Janji Suci Di Tanah Suci

Janji Suci Di Tanah Suci
#59.KETAHUAN


__ADS_3

..."Cermin tidak bisa bicara, beruntung untukmu mereka juga tidak bisa tertawa."...


Setelah alif tau bahwa tiyas sedang berbohong dan menghianatinya alifpun memutuskan untuk memblokir kartu kredit tiyas serta fasilitas lainnya.


Alif hanya ingin tau bagaimana reaksi tiyas saat semua nya di stop. "Ibu begitu kah perempuan pilihan ibu, sungguh aku menyesal telah melepaskan kiya demi menikahi dedemit jadi-jadian itu"


"Kiya tunggu aku kembali merebut hati dan kepercayaan mu lagi" ucapku mantap


***


"Sayang...aku pingin belanja kirimin aku uang lagi dong!" Suara tomi di balik telpon


"Yang benar aja tom baru dua hari yang lalu loh aku kirim 5 juta ke kamu, emang kemana cepat banget habis nya?" geramku liat tingkah tomi semakin jadi


"Ya aku bayar untuk cicilan mobil ku dong sayang, aku kan juga mau punya mobil masa iya kamu aja pada hal kita kerja sama"


"Ya Ampuun tom, itu wajar lah aku kan istrinya gimana sih, kalau kamu suka minta terus begini bisa curiga alif dengan ku"


"Jadi kamu takut say,, oke tidak apa-apa aku tunggu dua hari uang itu sudah kamu transfer ke aku" ucapnya tegas penuh penekanan


Tut "Telpon terputus sepihak"


Kurang ajar tomi sekrang dia mulai memeras ku, kalau begini cara nya bisa di curigai. Sepertinya aku harus cari orang untuk pantau tomi dan menghabisinya jangan sampai keadaanku terancam di rumah ini.


Tiyaas pun menelpon seseorang yang dia kenal.


"Tolong kamu ikuti tomi, pasti kamu sudah kenal diakan"


("""""")


"Pancing dia ke suatu tempat dan habisi dia juga, tenang soal bayaran kamu bisa ambil mobilnya dan jual pakailah uang nya untuk bayaran itu sudah cukup besar"


("""")


"Oke aku tunggu info nya"


Tiyas tersenyum smirk dengan hati tak sabar menunggu kabar dari rekan nya yang emang biasa di sewa-sewa orang.


"hy debay tidak terasa kamu sudah mulai nongol, maaf nak sudah mengatasnamakan dede dalam masalah ini"


Sebenar nya yang di kandung tiyas bukan lah anak dari tomy melainkan orang lain yang dia sendiri tidak tau karena saat di club tiyas yang sudah mabuk parah pulang ke hotel tapi tiyas salah masuk kamar dan terjadilah pergulatan itu tanpa di sadarinya dan tidak pakai pengaman, karena selama ini tiyas bermain aman.


Tiyas yang merasa lapar pun pergi ke bawah, sudah berapa hari ini dia memasak di rumah ini karena pembatunya pulang kampung dan ibu mertuanya jarang di rumah.


"Apa aku deliv aja kali yah, sudah lapar begini!"


Saat tiyas ingin mengecek saldo nya ternyata kosong hampir seminggu ini alif tidak mengirim uang.


"Kenapa mas alif belum kasih ku jatah uang?" guman nya pelan


Mau tidak mau akhirnya tiyas memasak ala dirinya yang gak begitu pandai memasak.

__ADS_1


"Kemanaan si ini orang, mang ajat gak ada si bibi juga tidak ada apa lagi si nene tua itu"


Tiyas pun memakan makanannya dia berniat untuk mengunjungi ibu nya, sudah lama sekali tiyas tidak mengunjungi ibunya.Saat semua nya beres tiyas dengan langkah cepat ke garasi.


Plonng...


"Loh loh.. mobil ku kemana ini?


Sepertinya ini ulah nene tua itu deh, aku harus adukan dia ke alif jangan coba-coba bermain dengan ku nene tua. Tiyas mengambil hp dalam tas dan menelpon suaminya


"hallo Assalamualaikum"


"waalaikum salam .. kenapa yas"


"Mas mobil aku kok gak ada yah?"


"Emang nya kemana kok bisa gak ada?"


"Mobil nya ya di garasi aja mas tapi kok gak ada yah...apa ibu yang bawa mobil aku mas?"


"Loh kok tanya mas, sayakan di kantor jadi gak tau, sudah ah masih banyak kerjaan gini. Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Breng**k Breng**k awas aja kalau ini perbuatan nene tua itu aku akan kasih dia pelajaran.


Akhirnya tiyad tidak jadi jalan, uang tak ada mobil pun gak ada.


***


"Sayang... beneran kamu akan ke rumah umi yasmin?" umi bertanya dengan wajah sedih


"Kiya sudah mantapkan hati untuk kesana mi, lagian kiya bisa belajar di sana" senyum ku berharap umi akan meridhoi ku


"Umi akan selalu dukung selama itu yang terbaik untuk kiya, jangan lupa ibadahnya sayang jangan sampai lewat"


"Siapp umi...."


"Kiya..."Panggil umi."


"Iya umi... ada apa? "


"Apa kamu tidak ingin mencari pendamping hidup lagi nak?"


"he he he umi, umii kiya aja belum selesai masa idah masa udah ngomong ke situ 😊, jika Allah sudah mentakdirkan kiya untuk berjodoh lagi dengan siapapun itu pasti kiya akan memiliki pendamping hidup, yang jelas kiya ingin pendamping hidup yang sabar seperti abi"


"Iyah nak.. pasti Allah kasih yang lebih baik dari sebelum nya"


Umi dan kiya pun dalam suasana haru sambil memeluk kiya menguatkan sang putri, Tiba-tiba terdengar suara anak-anak berteriak.


"Aunttttyyyyyy" Teriak nya

__ADS_1


"Ahh sayang aunty sini, kapan datang nya hemm?"


"Baru saja aunty... aduh comelnya sih tambah hari tambah cantik"


Tidak lama datang bang adim bersama mba rierie mereka terlihat serasi banget meski mereka sekarang hanya berteman setidaknya putri mendapatkan kasih sayang seorang ayah.


"Bang kapan datang?"


"Abang gak di suruh duduk dulu nih, Assalamualaikum mi" ucap abang sebari menyalami serta memeluk umi mba rierie pun ikut dari belakang


"Waalaikum salam bang..rierie apa kabar nya nak?"


"Alhamdulillah rierie baik mi"


"Sama adim juga mi" Senyum nya


"Tumben nih hihi hayu dalam rangka aps kalian kesini?"


"Jadi kita gak boleh main ke rumah umi?? cemberut bang adim


"Ha ha ha bukan begitu umi cuma heran aja bener gak kiya?"


"Benar banget mi " jawabku sambil senyum-senyum


"Kiya kan mau berangkat mi beberapa hari lagi jadi kami putuskan untuk berkumpul di sini"


"Ohh macam tuhh... iyah udah kalau begitu istirahat aja dulu umi mau turun ke toko"


"Hemm iya mi" jawab adim


Sedang rierie sedang asik becerita dengan kiya dan putri sampai-sampai tidak sadar kalau bang adim memperhatikaan nya.


"Asik nya...abang sampai di lupain"


"Yee siapa suruh abang laki-laki sendiri di sini, mendingan turun sono gih bantu abi" ucapku jutek


"Etts dah kiyaa....abang aja baru sampai" muka cemberut nya datang lagi


"Wha ha ha ha " ketawa kami bertiga


"Liat tuh ayah putri kaya bocah ha ha" kiya yang senang menggoda abang nya pun bahagia.


"yah sudah abang ke mau kebawah dulu dari pada lama-lama di sini" ucap nya berlalu pergi sambil membawa putri


Tinggal lah kiya denga rierie, mba rierie dengan cepat memeluk kiya dan berkata.


"Ingat de, kamu harus bahagia yah..lupakan yang lalu" senyum nya memberi motivasi pada ku.


...----------------------------------...


Alhamdulillah sudah UP lagi

__ADS_1


Terima Kasih buat pembaca aktif karya saya maaf lama UP nya kondisi anak masih rewel 😣.


Mohon dukungan nya Like dan Votenya ya 😍.


__ADS_2