
"Sayang kamu kok sudah cantik" tanyaku yang melihat nya sudah mandi di bantu oleh pengasuh putri.
"bibi sudah makan?"
"alhamdulillah sudah mba" jawab pengasuh putri yang sudah ku anggap keluarga sendiri
"bunda kenapa mata bunda bengkak begitu apa bunda bertengkar sama om di bawah"
loh kok putri tau(batinku)
"ngak sayang... putri makan dulu yah baru istirahat kan cape habis tanding" jawabku yang membohongi nya sedikit, karena aku belum siap untuk bilang ke putri
"Baiklah bun.... " jawabnya dengan senyum
****
# Kiya
sepanjang jalan aku hanya diam sesekali melihat ka alif dia sangat fokus mengemudi
"Kenapa liatin aku terus sudah gak sabar ya" tanya nya padaku
"he he aku cuma pingin liat aja ka sebentar emang gak boleh yah" tanyaku balik
"boleh aja lama juga boleh tapi tunggu halal dulu biar bisa ehem" sahutnya kemudian membuatku malu dan mengalihkan wajahku ke arah lain
"ye itu sih mau nya kaka hehe" jawabku di sela tawaku.
"heem kira kira apa yang bang adim dan mba rierie omongin yah, kok saya jadi penasaran gini" ucapku tanpa sadar
"kamu memikirkan mereka de?" tanya alif
"iya kaa... aku takut gelisah juga iya" jawabku dengan wajah yang sendu.
"emang nya apa hubungan mu dengan bang adim?" tanya nya dengan ragu yah mungkin karena dia takut di bilang kepo
"kiya akan cerita secara singkat aja ka, jadi bang adim itu ayah dari anak nya mba rierie, bang adim baru mengetahui bawa dia mempunyai anak dari wanita lain yang bukan istri nya, kalo kaka tanya kenapa bisa begitu karena terjadi kecelakaan di waktu sunyi, seperti itu lah ka" penjelasanku panjang kali lebar he he
"maksud kedatangan bang adim ke sini untuk apa? bukan nya selama ini bang adim gak pernah mencarinya" tanya nya mulai penasaran
"nah itu juga yang gak kiya ngerti ka" jawabku sekena nya
__ADS_1
tidak terasa kami sampai di rumah, kami pun masuk ke dalam rumah karena alif ingin membahas soal hantaran kepada keluarga.
"abi ... umii ..ka alif .... kiya pamit ganti baju dulu yah" pamit ku pada keluarga dan calon imanku.
akupun selesai dan menuju ruang keluarga di ruang keluarga aku sudah melihat bang adim menangis bersujud di kaki umi,
"Apa yang terjadi" Batinku
***
#Alif
Seperti nya aku harus memberi waktu untuk keluarga ini, sungguh tidak tegak melihat bang adim yang kacau.
"mana si kiya kok lama" batinku
tidak lama ku lihat batang hidung bidadariku ternyata dia habis mandi. Ku lihat wajahnya yang penuh keheranan dan menghampiri kami.
"kiyaa... maaf mungkin besok besok kaka akan kembali lagi aku ingin memberi waktu untuk keluarga ny ade" ucapku sambil menghampiri kiya yang masih berdiri.
"umii Abii ....saya pamit dulu ya... lusa saya akan datang lagi" pamit ku kepada orang tua kiya.
"iyah nak alif... maaf ya nak alif ada hal yang tak terduga " ucap abi
"Walaikum salam " jawabnya
****
#Umi
"adimm... astagfirullah nak.. kamu kenapa begini bang"? (wajah sendu) aku melihat anak ku yang tidak pernah pulang dan sekrang dalam ke adaan kacau.
"maaf umii... adim banyak salah hiks hiks adim menyesal umi" ucap adim dengan terbata bata
"Kamu kenapa nak... coba duduk di sini dan jelaskan ke kami ada apa?" abi mengambil alih pembicaraan
umi pun menyuruh kiya untuk membawa teh hangat serta makanan yang ada untuk abang nya, ada apa dengan nya "apa dia pisah dengan istrinya"? batin umi
"Abi... Adim punya salah sama rierie .. adim menyesal abi... adim menyesal telah menyianyiakan nya"? suasana haru abi mengkerutkan kening dengan jalan pembicaraan ini
"abang apa yang kamu sesali bang, bukan nya rierie sahabat kamu di kampus dan tempat pelatihan ya" jawab umi yang belum mengerti akar permasalahan ini.
__ADS_1
"umi ..abii maafkan adim yang mengecewakab kalian sebagai orang tua, bebar rie adalah sahabat adim sekaligus ibu dari anak adim, mungkin ini hukuman dari Allah sampai saat ini kami belum di karuniai anak karena adim sudah menyianyiakan darah daging adim sendiri" umi kaget dengan kebenaran yang dia ungkap
"apa kamu pernah melakukan itu dengan rierie dim" tanta abi dengan amarah di tahan
"iyaah bi.. lalu adim meninggalkan nya dan menikah dengan wanita yang adim cinta"
Plaaakk
"kenapa baru sekarang kamu cerita adim, kamu sesalipun percuma" jawab abi penuh amarah ya abi selalu menanamkan kejujuran dalam diri kita dari kecil tidak salah jika abi kecewa
"sudah sudah abi... jangan emosi nanti sakit nya kumat" ucap umi menenangkan abi
"bang di minum dulu" sepertinya kiya datang d saat yang tidak tepat
"abi kecewa sama adim umi... bisa bisa dia menyakiti hati seorang perempuan, apa lagi sampai mengabaikan nya" ucap abi
"umi tau abii... karena umi juga perempuan abi, adim bagaimana masalah ini apa kamu sudah bertemu anak mu"? tanya umi sambil melirik ku
" sudah umi, dia sangat cantik tapi dia tidak membenci ayahnya"
Flashback
Saat aku bertengkar ternyata ada sepasang mata memperhatikan ku dengan rierie yah ternyata dia gadis muncilku.
aku tidak tau ternyata gadis kecil itu punya pikiran yang dewasa, setelah rierie pergi meninggalkan ku gadis itu menghampiriku.
"jangan sakiti bunda putri, sampai kapan pun ayah putri adalah bunda, ayah sekaligus bunda bagi putri, jangan pernah datang lagi apa lagi saat kami seperti sekarang, jika berani datang lagi akan putri pastikan kami tidak akan ketemu slama lamanya, karena putri tidak suka melihat bunda menangis" ucap gadis kecilku sungguh kaget dan terpukul jatung ini bagaikan di tikam belati tajam, anak ku sendiri tidak mau menerimaku.
"anak adim sendiri tidak mau mengakui adim sebagai ayah nya mi, apa yang harus saya lakukan mi .. abi.. mohon bantu adim" ucapnya memohon
"memohon lah ke pada Allah SWT nak...hanya DIA penolong terbaik, berdoa lah nak dan jangan lupa terus dekatkan diri pada mama nya lalu anak nya" nasehat abi sangat lah bijak.
"kalau begitu minum lah dulu... lalu bersihkan diri mu dan istirahat... jangan pulang dulu ade mu mau Hantaran" ucap umi berlalu pergi dengan air mata di ujung kelopak mata
****
Sepertinya umi sangat kecewa kepada anak laki lakinya siapa lagi kalau bukan abang, tapi aku juga tidak tega melihat abang...semoga aku bisa membujuk mba rierie
^^^
Maaf ya jika masih banyak yg typo 😊
__ADS_1
Terima Kasih 🤗🤗🤗