
..."Kadang Tuhan memberi kita penyesalan saat kita meninggalkan yang baik untuk yang terbaik."...
***
Rumah Sakit
"Kemana sih nene itu lama banget sampai nya, bilang mas alif sudah sampai depan, mana si tomi sempat mampir mudah-mudahan saja tidak ketahuan" umpatnya tiyas pelan
"Tiyas..." tiba-tiba ibu datang membuka pintu selang beberapa menit tomi keluar
"Ibu... (Muka syok), ahh ibu dari mana kok lama" ucapku mengalihkan
"Itu siapa tadi? teman kamu! wajah ibu mulai sinis
"Teman...teman yang mana bu? akupun pura-pura gak tau
"laki-laki yang barusan keluar tiyas" ibupun mulai curiga
"ohh ob kali bu cek tong sampah" jawabku asal
"Oh OB, ya udah kamu makan dulu biar kuat dede nya di dalam" ucap ibu sebari menyiapkan makanan di meja
"Tiyas sudah gak beselera bu, tiyas mau makan roti gembul aja" akupun sudah gak ingin makan sate efek drama ini hamil ini memang menyusahkan saja.
"ya ampunn tiyas, ih kamu ini ibu sudah relain bakarin kamu daging kambing" ucap ibu menahan geregetan nya
"Tapi itukan tadi pagi bu mau nya bukan sekarang" ucapku acuh
" Iyah sudah demi cucu omah sayang, kamu mau apa lagi biar sekalian di pesan kan" dengan nada sinis
"Aku mau makan bakso tapi tidak pakai mie, pingin ruja serut, pingin pisang ijo apa lagi yah oh iyah jus alpukat nya"
"Kamu makan sekaligus semua nya tiyas, banyak banget yang di mau!!
"Nama juga lagi ngidam bu, bawaan nya pingin makan ini itu" elak ku padahal sengaja bikin si nene mumet ha ha rasain lo
"kenapa aku merasa di perbudak tiyas" Batin ibu
Tiyas pun santai-santi memakan sate kambing sambil menonton hp, katanya tidak selera tapi hampir 10 tusuk habis doyan apa laper.
"bilang gak selera tapi hampir semua nya habis" ucap ibu menyindir yang di sindirpun cuek
__ADS_1
"apa ini karma ku, dulu suka cuekin kiya, marahin serta menjadikan nya babu di rumah, sekarang malah aku serasa jadi babu dari menantu kesayangku" Dalam hati ibu.
Sudah hampir dua bulan tiyas tinggal di rumah sikapnya yang kalem dan ramah hilang seketika saat ayah pergi dinas tiyas dengan sombong nya di rumah seakan-akan ratu yang harus di layani, saat suami nya pulang mulailah dia bermanja-manja dan mengadu lelah habis ini itu padahal itu semua dusta.
"Bu mana sih makanan nya belum sampai-sampai juga" omel nya kepada ibu
"Ya kali cari makanan yang banyak begitu langsung dapat, maka nya kalau pesan kira-kira" aku sebagai ibu mertua gak mau di tindas menantu
"Loh kok ibu ngegas sih, apa ibu tidak suka kalau aku makan banyak"
"Bukan nya di makan nanti yang ada bertakhir di tong sampah" kaya gak tau aja selama ngidam minta ini itu ujung-ujung nya di buang kan mubazir
"Kalau ibu datang hanya mau bikin ku tambah sakit lebih baik pulang gih sana" usirnya
"Tiyas...(bentak alif)"
"Eeh Mas alif... kapan sampai kok sudah ada di pintu saja" senyumnya kikuk
"Kenapa kamu berkata kasar kepada ibu yas, ibu sudah cape-cape buatkan kamu sate kambing malah kamu usir begitu"
"Whahahaha mas kami bedua ini lagi bercanda mas, gak mungkin aku kasar sama ibu yang sudah banyak berjuang" ucap tiyas dengan santai nya
"Dasar wanita gila"batin ibu
Alif yang tau kebohongan tiyas di tambah lagi dengan sandiwara yang ini alif mungkin susah untuk percaya untuk saat ini aku ikuti alur permainan mu tiyas.
"Alif karena kamu sudah datang ibu mau pamit pulang dulu mau istirahat"
"Ah iyah bu, ibu hati-hati di jalan maaf alif gak bisa antar ibu" nyesalnya
"Gak apa-apa nak jaga aja istri mu, ibu titip cucu ibu yah" senyumku lalu pergi keluar menahan air mata.
Ternyata aku salah menilai tiyas, ternyata buah jatuh tidak jauh dari pohon nya, aku tau masa lalu ibu nya karena sahabat sewatu kuliah tapi ternyata tiyas mempunyai sifat ibu nya yang angkuh dan bermuka dua. Baru aku sadari aku telah menjerumuskan anak ku sendiri hiiks hiiks Ya Allah hamba banyak salah.
Kiya bagaimana dengan kiya mantan mantuku yang selalu kumarahi, selalu ku siksa batin nya "Maaf kan ibu nak, ibu telah menyesal"batinku
Ibu alif menangis merapi kebodohannya, dia pun memutuskan untuk mampir ke toko umi sebentar meminta maaf sebelum semuanya benar-benar terlambat.
Tiba di Toko Umi
"Assalamualaikum"
__ADS_1
Waalaikum salam"
Dengan kebetulan umilah yang menyambut kedatangan mantan besan nya itu
'Silahkan duduk, marii"ucap umi ramah tamah
"Tidak usah repot-repot mi saya hanya mampir sebentar"
"Hemmms iyah gak apa-apa hanya kue dan minuman aja kok bu alif" ucap umi sambil membawa nampan berisi kue dan minuman dingin "Mari di minum dulu"
"Saya jadi malu... saya kesini ingin bertemu kiya nya ada?"
"Maaf bu, Kiya sedang pulang kampung untuk beberapa hari ini, apa ada yang sampean ingin sampaikan"
"Iyah mi.. saya ingin minta maaf dengan tulus kepada kiya semasa jadi menantu saya, dia mendapatkan siksaan dari saya mungkin karena benci saat itu, tapi hiiksa hiks (ibu mulai terisak) dia tidak pernah ngeluh maupaun mengadu dengan alif, saya nyesal sia siakan wanita sebaik kiya"
"Bu Alif.... yang lalu biarlah berlalu kiya juga sudah memafkan semua nya lebih baik ibu menata hati lagi, mendekatkan diri ke pada Allah minta ampunlah ke padaNYA"
Lemah lembut serta bahasa yang mententramkan kalbu , ibu alif tersadar atas semua kesalahannya yang tak bertuan.
"Saya minta maaf umi, tidak bisa memperlakukan kiya layaknya sebagai anak di rumah nya"
"Saya sudah memaafkan bu, jangan sampai kita ada dendam bu marilah kita berteman jangan anggap saya sebagai mantan besan bu, bukan kah kita semua bersaudara" ucap umi merangkul ibu yang sudah terisak tak mampu berkata.
"Terima Kasih banyak mi atas kebesaran hatinya, saya titip salam buat kiya sampaikan maaf saya kepada nya"
"Sama-sama...sudah ah jangan nangis lagi bu, malu tuh sama bocah he he"
"he he ... umi bisa saja... kalau begitu saya pamit dulu...Assalamualaikum"
"Hati-hati di jalan nya, bayy waalaikum salam"
Beban dalam pikiran ibu pun terlepas rasa bersalah masih ada tapi akan di hadapi nya satu-satu. "Bismillah" ucapnya di helaan nafas.
Ayah... Aku harus pergi menyusul ayah dan meminta maaf kepadanya.
...----------------------------...
ALHAMDULILLAH.
TERIMA KASIH UNTUK PEMBACA SETIA KARYA SAYA 😍
__ADS_1
TETAP TERUS DUKUNG AUTHOR DENGAN LIKE + KOMEN + VOTE