Jasmine My Mine

Jasmine My Mine
Part 39


__ADS_3

Negara ini sangat indah, bahkan pemandangan yang ada di depan benar-benar dapat memuaskan mata. Tapi sayangnya Jasmine sama sekali tidak bisa merasakan perasaan mendalam itu karena kenangan yang indah ada di Indonesia.


Ia menjadi orang baru di China, lingkungan yang ada di sini pun tidak familiar di matanya hingga ia harus melakukan adaptasi agar bisa tinggal dengan nyaman di negara ini.


Jasmine menatap universitas yang ada di depan matanya. Ini sangat indah dan bahkan Jasmine sendiri masih tidak menyangka bahwa dirinya berhasil masuk ke universitas yang luar biasa ada di depannya ini. Jasmine sangat berharap bahwa ia bisa menjalankan tugas kuliahnya di negara ini dengan baik dan pulang ke Indonesia dengan membawa segudang prestasi.


Apalagi ayah dan ibunya telah menaruh kepercayaan yang sangat besar kepada dirinya. Ia berharap tidak akan mengecewakan mereka semua. Jasmine tahu dengan cara ia mengingat Libra terus-menerus tanpa bisa melupakan pria itu menjadi salah satu hambatan yang cukup fatal terhadap masa depannya.


Menatap ke sekeliling universitas tersebut dipenuhi dengan beberapa orang yang sama seperti dirinya yang mana adalah salah satu mahasiswa baru di universitas tersebut. Tapi bedanya antara mereka dan dirinya adalah, Mereka tampak terlihat sangat enjoy dan menikmati kebahagiaan mereka saat berhasil masuk ke universitas tersebut. Berbeda dengan Jasmine yang tampak murung walaupun sebenarnya Ia juga merasa bahagia karena diterima di universitas ini.


Ia melangkahkan kakinya dengan pelan sembari menikmati pemandangan sekitar untuk mengobati hatinya yang terasa gundah. Ia berharap jika dirinya bisa dengan ffepat beradaptasi dan memiliki teman baru.


Jasmine memiliki kulit yang cukup putih dan hidung yang mancung serta wajah yang benar-benar sempurna seperti orang Rusia atau Turki membuat ia menjadi perhatian banyak orang. Banyak orang yang ada di situ terkagum-kagum melihat kecantikan yang dimiliki oleh Jasmine. Wanita itu benar-benar tidak menyangka dan sempat sangat syok dengan hal tersebut karena menurutnya jika di Indonesia orang seperti itu wajar tapi ia tak menyangka bahwa di negara ini juga orang-orang juga sama dengan masyarakat di Indonesia.


“aku pikir tidak akan menjadi perhatian banyak orang lagi. Tapi kenyataannya pikiranku salah. Sama saja seperti di Indonesia.” Jasmine pun berusaha untuk mengabaikan orang-orang tersebut dan fokus kepada dirinya sendiri.


Ia mengikuti instruksi dari kakak tingkatnya yang mengarahkannya ke ruangannya. Jasmine hanya membalasnya dengan sebuah senyuman sebagai bentuk tanda terima kasih.


Jasmine menarik nafas panjang dan kemudian menghembuskannya secara perlahan. Ia masuk ke dalam ruangan itu dan semua orang pun berdecak aku melihat kecantikannya. Jasmine merasa sangat aneh dengan suasana itu. Ia pun menggaruk tengkuknya untuk mengalihkan kebingungannya.


“Hay siapa nama kamu?” tanyanya dalam bahasa Cina.


“Nama aku Jasmine.”


“Duduk di sini saja.” Jasmine memandang ke arah wanita yang menawarinya tempat duduk tersebut. Daripada duduk di tempat yang lain lebih baik ia duduk di dekat wanita tersebut dan semoga saja ia bisa berteman dengan wanita itu hingga Ia memiliki kesempatan seperti kebanyakan siswa lokal di sini.


Melihat Jasmine mau duduk dekat dengan dirinya membuat wanita itu merasa bahagia apalagi iya sempat mengagumi kecantikan yang dimiliki oleh wanita tersebut. Ia sangat bersemangat dan menarik kursinya agar lebih dekat lagi dengan Jasmine.


“Hay siapa nama kamu?”

__ADS_1


“Jasmine. Kamu?”


“Nama aku adalah Zhao Sisi. Panggil aja Sisi,” ucap wanita itu dan Jasmine menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. Dengan seperti itu saja mereka sudah dapat bertukar nomor ponsel dan WeChat.


••••••••


7 Tahun kemudian


Jasmine menatap Indonesia yang tidak ada berubah banyak. Ia merasa sangat Dejavu saat kembali ke negara ini. Jasmine menarik napas panjang dan membuat kacamata hitamnya dan melihat ayah dan ibunya yang berlari ke arah dirinya.


Negara ini banyak sekali menyimpan kenangannya di masa SMA. Apalagi tentang orang itu. Meskipun hubungan mereka singkat akan tetapi dampaknya benar-benar sangat ia rasakan. Bahkan hanya dengan hubungan yang berjalan 4 bulan saja ia sampai gagal move on bertahun-tahun. Mungkin sampai sekarang ia masih mengingat pria itu dan tak akan pernah melupakannya Karena itu adalah cinta pertamanya dan bahkan Jasmine tidak bisa menerima orang baru.


Wanita itu menarik nafas panjang dan lalu menghembuskannya perlahan. Ia merentangkan tangannya menyambut pelukan dari sang Ibu dan juga Ayah. Terlihat dari raut wajah mereka berdua begitu bangga memiliki anak seperti Jasmine yang saat ini telah menyelesaikan kuliah kedokterannya dan ia sudah dinobatkan menjadi seorang dokter dan telah diterima bekerja di salah satu rumah sakit ternama di Indonesia yang tak lain dan tak bukan rumah sakit itu sendiri adalah milik orang tuanya.


“Congratulation, akhirnya Putri Papa bisa menyelesaikan pendidikannya. Gimana besok udah sanggup nggak kerja?” Jasmine langsung memasang wajah cemberut seakan-akan sedang marah kepada ayahnya.


“Besok udah kerja? Nggak mau gitu kasih kesempatan anaknya istirahat dulu baru kerja. Ini Jasmine baru sampai lo mama, papa!” keluh wanita itu yang berharap orang tuanya mengerti dengan keadaannya saat ini.


“Tidak usah ditanggapi ucapan ayahmu itu. Dia hanya bercanda dan suka mengada-ngada.” Jasmine menganggukkan kepalanya dan kemudian ia memeluk orang tuanya kembali dengan cukup erat.


Dahulu ia sangat membenci ibunya ini dengan segala teriakan ibunya di pagi hari. Namun ketika ia meninggalkan Indonesia dan mencoba hidup sendiri di negara orang lain barulah ia merasakan betapa sangat merindukan teriakan sang Ibu dan juga wajah wanita itu yang terlihat marah kepadanya. Rupanya ia sangat menyayangi ibunya dan tidak pernah terbesit sedikitpun ia membenci sang ibu.


Jasmine baru menyadarinya ketika ia kuliah. Keluarga dan komunikasi dengan mereka adalah sesuatu yang berharga ia rasakan saat itu.


“Papa, Mama, terima kasih kalian selalu ada di samping aku dan sampai aku bisa nyelesain pendidikan kedokteranku. Tanpa adanya kalian Mungkin aku tidak akan pernah kuat.” apalagi mengingat kisah percintaan yang begitu tragis membuat dirinya tidak yakin bisa sampai ke tahap ini jika tidak ada support system mereka.


“Sayang ini semua bukan apa-apa, memang sudah seharusnya kami melakukan ini semua demi kamu sayang. Karena kamu adalah keluarga kami.”


••••••••••

__ADS_1


“Kakak!!!” teriak anak yang baru saja pulang dari kuliah tersebut. Saat melihat Kakak tercintanya ada di rumah dan sudah pulang dari luar negeri membuatnya sangat bahagia.


Wanita itu dengan cepat memeluk kakaknya tersebut. Kemudian ia mengacu pipi kakaknya itu berkali-kali hingga membuat sang kakak melihat ke tingkah laku adiknya itu. Lantas laki-laki itu pun membalas kecupan adiknya di kening sang adik.


Terlihat wajah adiknya begitu sangat bahagia dan memandang ke arah ibunya seolah-olah Tengah mengadu bahwa ia telah dimanjakan oleh sang kakak. Sang ibu yang melihat kedua anaknya saling akur pun merasa bahagia.


Anak perempuan itu menjulurkan tangannya seolah-olah meminta sesuatu dari sang kakak. Kakak laki-lakinya itu yang begitu sangat mencintai sang adik sangat mencintai sang adik lantas memberikan apa yang diinginkan oleh adiknya tersebut.


“Cantika, kamu suka dengan oleh-olehnya?” tanya Libra dan wanita itu mengangguk dengan semangat.


“Kaka Cantika suka banget. Selamat yah Kaka akhirnya perusahaan yang Kaka kelola udah semakin berkembang dan dapat investasi dari pemerintahan Uni Emirat Arab lagi.”


Libra mengangguk dan memeluk Cantika yang sempat ia benci karena ibunya lebih menyayangi Cantika dari pada ia dahulu. Sekarang ia sudah mulai merasakan bahwa ibunya memperlakukannya dengan berbeda.


“Gimana? Sudah dapat mencapai target, kan?” tanya sang ibu dan Libramembalas ucapan ibunya tersebut dengan anggukan yang begitu sangat bersemangat.


Sudah 7 tahun ia tak bertemu dengan teman-teman jalannya. Ia pun merindukan mereka dan berencana siang nanti ia akan mengunjungi Di mana tempat nongkrong mereka dahulu. Sekaligus untuk mengenang masa mudanya yang banyak ia habiskan di tempat itu. Setelah menjalani kehidupan yang sesungguhnya barulah Libra mengerti apa itu arti persahabatan dan juga masa depan.


Dahulu ia aku ingin memilih jalan yang salah. Sekarang secara perlahan Ia pun ingin membawa teman-temannya untuk melihat masa depan mereka seperti yang dilakukan oleh Jasmine dahulu kepada dirinya.


Mengingat nama wanita itu, sampai sekarang ia bahkan tidak bisa melupakannya karena wanita itu pulalah membuat ia berubah pikiran dan tentunya tidak mudah menghilangkan nama tersebut dari otaknya. Ia tidak tahu bagaimana kabar wanita itu sekarang dan ingin sekali bertanya namun ia merasa cukup malu. Karena ingat bahwa dirinyalah yang pertama kali memutuskan hubungan tersebut an itu artinya ia tidak ada hak untuk mengetahui kabar perempuan tersebut.


“Kakak ada apa dengan mu?” tanya sang adik yang merasa ada perbedaan dengan kakaknya itu.


“Tidak apa-apa.”


•••••••


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2