Janji Suci Di Tanah Suci

Janji Suci Di Tanah Suci
#42.Mencoba Bertahan


__ADS_3

Setelah mas alif menelponku siang tadi, aku pikir dia tidak akan menjemput ku dan ternyata aku salah, mas alif sudah duduk berdua dengan umi dengan muka yang tertunduk.


"Mas andai perasaan mu tidak berubah mungkin sekarang aku tidak tersiksa batin begini" Batin ku.


Mas Alif mengajak ku pulang, akhir kami berpamitan dengan umi, sepanjang perjalanan hanya ada obrolan kecil, emang benar apa dugaan ku kalau mas alif sudah mulai berubah karena hilangnya kepercayaan nya terhadapku, akhirnya aku putuskan obrolan ini dan memilih melihat indah nya malam dari jendela mobil.


"Ya Allah ..kami sangat menunggu si kecil hadir dalam kedupan kita" guman ku berdoa


sesampainya di halaman rumah kami melihat ada mobil pakir di halaman, yaa jelas itu bukan mobil ayah atau ibu pasti itu tamu nya ibu.


"Assalamualaikum" salam kami


Deg


Wanita itu, itukan tiyas alhamdulillah kalau tiyas sudah taubat, penampilan tiyas yang anggun dan berhijab membuatku haru.


"Waalaikum salam" Ibu menjawab salam kami dan dia menarik tangan mas Alif berbicara basa basi eeh ujung ujung nya suamiku mau di jodohin dengan tiyas Apaa !!!Tiyass "Ibu kau sungguh jahat tidak kah kau lihat ada aku di sini" guman ku dalam hati


Akupun menyakal obrolan ibu dengan Mas Alif "saya yang keberatan bu" karena saya istrinya saya tidak mau di madu..sungguh hatiku ku menangis, ini yang nama nya sakit tapi tak berdarah.


Mas Alif pun mengajak ku naik ke atas.


"iya mas" akupun mengikuti langkah nya dari belakang


tak


tak


tak


kami menaiki anak tanga dengan langkah cepat, di dalam kamar mas alif memelukku "sungguh hangat pelukan mu mas, yang sudah lama tak kudapatkan" Bantinku

__ADS_1


"maafin ibu yah dek..jangan terlalu di pikirkan" uacapnya lembut. Mass aku Rindu kamu yang seperti ini


"iyah mas..Maaf juga tadi kiya sudah melawan ibu..kiya repleks tadi, hiks hiks kiya gak sanggup kalau mas akan nikah dengan wanita lain" hancurlah pertahanku yang sedari pagi ku tahan akupun menangis terisak isak di pelukan nya.


"Kamu masih mau kan bertahan dengan mas" Tanya dengan wajah meragu


"InsyaAllah mas" hanya itu jawabanku karena akupun meragu tapi aku juga berusaha untuk bertahan.


"ya udah cup cup cup sudah dong nangis nya entar cantik nya kabur loh" godanya padaku


"ih mass kok begitu, di manja ke apa ke ini malah di godain" merajuk


"maaf sayangku, siap - siap bntr lagi sholat isya" balas nya


"mas juga harus sholat loh, ingat sholat nya di masjid ya"


"Siaap bu negara"


selesai sholat aku pun langsung ke dapur untuk memasak makan malam.


Betapa kaget nya aku melihat ibu dan tiyas sudah lebih dulu di dapur."Aku pikir tiyas sudah pulang" gumanku pelan


Merekapun mengabaikan ke datangan ku.


"Tidak usah masak, kami sudah masak, dasar istri gak tau diri" sinis ibu mengataiku


"kalau begitu biar saya bantu menata nya bu, ?"


" tidak usah lebih baik kamu duduk cantik aja" jawab tiyas dengan senyum


aku merasakan ada hal yang ganjil, ya udah lah semua sudah mereka sajikan mungkin lebih baik aku buat kopi untuk menyabut kedatangan suami ku.

__ADS_1


tidak lama terdengar suara motor


"alhamdulillah suami ku sudah sampai"


"Assalamualaikum"


"waalaikum salam"


akupun menghampiri mas alif dan mencium tangan nya , "Mas ayo kita makan malam"ucapku lembut


"ayo sayang..kamu masak apa de?"


belum sempat aku menjawab tiba-tiba ibu mertua ku langsung nyosor kaya angsa


"ayo alif cepat sini (sambil menarik tangan nya alif) tiyas sudah masakin makanan kesukaan mu"


"loh bukan kiya yang masak bu?"


"Istri gak tau diri gitu kaya apa mau masak !! turun ke bawah aja setelah kami selesai semua" jawab ibu mengopor-ngoporin aku lagi


"sabar kiya sabar" batinku


Andai tiada pikiran untuk bertahan sudah ku lawan omongan ibu yang tidak pakai filter itu


...-------------------------------...


TERIMAKASIH BUAT PEMBACA SETIA SAYA


JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG 😊


LIKE , KOMEN N VOTE NYA

__ADS_1


__ADS_2