
Dua orang tersebut saling terdiam dan sama sekali tak ingin membuka suara. Saat menyelesaikan tugasnya ia pun bertemu dengan Libra hanya berdua. Akan tetapi diantara mereka berdua sama sekali tidak ada yang mau angkat bicara terlebih dahulu sehingga terciptalah keheningan.
Libra menarik nafas panjang dan ia ingin memulai pembicaraan tersebut akan tetapi ia gengsi karena sudah 7 tahun Ia tidak bertemu dengan wanita ini. Rasa rindu tentunya ia rasakan, tidak ada satu orang pun yang mampu mendeskripsikan bagaimana perasaannya saat ini. Yang tentunya iya benar-benar merasa sangat senang walaupun di tidak bisa mengungkapkannya secara langsung.
Sementara itu Jasmine juga merasa bingung bagaimana caranya membuka perbincangan lebih dulu. Ia menyesali terjebak berdua dengan Libra di tempat ini. Bahkan wanita itu tidak bisa melakukan apapun selain terdiam dengan berharap bahwa Libra lah yang pertama kali membuka pembicaraan mereka.
“Jasmine.” pada akhirnya liberal yang harus membuka pembicaraan itu lebih dulu daripada ia harus terus berdiam diri saja seperti orang bodoh.
Padahal ini yang diharapkan oleh Jasmine tapi yang entah kenapa hatinya sangat sakit saat mendengar laki-laki itu menyebut namaNya setelah sekian lama. Jasmine benar-benar berharap bahwa ia bisa melupakan pria itu namun semua harapan yang pernah ia perjuangkan tersebut malah berakhir dengan sia-sia saat bertemu dengan laki-laki ini.
Barulah iya sadar bahwa dirinya masih mencintai Libra sama seperti dahulu tidak ada yang kurang maupun lebih. Menyadarinya begitu menyakitkan. Jasmine berusaha memaksakan senyum di wajahnya walaupun hatinya tak sesuai dengan ekspresinya.
“Ya ada apa? Bagaimana kabarmu?”
Libra menarik nafas panjang dan dadanya terasa sesak saat mendengar Jasmine menanyakan kabarnya. Mereka tampak seperti seorang klien yang saling bekerja sama. Namanya apa aja hubungan mereka tidak sesederhana itu.
Dadanya terasa sesak sehingga ia tidak bisa mengungkapkan jawaban yang ingin iya utarakan kepada wanita itu. Ia membalas senyum Jasmine dengan ragu-ragu dan terlihat hubungan keduanya sangat canggung.
“Ya aku baik. Lalu bagaimana kabarmu? Aku harap kau baik-baik saja. Aku tidak menyangka kau mendapatkan impianmu. Aku turut senang dan mengucapkan selamat. Kau sudah menjadi dokter yang profesional dan bahkan menangani ibuku. Aku juga berharap bahwa kau bisa menanganinya dengan baik.”
Jasmine pun menundukkan kepalanya. Sebegini canggung kah pertemuan mereka. Seolah-olah mereka tidak pernah dekat sebelumnya. Padahal hubungan mereka sangat dekat dan membuat banyak orang iri.
Sekarang mereka berdiri saling berhadapan, namun dengan keadaan yang seratus delapan puluh derajat yang berbeda. Jasmine juga merasa bangga dengan Libra yang bisa keluar dari mana kelamnya dan mulai memikirkan masa depannya.
“Ya kabar ku sangat baik. Kau tak usah khawatir, karena aku begitu menikmati pembelajaran ku di cina. Banyak hal yang telah aku lewati. Tapi aku henar6 hebat tidak menyangka kau mengenakan jas sekarang tidak seperti dulu yang selalu mengenakan jaket kebanggan mu yang menandakan mau seorang ketua dari geng motor. Kau hebat sudah mau berubah.”
“Aku juga cukup terkejut ketika kau mengingatnya. Semoga saja orang yang saat ini tengah bersamamu bisa membahagiakanmu. Tidak seperti orang bodoh di zaman dulu yang pernah menyia-nyiakan kekasihnya.”
__ADS_1
Jasmine terdiam ke aku dan mulutnya tidak mampu terbuka. Apa maksud Libra yang tiba-tiba mengungkit hala itu yang sama sekali ia tidak ingin mendengarnya. Jasmine merasa sangat tersinggung dengan ucapan Libra. Terlihat dari wajahnya yang langsung berubah.
“Apa maksud mu? Aku tidak senang mendengarnya. Aku tidak pernah memiliki seorang kekasih. Cukup satu kali aku melangkah ke jalan yang salah dan aku tidak ingin mengulangi kesalahanku. Lagi pula aku bukanlah orang yang bodoh,” ucap Jasmine namun dengan wibawanya yang baik seolah-olah ia merasa tidak tersinggung. Sehingga pembicaraan mereka pun berjalan dengan lancar.
Libra teridam dan ia tak menyangka bahwa Jasmine tidak memiliki seorang kekasih. Bahkan ia sudah mengira dari dulu bahwa Jasmine telah menikah dan melupakan dirinya. Ia tidak tahu merasa senang atau tidak setelah mendengar kabar tersebut. Tapi memang inilah yang ia harapkan. Namun jika Jasmine tetap tidak memiliki seorang kekasih apakah itu tandanya dia masih mencintai dirinya?
Sama seperti Jasmine selama 7 tahun ini ia tidak melihat sama sekali wanita lain karena ia hanya mencintai satu orang. Wanita itu benar-benar membuat dirinya jatuh ke dalam pesonanya dan bahkan begitu dalam cintanya ia tidak mencintai Jasmine hanya melihat kecantikan wanita tersebut namun karena ia adalah Jasmine.
“Maafkan aku, aku tidak menyangka bahwa kau akan marah setelah mendengarnya. Aku bersungguh-sungguh benar-benar tidak bermaksud ingin menyinggungmu.”
Jasmine menganggukan kepalanya bertanda bahwa ia mengerti apa yang dimaksud oleh Libra. Saat melihat Libra Ia juga merasa sangat sakit hati karena pria itu tidak pernah menceritakan keluarganya kepada dirinya seolah-olah Ia adalah orang lain dan bukan pacarnya. Tapi untuk apa ia merasa sakit hati sekarang? Lagi pula sama sekali tidak ada gunanya.
“Baiklah. Tapi aku benar-benar terkejut bahwa kau dari keluarga berada. Ya meskipun itu sama sekali tidak ada gunanya jika aku mengetahuinya.”
Libra mengerti ke mana arah pembicaraan Jasmine. Ia pun menundukkan kepalanya merasa sangat bersalah kepada wanita itu apalagi terlihat dari ekspresi yang sekarang dipasang oleh Jasmine seolah-olah tengah menyindir laki-laki tersebut.
“Maafkan aku untuk itu.”
“Kau tidak perlu mengatakan itu, karena sama sekali tidak ada gunanya. Ini adalah hal biasa.”
“Tapi aku memang belum bisa menceritakannya dahulu.” Jasmine membuang wajahnya karena ia berusaha mati-matian agar menghindari topik masa lalu mereka.
Ia berbincang dengan pria ini seolah-olah mereka hanyalah sebagai rekan kerja bukan seseorang yang memiliki hubungan di masa lalu. Namun semakin dalam pembicaraan mereka maka hubungan mereka di masa lalu juga turut terseret sehingga pembicaraan kali ini tidak sesederhana itu.
“Tidak perlu kau ungkit maa lalu yang sama sekali tidak ada artinya di masa sekarang,” ucap Jasmine tegas berharap bahwa Libra mengerti dengan posisi mereka sekarang. Akan tetapi Libra terlihat memang sedang berusaha mengingatkan Jasmine dengan masa lalu mereka.
“Memangnya kenapa dengan masa lalu? Memang harus dilupakan tapi masa lalu juga sangat berarti untuk masa sekarang.” Jasmine menarik nafas panjang dan menatap ke arah pria itu dengan tatapan tajam memperingati Libra agar tidak berbicara di luar batasnya.
__ADS_1
Tapi terlihat Libra sama sekali tidak mengindahkan ucapan Jasmine. Pria itu malah tersenyum ke arah wanita tersebut dan membuat Jasmine merasa marah karenanya. Jasmine berusaha mencoba pergi dari laki-laki tersebut akan tetapi Libra langsung menahannya.
Jasmine membalikan tubuhnya. Pria itu menarik napas panjang dan kemudian menarik tangan Jasmine dan kemudian memeluk wanita itu. Jasmine terkejut dengan aksi Libra yang begitu tiba-tiba. Ia berusaha memperingatkan Libra agar melepaskan dirinya dan tidak bertindak di luar batas pria itu.
Ia memukul dada Libra berharap bahwa pria itu kesakitan dan melepaskan pelukannya pada tubuhnya. Jasmine benar muak dengan segala perlakuan Libra. Apakah dulu ia sama sekali tidak pernah memikirkan bagaimana perasaannya saat meminta hubungan mereka putus. Lantas sekarang tidak ada angin dan tiba-tiba malah ingin memeluk tubuhnya.
“Libra lepaskan aku!!! Aku bisa berteriak sekarang meminta tolong kepada orang lain dan mengatakan Kau adalah seorang laki-laki cabul!”
“Lakukanlah jika kau bisa! Jasmine, sekarang kita sudah semakin dewasa. Dan aku pikir kamu pasti mencintaiku, kan?”
“Apa yang kau katakan?” Plakk, “kau benar-benar membuat ku sangat marah dan aku berharap tidak bertemu dengan orang seperti mu kau yang tidak tahu malu dan juga tidak tahu rasa bersalah. Aku menyesal!!”
“Maaafkan aku. Aku benar-benar ingin kau kembali lagi. Aku sudah mendapatkan apa yang kau inginkan. Aku harap kau melihat ku.” Jasmine menarik napas panjang dan membuang wajahnya. Apakah ia merasa tersentuh dengan pria itu atau sama sekali tidak.
“Libra, aku lelah. Aku harap kita tidak bertemu lagi. Tapi kenapa aku harus bertemu dengan mu sekarang?”
Libra menarik napas panjang dan kemudian mendekatkan wajahnya kepada dirinya. Yang bodoh lagi adalah ia sama sekali tidak menolaknya dan hingga mereka pun saling berciuman.
Jasmine diam dan membiarkan Libra yang memainkan perannya. Hingga ciuman itu ke tahap yang lebih jauh.
“Di mana kamar kosong?” Jasmine menunjukkan tangannya ke arah ruangannya.
Libra yang sangat tidak sabaran membawa Jasmine ke ruangan itu.
“Percaya kepada ku!”
•••••••••
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.