
Sepertinya umi sangat kecewa kepada anak laki lakinya siapa lagi kalau bukan abang, tapi aku juga tidak tega melihat abang...semoga aku bisa membujuk mba rierie...
2 Minggu telah berlalu
Keadaan rumah nampak tenang, mba rierie sudah mengihklaskan apa yang terjadi sama sama dirinya dan mulai mendekatkan putri dengan bang adim, meski mba rierie menolak untuk di nikahi sama bang adim bukan karena dia tidak mau tapi dia tidak ingin jadi perusak rumah tangga orang.
Hari ini semua orang nampak bahagia, bang adim sudah datang bersama istrinya dan mba rierie bersama putri serta pengasuh putri, abang pertama ku tidak datang karena dia mengambil cuti pas di hari pernikahan ku, abang pertamaku dosen bahasa Arab di Universitas Malang, istri nya juga orang arab abang pertama ku sangat beruntung.
"kiya kamu sdh siap siap de" mba rierie menghampiriku wah dia sangat cantik
"sudah mba... kiya cuman gugup aja he he" jawabku jujur ke mba kiya
"tenang kiy.... tarik nafas lalu hembuskan" perintah nya.
"iyah mbaa...Terima Kasih banyak yah mba sudah temanin kiya" ucapku penuh ketulusan.
tidak lama ka alif beserta keluarga nya pun tiba di rumah...
hari ini toko kue dan toko buku tutup karena tempat nya tidak terlalu luas akhirnya abi memakai halaman untuk acara berlangsung,
"Ayo nak turun alif dan keluarga sudah sampai" umi datang menghampiriku.
"baik umi.." akupun turun bersama umi dan mba rierie
acara berlangsung dengan penuh hikmat dari acara sambutan serta tukar cincin dan tanggal pernikahan ku pun sudah di tetapkan, seminggu lagi acara pernikahan ku di adakan di aula hotel Grand Tiga Mustika.
ini trakhir kami bertemu, istilah orang di pingit ya kami juga akan di pingit....
"cie cie yang bentar lagi jadi bini" tiba tiba abang ku datang dari belakang mengganggu hayalan indahku.
"apaan si bang ... ganggu aja" jawabku kesal
"kamu ngapain melamun gitu ... duh ade nya abang sudah besar rupanya he he" lagi lagi abang menggoda ku sambil berlalu pergi.
Akupun masuk ke dalam kamar yang di penuhi dengan hantaran yang di bawa ka alif...
oh iya sebelumnya aku sudah resign di kantor karena mau fokus jadi istri yang baik π
Notifikasi hp ku berbunyi
Tring
βKa Alif
__ADS_1
Assalamualaikum de?
βDe Kiya
Walaikum salam ka ada apa?
βKa Alif
gak apa apa cuman kangen aja π. ya udah dulu yaa saya mau ke kontor dulu
ada - ada aja ka alif hehe perasaan tadi baru ketemu.
****
#Prov Alif
2 Minggu berlalu.. banyak hal yang kami urus sampai akhirnya tiba hari tunanganku atau biasa di sebut dengan hantaran, aku memakai baju batik yang selaras dengan kiya...
setiba kami sekeluarga di rumah Abi, tidak menunggu lama kiya pun datang bersama mba rierie dan umi.
"MasyaAllah cantiknya" batinku
"kenapa kamu senyum senyum liat calon mu lif" tanya ayah membuatku malu
"kiya cantik yah" jawabku jujur
4 jam berlalu....
Acara pun telah selesai sebelum zuhur, aku sangat harap harap cemas menunggu acara sakral ku bersama kiya, betapa cantiknya dia menggunakan dress batik di kombinasikan brokat serta jilbab yang panjang.
kenapa aku jadi kangen sama dia ya hihi kan baru aja tadi ketemu meski kita tidak banyak mengobrol.
aku chat yah....
Ka Alif
Assalamualaikum de?
βDe Kiya
Walaikum salam ka ada apa?
βKa Alif
__ADS_1
gak apa apa cuman kangen aja π. ya udah dulu yaa saya mau ke kontor dulu.
pasti kiya bingung dengan sikap ku he he tak apa lah yang penting aku sudah legah aaah.. saat nya kerja kerja kerja.
"ayah alif brangkat kerja dulu ya" pamitku kepada ayah serta kluarga besarku
"loh yang mau nikah kok malah brangkat kerja.. harusnya kamu itu di pingit di rumah" tiba tiba paman ku menyahutinya
"nanti aja man kalau sudah dekat hari H nya baru ambil cuti" jawabku yah memang benar begitu " ya sudah kalau begitu.. Assalamualaikum"
***
#Prov Bang adim dan Mba Rierie
rierie mana yah tadi aku lihat dia di atas pasti di kamar tamu.
"Sayang kamu mau kemana" tiba tiba istriku datang menghampiriku.
"oh... aku sedang mencari putri " jawabku asal
"cari putri atau cari mama nya hah" jawabnya penuh penekanan
"maaf sayang..tapi benaran kok, kamu jangan ngambek gitu dong" aku membujuknya agar percaya kepadaku
"acara bentar lagi di mulai.. aku mau siap siap dulu mas.. awas kalo ketahuan main belakang" ancamnya
"siaap bos" jawabku percaya diri
Keadaanku memang sudah membaik, istriku pun sudah tau bahwa aku mempunyai anak dari perempuan lain meski dia sempat marah dan tidak meneggurku tapi tanpa uang itu tidak akan bertahan lama.
akhirnya aku dan rierie berdamai dan putri menerima ku sebagai ayah nya walau terkadang putri masih malu malu..
"nahh itu dia rierie" batinku
akupun menarik rierie ke ruangan tempat penyimpan bahan kue umi...
"apaan si kamu dim, kalo ada lihat bagaimana bisa jadi fitnah tau" aku kesal dengan adim yang tiba tiba menarik ku
"aku cuma pingin lihat kamu rie" ucapku jujur
"jaga sikap mu dim" akupun pergi meninggalkan ruangan itu tentu dengan perasaan yang kesal, aku ingin menjaga jarak dengan takut akan perasaanku yang dulu.
...-----------------------------------...
__ADS_1
maaf ya suka molor ngeUP nya lgi ada kesibukan π...
Terima Kasih yang sudah mampir π