Janji Suci Di Tanah Suci

Janji Suci Di Tanah Suci
#43. SI PENGHASUT


__ADS_3

Andai tiada pikiran untuk bertahan sudah ku lawan omongan ibu yang tidak pakai filter itu.


"benar itu kiya..kalau kamu tidak memasak semua ini" tanya mas alif


"iyah mas bukan kiya yang masak, saat turun kedapur ibu dan tiyas sudah lebih dulu selesai masak" ucapku jujur karena pingin tau mas alif apa masih mempercayai ibu nya yang suka ngompor itu "astagfirullah" maaf ya Allah bukan maksud hati begitu kalau kenyataan memang seperti itu.


"ya sudah bu tidak perlu di ribukan lagi lebih baik kita makan"


Mas alif pun duduk di tempat ayah biasa duduk karena ayah tidak ada jadi ibu seenaknya ngomong sama aku tapi apa lah daya serumah sama mertua memang harus tuli.


"makan yang banyak mas" tiyas mengambilkan lauk spesialnya untuk mas alif, pasti dia lagi cari muka.


"hemm .... masakan mu enak juga tiyas" puji suami ku untuk tiyas


"Terima Kasih mas" senyumnya


setelah selesai makan akupun membereskan sisa piring di meja makan, dan mencuci nya.


Aku mendengarkan mereka berbicara tanpa adanya persetujuan ku.


"Alif...ibu sudah pingin gendong cucu begitu juga dengan ayah mu, apa kamu tidak mau usahakan untuk kami?" tanya ibu


"Maaf bu, mungkin Allah belum kasih ke kita lagi pula ini baru satu tahun ibu, bersabar lah" pembelaan dari mas alif, aku hanya menyimak sambil mencuci piring


"Umur ibu tidak akan lama lagi nak hiks hiks, sampaikan ibu menunggu nya (sambil memeggang tangan alif) menikahlah dengan tiyas nak!


Deg


Akupun menoleh ke belakang melihat raut wajah mas alif yang penuh keraguan, memang kami tau ibu mempunyai penyakit komplikasi tapi selama ini dia sudah di nyatakan membaik karena rutin chek up


"ibu ... ibu ngomong apa sih... ibu pasti sembuh bukan kah dokter bilang keadaan ibu jauh lebih baik dari yang pertama kali" sanggah mas alif


"ini hasil chekup ibu bulan ini nak... ibu tidak punya waktu banyak... ibu kasih kesempatan kamu berdiskusi dengan kiya" ucapnya ibu masih dengan air mata buaya


"tidak mungkin bu, ibu harus percaya kalau ibu bisa sehat "


"Ibu bisa sehat setelah melihat cucu ibu lahir"

__ADS_1


Ya Allah drama apa lagi yang ibu main kan, kenapa mempertahan kan mas alif sesulit ini "Batinku"


Aku menangis dalam diam, sudah tidak tahan dengan hasutan ibu ke mas alif.


"permisi saya naik deluan" ucapku pamit


# Daffa


Kenapa senyum kiya selalu ada di bayanganku, sadar lah dia wanita bersuami tidak pantas aku menaruh hati pada nya.


"Daffaa....Dafaa"


"iyah bun, doyan amat triak triak" akupun berlari mendatangi bunda di lantai bawah


"ada apa bunda ?


"bagaimana persiapan kamu besok?" tanya bunda


"aman bun sudah semua, bunda jangan kangen ya he he 😁" tawaku godain bunda


"bunda mau titip doa apa sama daffa"


"bunda nitip doa, agar putra ibu cepat laku aja deh"


"iih bunda, sepertinya daffa gak laku aja"


"emang kenyataan nya seperti ibu"


buset bunda ku ini masih bisa aja ngatain anak nya.


"bundaku, kelak nanti daffa akan menikahi wanita yang seperti bunda, walaupun sifat nya tidak sama tapi mempunyai kelembutan hati yang sama" ucapku sambil memeluk bunda dengan erat dan tetesan air mata jatuh di pundak nya.


"Dasar cengeng" ejek bunda


"daffa sayang sama bunda" ucapku tulus, apa lagi aku akan meninggalkan nya di rumah untuk waktu yang cukup lama.


"Daffa ingat pesan bunda, memintalah ke pada Allah jodoh dunia dan akhirat untuk mu" pesan bunda

__ADS_1


"iyah bunda, pasti itu " senyum ku kepada bunda.


akhir nya kami kembali ke kamar masing-masing.


tiba-tiba aku teringat dengan pemberian abi, sorban putih ke emesan.


Flashback


saat aku mengambil kue tempat umi, akupun melihat abi yang serapan di toko umi.


"Assalamualaikum"


"waalaikum salam"


eh ada daffa, pagi-pagi begini pasti mau ambil pesanan nya bunda yah? "tanya abi"


Tebakkan Abi benar hehe "senyumku"


Dengar-dengar lusa mau ibadah umroh yah?


iyah bi...insyaallah"jawabku"


Sebelum berangkat mampir kerumah yah, abi mau kasih sorban abi, masih bagus kok "ucap abi menawarkan dengan senang hati.


"alhamdulillah dapat sorban gratis hehe, siap abi pasti nanti daffa mampir" ucapku.


****


Malam itu juga daffa jalan kerumah abi dan bertemu kiya dengan keadaan yang kacau.


...----------------------------...


ALHAMDULILLAH .


TERIMA KASIH DUKUNGAN NYA BUAT PEMBACA 🤗


SALAM HANGAT DARI SAYA TEH INA 😊

__ADS_1


__ADS_2