Janji Suci Di Tanah Suci

Janji Suci Di Tanah Suci
#64.MASIH ADA RASA


__ADS_3

Tiyas akhir nya sampai di rumah mami, tiyas memeluk maminya dan berkata.


"Mih aku ingin menyerah!" ucap tiyas di telinga mami sedikit berbisik


"Kenapa?" mami nya heran dengan sikap tiyas seperti ini.


"Nanti tiyas cerita jika alif sudah pergi Mi,"


Alif pun menyusul setelah memakirkan mobil nya, alif kaget melihat kondisi rumah tiyas yang jauh berbeda dari sebelum nya.


"Kenapa tiyas memilih rumh seperti ini pada mami nya, bukan nya aku kasih banyak uang mahar kemana uang nya" batin alif


"Masuk maaf..maaf ya rumah hanya gubuk" ucap tiyas yang malu.


"Hemmn"


"Mau teh apa kopi biar aku buatkan mas" tanya nya


"Aku hanya ingin bertemu mami ada yang ingin ku sampaikan" tegas alif


"Sebentar mas, saya panggilkan"


Mamih tiyas sedang memasak makan malam untuk anak-anak nya karena tidak dapat kabar dari anak nya yang akan kerumah nya jadi mamih hanya masak sedikit.


"Mih .."


"Ada apa yas!"


"Di tungguin mas Alif di ruang tamu"


"Tumben..."


"Ada yang mau di omongin jar, ayo mih nanti lagi lanjut masak nya"


"Ya sudah.. Ayo..." ajak mami sambil mematikan kompor


Setelah sampai di ruang tamu alif masih ragu untuk menyampaikan maksudnya tapi alif tetap harus lakukan.


"Ada apa lif ? tanya mami


"Maksud ke datangan saya ke sini.... (ucapan nya gantung) saya datang ke sini bermaksud ingin mengembalikan anak mami secara baik-baik"


"Apa alif betulan mau pisah sama aku" Batin tiyas


"Maksud kamu apa lif? kamu ingin pisah dengan tiyas yang sedang mengandung anak mu hah mami gak nyangka sama kamu lif"


"Tiyas sepertinya kamu harus menjelaskan semua ke pada mami! Sorot tajam menatap tasya.

__ADS_1


"Mih... sebenarnya kita sudah bicarakan ini dengan baik-baik, lagi pula mas aliff sudah tau yang tiyas kandung bukan lah anak nya"


"ohh jadi ibu juga tau kalau kamu hamil bukan anak ku... apa kalian sengaja memprovokasikan ibuku untuk menikahi kamu" Amarah alif sudah di ubun-ubun ternyata dugaan ku benar tiyas sudah rencana kan ini sama ibu nya.


"Bodoh bodoh" Alif memaki dirinya sendiri dan berdiri.


"Ingat kamu tiyas cepat atau lambat aku akan memasukan mu ke penjara dan itu belum seberapa" Alif pergi dengan segumpal emosi terpendam.


***


Di Rumah kiya alias abi sedang ramai lagimengadakan bebacaan syukuran dan semua anggota keluarga datang hanya kiya yang absen, tapi kiya turut berdoa buat keluarga yang ada di tanah air sehat walaafiaat tanpa kekurangan suatu papapun.


"Sayang nabila kok gak kamu bawa lagi, jangan bilang kamu mau dua-duaan sama rierie" tanya umi sedikit menatap sinis bang adim.


"Rencana nya begitu mi! hemm" ucapnya dengan sedikit ragu takut umi nya hilaf jewer telinga bang adim


"Terus nabila kamu kemanaain hah? tanya umi penuh rasa penasaran.


"Umi... maafkan bang adim tidak banyak bicara masalah rumah tangga abang karena cukup masalah kiya lah yang bikin kita semua turut sedih"


Umii semakin bingung arah bicara anak nya itu.


"Umi... nabila sudah bahagia dengan pilihan nya, kami sudah berpisah 7 bulan yang lalu mi, abang gak sengaja pergokin dia di salah satu hotel saat abang ada acara nikahan rekan kerja"


"Istri mu selingkuh??"


"Iya maksud umi juga gitu ! sejak kapan dia main belakang" tanya umi sinis


"Sepertinya sudah lama dan satu lagi mi, kenapa nabila gak bisa punya anak karena dia pakai implan mi gak tau sejak kapan!!


"Apaa ... kamu serius dim"


"Iyah mi..masa iyah abang bohong, waktu di pernikahan itu gak sengaja ada istrinya teman yang bilang kalau istri ku habis lepas implan"


"Kenapa istri temam mu bisa tau??


"Dia salah satu bidan di tempat praktik nabila lepas implan mi"


"Ohh.. Pantes .. gak heran kalau nabila gak hamil-hamil, ya udah kamu yang sabar aja nak kan masih ada mama nya putri hehe"


"Bantu abang dong mi... bunda nya putri susah sekali di luluhkan" melas abang


"Emang kamu sudah cinta sama rierie"


"Lain cinta lagi mi tapi bucin kata anak muda sekarang ha ha ha"


"Ada - ada aja kamu, nanti umi bantu sebisa umi.. ya udah umi mau ke dapur kesian yang lain pasti sudah nunggu"

__ADS_1


Adim hanya tersenyum dan umi kembali ke dapur, kini bukan waktu nya umi bersedih atas ujian anak-anak nya tapi umi bahagia karena Allah sudah nunjukin sikap asli pasangan mereka "Semoga kalian memdapatkan pasangan dunia akhirat" Bantin umi


"Maaf ya umi lama"


"Tidak apa-apa uumi... santai aja" Jawab aisyah istri dari bang azka


"Oh iya rie...umi boleh nanya gak?


"Tanya apa mi? gak apa-apa kok, umi kaya ke siapa aja pakai izin dulu" Jawab rierie santai.


"Apa kamu gak ada niat untuk menikah lagi rie?


Rierie berhenti dari aktivitas dan menatap umi penuh tanya.


"Rierie belum dapat ayah yang pas untuk putri mi"


"Kenapa gak sama ayah kandung nya aja rie"


"He he he umi mau comblangin rierie yah ?" tanya nya santai


"Ya itupun kalau kamu mau nak..."


"Sebenar nya saya masih ada rasa mi dengan adim, tapi saya mau liat sampai mana dia berjuang untuk mendapatkan saya hehe bukan saya jual mahal mi, hanya ingin melihat keseriusan nya😊"


"Naah gitu dong kan umi jadi senang dengar nya"


Kami semua di dapur tertawa kecil mendengar ucapan terakhir umi, mba aisyah hanya mendukung semua keputusan ku.


Aku merasa bahagia ada di keluarga ini, keluarga yang harmonis "kiya kamu sangat beruntung mempunyai orang tua seperti umi dan abi" batinku


Di sela-sela kegiatan masak memasak ada yang vc yah siapa lagi kalau bukan kiya. Kiya ikut nimbrung kegiatan kami di dapur sampai tak terasa semua nya selesai.


Tinggal menunggu anak panti serta daffa dan bunda nya. Ya kami mengundang anak panti dari Yayasan yang di dirikan bunda nya daffa.


Kembali lagi ke kiya yah....


Jadi selama Video Call kiya menceritan semua kegiatannya di sana, mulai dari belajar Bahasa Arab, Memanah dan Menjelajahi tempat bersejarah.


Satu nama yang di tanyakan kiya...


...------------------------------------...


...ALHAMDULILLAH SDH UP LG...


...JGN LUPA DUKUNGAN LIKE N VOTE NYA THOR...


...TERIMA KASIH BUAT PEMBACA SETIAKU 😊😚😚...

__ADS_1


__ADS_2