
Hari ini spesial Eps 11 di tanggal 11 Oktober 2020 pas di Tanggal Kelahiran saya dan putri saya ☺😇
...-------------------------------------...
"mba.... saya akan melaporkan ke atasan perusahaan ini atas tindakan mba ini" ancamanku .. iya ini hanya ancamanku karena aku ngak mau kelai dan menyakiti fisiknya karena aku pemegang sabuk hitam di Taekwondo bisa saja aku mematahkan tulang nya.
"coba saja kalau berani" dengan cepat tiyas keluar dan menguci pintu toilet
"astaghfirullah ... ujianku hari ini.. sabaar kiii sabaar " aku menenangkan diriku yang takut terbawa emosi, mana pintu di kunci nyi sableng, hp juga masih di meja kantor (mondar mandir memikirkan sesuatu)
*tempat lain
alif yang banyak kerjaan pun lembur di kantor semua karyawan sudah pada pulangan sisa dirinya dan rian.
"Bos... sepertinya tadi aku melihat tasnya kiya, masih ada di meja kerja nya" rian yang pulang sehabis beli minum pun memberitahukan nya apa yang di lihat
"ah yang benar... bukanya karyawan udah pulang 2 jam yang lalu" tanya ke rian dengan heran.
"coba deh bos telpon" saran nya
"oh iya benar juga" ada 10 kali lebih aku menelpon nya ngak di angkat.
"Ayo kita ke meja nya aja rian... aneh telpon nya gk di angkat" jelasku dengan langkah panjang aku ke ruangan nya dan priksa isi tas nya.
" hp nya ada di tas juga ian .. kemna wanita itu..kenapa dia ceroboh sekali" kesal dan khawatir ku jadi satu,
"Rian cepat kamu cek cctv di setiap lorong dan gedung di jam 5 sore" aku harus cepat-cepat temukan kiya sebelum magrib datang
"Siaap bos" dengan cepat rian mencari keberadaanya dan hasil nya sangat mengejutkann.
"bos .... boss ayo kita cepat ke toilet wanita di ujung koridor" tegesa gesa rian mengajaku ke sana masih dengan pikiranku apa yang terjadi.
"kamu sudah menemukannya " tanya ku sambil berlari kecil.
"kiya di kunci tiyas di dalam toilet" jawabnya sambil berlari kecil akhirnya kita sampai juga.
"dor dor dor ( gedoran pintu)" belum sempat aku bertanya kiya langsung triak dari dalam.
"Tolong aku.......tolong" teriaknya terlihat lelah.
"kiya .... menjauh lah dari pintu aku akan mendobraknya" teriak ku dari luar dan ancang-ancang untuk mendrobrak tiba tiba rian menghadangku.
"eets bos ngapain cape-cape dobrak pintu, ini kunci serep nya" ahh baru ke pikiran sangking paniknya.
__ADS_1
"ceklekk (suara pintu) kiyaa....... kamu ngak apa apa? " tanya ku khawatir liat dia pucet tapi masih bisa senyum
" saya baik baik saja pak" ucapnya lemah.. ku lepaskan jas dan ku pakaian ke badannya.
"Ayo kita pulang kiya, baju mu basah nanti bisa masuk angin" jelasku dan langsung membawanya pulang, sebelum pulang ku arahkan ke rian untuk menghendel semua kerjaan dan masalah ini.
****
Prov Kiya
aku hanya menggedor kan pintu sambil teriak meminta pertolong siapa tau ada securty yang lewat atau siapa kah yang bisa menolongku. Kering rasa nya tenggorokkan ku.. "Ya Allah tolong lah hamba MU ini" aku berdoa dan terus berdoa dalam hati, gak bisa lagi teriak rasanya lemes di tempat yang engap tidak ada udara dan rasa haus akupun tertidur.
"dor dor dor ( gedoran pintu)" aku terbangun sekuat tenaga ku mencoba teriak.
"Tolong buka.......toloong" teriak ku di sisa tenaga yang ada.
"kiya .... menjauh lah dari pintu aku akan mendobraknya" itu suara pak alif (tidak terasa air mataku keluar) Alhamdulillah ucapku penuh syukur
"ceklekk (suara pintu) kiyaa....... kamu ngak apa apa? " tanya nya penuh kekhawatiran.
" saya baik baik saja pak" ucapku sangat lemah.. pak alif memakaikan jasnya ke badanku.
"Ayo kita pulang kiya, baju mu basah nanti kamu bisa masuk angin" jelasnya dengan tegas dan aku hanya menurutinya karena sudah lelah.
"iyah sama-sama, ya sudah kamu tidak usah banyak ngomong.. kita mampir ke klinik dulu ya" aku hanya menganggukan kepala sebagai tanda setuju.
setiba di klinik ternyata pak alif sudah daftar via telpon ke pihak kelinik, antrian pun belum banyak dan aku langsung di periksa.
"wali bu Annisa" triak asisten dokter di dalam karena pak alif menunggu di luar saya malu jika dia ada di dalam.
"saya..." teriaknya dari luar
"silahkan masuk pak, ada yang mau dokter sampaikan" Asisten dokter
"permisi dok, saya dengan walinya bu annisa. bagaimana dok dengan hasil pemeriksaannya" tanya penuh rasa khawatir
"bu annisa alhamdulillah baik-baik aja, bu annisa hanya dehidrasi ini saya kasih cairan dulu bila sudah habis boleh pulang" penjelasan dari dokter
"terima kasih banyak dokter"....
"ini ada vitamin untuk bu annisa"
"baik dokter, sekali lagi terima kasih" akhirnya dokter itpun pergi dari rungan VIP yang di pesan pak alif.
__ADS_1
"pak alif....." panggilku karena melihat muka nya yang lelah.
"sudah kamu istirahat aja, aku akan nemanin kamu di sini.. jgn khawatir abi dan umi sudah aku kabari" jelasnya ka alif dan akhir nya pun aku tidur sambil menunggu cairan infus habis.
***
alif masih tidak percaya dengan yang di lakukan tiyas, gerem sekali alif apa lagi melihat kiya yang terbaring lemah karena dehidrasi rasa ada sesuatu.
"kamu sudah bangun....? bagaimana keadaan mu apa masih pusing atau lemes?" aku bertanya ke kiya karena melihat nya yang terbangun.
"saya haus pak, bisa minta tolong ambilkan minum" pinta nya
"ini minum lah.... panggil saya kaka aja saat di luar kantor sama seperti kamu panggil aku di rumah abi"
"iya kaa.. terima kasih ... ka cairan nya sudah mau habis"
"iyah tunggu sebentar yah saya sudah tekan tombol bentar lagi mereka datang" jelasku yang melihat kiya sudah tidak sabar pulang ke rumah.
Tokkk Took Took
"Masuk sus...."
"Malam Pak..Bu, permisi saya mau lepas jarum infus nya dulu" terang suster
"iyah sus silahkan" kiya menjawab
setelah lepas suntik infus suster tadi memeriksa kembali ke adahan kiya untuk memastikan nya, dan kiya pun meminta di antar pulang, sepanjang jalan kiya hanya diam dan aku pun akhirnya bicara.
"besok saya izinkan kamu untuk istirahat dia rumah" kiya hanya mengangguk pertanda dia mwngerti. Kenapa dia diam tidak ada satu kata yang keluar selama di perjalanan. Sesampainya di rumah kiya... umi langsung berlari kehalaman depan untuk melihat putrinya.
"Astaghfirullah hal adzim ... kiyaaa kamu tidak apa apa nak?" kiya hanya tersenyum dan bilang
"Besok kiya ceritakan mi... sekarang kiya butuh istirahat" ucap kiya lalu pergi ke kamar nya
"Maaf umii.... karena adanya salah paham di kantor saya juga kurang tau itu apa, terjadilah hal buruk ke pada kiya" jelasku belum serinci betul karena aku perlu bicara sama si pelaku.
...___________________________________...
Terima Kasih yang sudah baca.....
☺
^^^^
__ADS_1