Janji Suci Di Tanah Suci

Janji Suci Di Tanah Suci
#71.BERITA DUKA


__ADS_3

Selesai sudah acara lamaran yang di impikan Daffa dan Kiya. Selama ini Kiya sudah tidak pernah mau tau tetang mantan suami nya apa lagi kehidupan nya.


Kiya juga sudah bulatkan niat nya untuk memulai hidup baru dengan Daffa, ingin membina rumah tangga yang sakinah mawadah dan warohmah.


"Kiya...."


Panggil Abi sambil menghampiri anak perempuannya.


"Iyah Abi .. ada apa? akupun bingung dengan raut wajah Abi.


" Telpon lah mantan mertua mu, bagaimana pun beliau sahabat Abi minta restu pada nya Abi yakin dia ikut bahagia atas pernikahan mu"


"Maksud Abi telpon ayah?"


"Iyah Nak....."


"Baiklah Abi insyaAllah nanti Kiya telpon ayah"


Flashback


"Assalamua'laikum Yusuf "


"Waalaikum salam"


"Apa kabar yus, apa kabar juga putri ku yang merantau ke Jeddah?"


"Alhamdulillah kami semua sehat -sehat, oh iya gak lama lagi Kiya akan menikah"


"Alhamdulillah kalau putri ku sudah dapat pendamping lagi, aku turut bahagia yus sampai kan pada nya untuk menelpon ku "


" Baik lah sesampai kami di sana akan aku sampaikan pesan dari mu"


Begitulah percakapan Abi dan ayah saat di telpon mereka saling support atas apa yang telah terjadi.


Flashback off


POV Alif


Kemana pergi nya Abi dan umi toko tampak sepi dan para pegawai pun gak ada yang tau, Lo itu ayah kok tumben jam segini ada d rumah.


"Ayah...."


"Ada apa lif...?

__ADS_1


"Tumben jam segini ayah ada di rumah?


"Kenapa kalau ayah ada di rumah hemm... kamu senang kalau liat ayah kerja terus ya!"


" bukan begitu maksud Alif yah... yah tumben aja gitu loh gak seperti biasa nya"


"Alif .... ayah punya kabar gembira buat kamu!


"Apa itu yah"


"Kiya akan menikah dua hari lagi"


Praaannggg....


Apa ayah bilang kabar gembira yang ada kabar duka untuk ku.


"Secepat itu kah dia dapat penggantimu"


"bahkan kamu lebih cepat dapat pengganti Kiya bahkan sebelum kalian pisah" ayahpun langsung menyambar omongan alif


"Tolong ayah jangan bahas itu lagi .. aku tau aku salah apa gak ada kesempatan kedua untuk ku"


" Kesempatan kedua yang mana kamu maksud alif hah (muka sinis ayah) kamu sudah banyak mendapatkan kesempatan dari Kiya tapi kamu sia - siakan bahkan kamu usir dia dari rumah.. kamu ingat itu Alif kamu juga yang menceraikan Kiya jangan sampai kamu lupa dan seakan - akan kamu lah yang tersakiti"


Ayah pun pergi setelah meluapkan amarah karena kelakuan anak laki-laki nya yang membuat nya kecewa.


Apa aku lebih baik telpon Abi yah, hatiku tidak tenang maaf dari Kiya belum ku dapatkan, aku ikhlas kiy kamu bahagia dengan pilihan mu, memang aku pantas begini.


Alif dengan cepat menelpon Abi, besar harapan nya Abi mau mengangkat telpon dari nya..


Druuut.......


Druuuutttt......


Klik..."Assalamualaikum"


"Waalaikum salam Abi..."


"Ada apa nak Alif, apa ada keperluan?


Nada Abi santai seakan tidak terjadi apa apa


"Abi saya mau ngomong sama kiya boleh, saya tidak akan mengacaukan pernikahan nya saya cuma ingin minta maaf bi sama kiya"

__ADS_1


"Baiklah Abi izinkan..... tunggu sebentar Abi panggilkan Kiya" dengan langkah cepat Abi mencari keberadaan Kiya yang kini tengah sibuk mempersiapkan pernikahan nya.


Kiya ....


"Ya bi ada apa ? kok kaya buru buru gitu?


"Ini ada telpon dari Alif, kata dia mau ngomong sama kamu sebentar"


Kiya langsung menggeleng kan kepala pertanda tidak mau


"Sebentar aja nak... tidak baik menaruh dendam"


"Baiklah bi.... dimana hp nya Abi...?"


"Ada di depan ...ayo."


Akhirnya Kiya mau bicara dengan Alif.


"Assalamualaikum ka"


lama tak ada suara Kiya pun memanggil manggil nama Alif akhirnya.


"Waalaikum salam de (terbata -bata"


Aku harus memulai dari mana? ya Allah ini kah karma ku untuk ngomong dengan nya lagi aku gak berani (batinku)


"Kiy... saya telpon kamu hanya ingin meminta maaf, maaf atas sikap ku, maaf atas kebodohanku, aku menyesal kiy telah menyia-nyiakan kamu. Kaka harap semoga kamu bahagia dengan calon imam mu nanti doa Kaka menyertai mu"


Akhirnya apa yang inginku sampaikan terucap tanpa jedda bagaikan mobil balap hehe efek grogi lur.


"Iyah ka... Kiya juga minta maaf kalo Kiya ada salah kata maupun perbuatan, Kiya doakan semoga rumah tangga Kaka langgeng"


Kiya tidak tau dengan perpisahan Alif dan tiyas.


"Terimakasih banyak kiy... kalau begitu saya tutup dulu ya, salam untuk Abi umi sekeluarga..Assalamualaikum"


Aku sudah tidak tahan mendengar suara nya Kiya, suara yang ku rindukan. Aku menghampiri percakapan kita kalau lama lama takut khilaf.


"Iyah ka.. nanti Kiya sampaikan...waalaikumsalam"


...----------------------------------------------------------...


...TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN NYA....

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE N KOMEN NYA KAKA...


...PELAN" D UP NYA KAKA KARENA AUTHOR HARUS BACA DARI AWAL LAGI 🙂...


__ADS_2