan kan bukan suatu cerminan bang hehe" akhir nya daffa bisa tersenyum.
"Oh iyah... mumpung lagi kumpul begini saya ada yang ingin di omongin bi"
Raut wajah mereka menjadi serius.
"Ngomongin apa nak daffa silahkan"
"Saya ingin meminta restu kepada Abi serta abang-abang kiya, saya ingin melamar kiya di kota jeddah 5 bulan kedepan, saya minta restu dan doa nya" ucap daffa tegas
"kenapa nunggu 5 bulan daf, kalau kamu punya niat baik mending di segerakan" balas bang adim
"Kami pasti merestui dan mendoakan kebahagian kalian, asal kamu mau setia dengan anak abi, menerima dia apa adanya yaa kamu tau sendirikan apa yang terjadi dengan kiya beberapa bulan yang lalu"
"Insya Allah abi, saya tidak ingin menjanjikan apapun tapi saya akan buktikan itu.,, oh iya bang.. soal 5 bulan itu kiya yang mau bukan saya dia minta waktu 6 bulan untuk saya menetapkan hati dan pilihan saya, dan kiya juga ingin menuntut ilmu selama itu pula"
"Kapan kamu pergi ke jeddah nya nanti kabari abi yah, abi yang akan menikahkan kamu" ucap abi dengan senyum tulus.
"Alhamdulillah Terima kasih semuanya, baiklah bi"
***
Flashback On
Waktu sore tadi di dapur kiya sempat video call dan menanyakan seseorang, orang yang di tanyakan itu pun umur panjang, Daffa datang bersama bunda nya.
"Kok pada diam?" tanya kiya heran melihat 2 wanita di layar telpon genggam nya.
"Apa kamu mau ngomong langsung kiy, itu orang nya ada di depan bersama umi"
"Ah benaran mba... kalau begitu kiya tutup dulu yah..ehh jangan bilang-bilang ya mba assalamualaikum" ucap kiya dengan cepat mematikan video call nya karena takut ketahuan si pemilik nama.
"Ha ha ha ha" dasar tuh anak ucap mba aisyah kaka ipar nya.
Flashback off
Saat semua sudah bubar dan daffa pun sudah pulang bersama bunda nya, abi pun membicarakan tetang lamaran yang daffa omongin, saat semua berkumpul mereka menyetujui dengan niat baik daffa.
__ADS_1
"Oh iyah kita telpon kiya aja"
Teehubung Nada Sambung kiya
Kata-Kata cinta
Terucap indah, mengalir berzikir
Di relung hatiku
Sakit yang ku rasa biar jadi
Penawar dosaku...
"Assalamualaikum" ucap kiya mengankat telpon
"Waalaaikum Salam" ucap mereka serempak karena sedang santai berkumpul
"Kiy ... kamu mau dengar murottal dari calon imam mu gak?"
Masih hening karena ucapan umi nya "Calon iman"
"Ahh iya iya mi boleh deh"
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ
Tabaarakal lazii biyadihil mulku wa huwa 'alaa kulli shai-in qadiir
Allazii khalaqal mawta walhayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa; wa huwal 'aziizul ghafuur
Allazii khalaqa sab'a samaawaatin tibaaqam maa taraa fii khalqir rahmaani min tafaawutin farji'il basara hal taraa min futuur
Summar ji'il basara karrataini yanqalib ilaikal basaru khaasi'anw wa huwa hasiir
"Masya Allah mi.... Merdu sekali" kiya yang haru pun meneteskan air mata
"Jelas merdu yang ngajikan calon imam mu kiy"
Kiya hanya heran aja dia pun tidak memperpanjang omongan umi nya.
...------------------------...
ALHAMDULILLAH 😊
JANGAN LUPA LIKE KOMEN N VOTE
TERIMA KASIH SEMUANYA 🤗🤗😚
__ADS_1