
Daffa pamit dengan bunda hanya dua minggu pergi umroh rupanya sudah mau sebulan daffa di sana dia memperpanjang visanya menjdi turis.
"Daffa kamu pergi umroh apa haji sih? ini sudah mau sebulan kok belum pulang juga" omel bunda di sebrang sana
"Maaf bundaku sayang daffa lagi menyelusuri sejarah yang ada di sina, lagi pula ini daffa sudah di jakarta bun, nunggu pesawat take off bun mungkin nanti sore daffa sudah di balikpapan"
Hanya terdengar suara tangis isak bund di sana
"bunda nangis?" tanyaku
"Tidak..bunda hanya ketawa ... ya jelas bunda nangis lah anak bunda ngak pulang-pulang kirain ke cantol cewe arab" jawab bunda
"Ha ha ha ha bunda bunda, emang bunda pingin menantu wanita arab? nanti biar daffa usahakan" menggoda bunda memang kebiasaanku
" Bunda sih gak masalah asal dia mau tinggal di indonesia, karena bunda hanya punya kamu daffa bunda pasti kesepian kalau kamu tidak ada" ucap bunda sedih
"bunda kita semua ini milik sang Maha Kuasa, suatu saat kita pasti kembali pada NYA bun.. ya udah bunda masak yang enak yah daffa mau naik dulu... Assalamualaikum "
"waalaikum salam sayang hati-hati nak"
Daffa tidak ingin membuat hati bunda nya sedih berlarut-larut daffa sangat ingat dengan jelas bunda nya pingsan sampai sakit karena kehilangan sang suami tercinta, iya tau pengabdian sang suami sangatlah besar apa lagi resiko menjadi seorang tentara yang bertugas di ujung indonesia ya itu papua, Pergi dengan gagah dan senyum pulang datang membawa duka, daffa yang berusia 10 tahun pun ingat jelas tubuh ayah nya penuh dengan luka panah akibat pemberontak yang masuk ke wilayah nya.
"Ayah semoga surga menanti mu" doanya dalam hati peristiwa itu selalu terniang-niang di otak ku, kau pahlawan bangsa ayah sungguh aku mencintai mu.
Air matapun mewakili perasaan rindu itu terhadap almarhum ayahnda tercinta.
2 Jam perjalan tiba daffa di bandara spinggan balikpapan.
"Alhamdulillah"
Daffa pun langsung memesan gocar untuk menuju rumah nya kerinduan nya kepada bunda nya sangat lah besar.
"Assalamualaikum bun...bunda"
"Waalaikum salam daffa" bunda langsung memeluk daffa dan menangis
__ADS_1
"ayo masuk.... mau makan dulu apa istirahat dulu?" tanya bunda
"Mau manja manjaan dulu sama bunda" jawabku senyum
"ampuunn bunn... daffa hanya bercanda idih baru datang juga udah di sambar nih telinga"
"makanya kamu itu cepat-cepat kawin biar bisa manja-manjan sama istri"
"jadi kangen deh sama omelan nya bunda... bun daffa bawa banyak oleh-oleh untuk bunda dan kiya"
Tiba-tiba wajah bunda berubah jadi sedih
"loh bunda kok malah sedih di bawain oleh-oleh"
"bunda bukan sedih karena oleh-oleh itu daffa... ayo masuk istirahat dulu gih, selesai makan malam bunda jelasin"
"bikin penasaran iih.... ya udah daffa naik dulu ya bun"
"hemm"
Zzzzzztttt
Zzzzzzztttt
"Dasar anak itu, mandi ngak ganti baju ngak langsung molor mungkin perjalanan sangat melelahkan" bisik bunda di balik pintu kamar daffa
Suara azan magrib berkumandang dengan merdu, membuat daffa menitikan air mata,
"Alhamdulillah ya Allah berkah hidup yang Engkau berikan" syukur nikmatnya kepada Yang Maha Kuasa
Kewajiban sebagai umat muslim pun sudah di kerjakan, teringat dengan kiya daffa dengan langkah cepat turun ke meja makan.
"kamu sudah selesai sholat nak... mari kita makan bunda sudah masakin yang enak" ucap bunda menyiapkan semua
"Terima Kasih banyak bun" senyum bahagia
__ADS_1
****
Ruang Keluarga Daffa
"Bunda tadi mau jelasin apa ? apa ada masalah dengan kiya?" aku pun tidak sabar mendengar penjelasan bunda
"sabar dikit napa... jadi kiya hanya ngekos selama satu minggu kemudian di jemput oleh ayah mertua nya, bunda sih gak banyak tanya gak ingin ikut campur daf... saat beberapa hari setelah kiya keluar bunda ke toko umi biasalah hari jumat, kemudian ada kiya di situ lagi bantu umi jadi kaget lah bunda, akhirnya bunda nyapa kiya kami pun ngobrol di ruangan atas betapa menyedihka nya dia bunda sampai tak tega, suaminya nikah lagi tanpa seizin kiya dan sampai saat ini mereka tidak ada komunikasi..-
"Dari mana bunda tau kalau sampai saat ini g ada komunikasi?"
"Bunda belum selesai daffa asal main jegat ajaa heran deh" omel nya
"bunda tadikan dari toko umi... pesan kue buat kamu saat kamu tutup telpon nya bunda langsung order kue, setiba di sana ada kiya lagi makan di toko umi nya, akhir bunda samperin sekalian nunggu kue pesanan, kamu tau tidak daffa "
"Tidak kan daffa hanya mendengar"
"eets dah nih anak main tikung omongan bunda aja,, kiya saat ini lagi proses perceraian"
"Ah seriuus bun...."
"Apa kamu tidak berdoa yang salah untuk kiya"
Daffa hanya nyengir kuda
"Daffa berdoa akan menunggu janda nya bun" π
"Dafffaaa" kesel bunda nya
...--------------------------...
ALHAMDULILLAH.
TERIMA KASIH BUAT PEMBACA SETIA KARYA TEH INA π
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YAH πLIKE N KOMEN SERTA DUKUNGAN LAINNYA.
__ADS_1