Jasmine My Mine

Jasmine My Mine
Part 10 A


__ADS_3

Keadaan semakin canggung. Tidak ada yang mau mengeluarkan sepatah kata pun seolah suasana sangat mencengkram dan bahkan ini paling mengerikan. Dendam di antara keduanya belum lah puas terbalaskan. Tentu saja ini bukanlah situasi yang sangat aman.


Gambaran merah yang tercetak jelas di pipi Libra sudah membuktikan apa yang sebenarnya terjadi kepada laki-laki tersebut. Cetakan yang cukup jelas tersebut adalah bekas tangan Jasmine yang mendarat di sana dengan kecepatan kencang ketika ia merasa dilecehkan oleh laki-laki itu.


Untungnya Libra sadar dengan perbuatannya tersebut yang tentunya pasti akan menimbulkan permasalahan sehingga ia tidak memperdebatkan hal tersebut dan menerima konsekuensinya. Laki-laki itu menjadi seseorang yang sangat pengertian dan menatap ke arah Jasmine dengan tatapan sedikit bersalah.


Walau dirinya sangatlah brengsek tapi tidak seharusnya ia bersikap sampai seperti itu. laki-laki tersebut juga menyesali perbuatannya dan hendak meminta maaf kepada Jasmine tapi ia merasa sangat gengsi.


Sementara itu Jasmine berusaha menahan air matanya mati-matian agar tidak terlihat memalukan di tempat laki-laki tersebut. Padahal kenyataannya laki-laki itu sudah mengetahui bahwa Jasmine hendak menangis. Dan karena itu pulalah Libra semakin merasa bersalah kepada Jasmine.


"Di mana sebenarnya rumah lo? Jangan bengong kayak gitu." Setelah ditegur oleh Libra barulah Jasmine sadar dengan keadaan.


Wanita itu mengedipkan beberapa kali matanya untuk menguasai kembali kesadarannya. Ia benar-benar dalam masalah yang besar karena membawa pulang Libra ke rumahnya pasti akan membuat keributan dengan sang ibu.

__ADS_1


Tetapi setelah paskah tragedi tadi ia menjadi bingung bagaimana dirinya untuk menolak Libra. Laki-laki tersebut memiliki seribu cara untuk menekannya.


"Itu yang ada cat birunya rumah gue. Lo sampai sini aja, soalnya gua mau beli sesuatu buat mama."


Jasmine memberikan senyum tipis kepada laki-laki tersebut dan segera pergi ke Indomaret dan membelikan pesanan yang disuruh ibunya.


Ia tidak tahu akan terjadi setelah ia pulang nanti, namun dirinya harus menyelesaikan ini secepatnya. Menjauh dari Libra tentunya adalah hal yang baik.


________


"Kamu ini memang anak yang menyusahkan, Kamu ke mana aja? Disuruh mama itu nggak seribet itu sampai kamu pulangnya Maghrib. Dasar anak gak tau diri, kamu ini...." Tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi saking kesalnya kepada sang anak.


Jasmine menatap ke arah ibunya dengan tatapan tajam. Iya disalahkan dan ibunya sama sekali tidak ingin membela dirinya yang tentu saja terpuruk dalam masalah ini. Beberapa kali Ia menceritakan masalah dirinya namun dianggap sepele oleh sang ibu.

__ADS_1


"Mama, Mama nggak tahu kenapa yang terjadi kepada Jasmine?"


"Ya makanya mama nggak tahu kamu cerita! Jangan diam-diam dari tadi."


Jasmine menghela napas panjang. Sangat ribet sekali padahal ialah yang tidak memberikan kesempatan dirinya berbicara. Jasmine menggelengkan kepalanya dan kemudian tersenyum selebar mungkin namun dibalik senyuman itu mengandung sebuah makna yang menyedihkan.


"Mama tahu kalau Jasmine tadi diculik? Jasmine di kurung mama!!"


Sang ibunda tentu saja terkejut mendengar pengakuan Jasmine. Namun ketika melihat pergelangan tangan Jasmine yang memerah langsung membuat dirinya percaya.


"Maafkan Mama." Jasmine langsung menangis seketika saat Ibunya memeluk dirinya.


_______

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2