
Libra membuka pintu basecamp dengan kasar dan bahkan menghasilkan bunyi yang cukup nyaring dan mengejutkan orang yang ads di dalam basecamp tersebut. Mereka kompak memandang ke arah Libra dan bertanya-tanya kepada teman di sampingnya.
Moran yang hendak meminum alkoholnya tersebut langsung menghentikannya dan memandang ke arah Libra yang terlihat sangat urap-urakan dan frustasi. Libra tidak habis pikir kenapa Jasmine bisa setega itu memintanya untuk keluar dari geng motor bentukannya.
Libra melangkah ke arah Moran dan mengambil alkohol milik laki-laki tersebut dan menegaknya hingga habis. Moran ingin protes tapi mengingat Libra dalam situasi yang buruk Ia pun mengurungkan niatnya.
“Ada apa dengan ketua? Kelihatannya ketua sedang tidak dalam kondisi yang baik,” tutur Venus tanpa disengaja dan Oscar pun mengiyakan.
Moran menarik napas dan memandang ke arah anggota geng motor yang lainnya. Tidak ada yang berani menegur Libra karena pria itu terlihat tampak anak emosi dan bahkan menendang-nendang dinding.
Libra sama sekali tidak memikirkan bagaimana tanggapan anggotanya. Ia sedang memikirkan bagaimana caranya melampiaskan amarahnya tersebut hingga ia puas.
“Seharusnya kalau gini enaknya ada Olga.”
“Biasalah Olga sama ceweknya mulu. Olga tuh banyak ceweknya, bahkan Karina pun mau diembat juga.” Tentu saja mereka semua kenal dengan Karina.
Moran menyimpan perasaan lain terhadap Karina tapi mendengar Olga ingin mengejar wanita tersebut Ia pun mengurungkan niatnya. Ia dan Olga selama ingin menjadikan Karina sebagai pelampiasan. Jadi kalau misalnya Olga hendak mengejar Karina ia pun tidak melarangnya.
“Kalian suka Karina karena apa? Karena cewek itu cantik? Betul kata ketua kalau Karina itu monster,” ucapnya setelah melihat mimik wajah Moran ketika mendengar Olga jalan dengan pacarnya.
“Tenang kali Moran, Karina tidak mungkin jalan dengan Olga. Lo tau sendiri lah Karina susah dideketin.” Moran pun memutar bola mata malas. Padahal ia sama sekali tidak ada menyimpan perasaan yang lebih terhadap Karina. Entah kenapa mereka semua beranggapan bahwa dirinya cemburu. Ia hanya tertarik dengan wanita tersebut.
“Lo ngomong seenaknya aja. Gue sama sekali nggak ada nyimpan perasaan apapun ke Karina.”
“Oh,” ucap Oscar dan lanjut makan.
Sedangkan Libra masih meraung-raung marah. Anggota yang lainnya tidak ada berani menegur Libra walaupun teriakan Libra mengganggu mereka.
Sementara Venus dan Moran merasa kasihan dengan Libra. Laki-laki tersebut terus dirundung dengan masalah dan jarang sekali ia terlihat bahagia. Ia mendapatkan kebahagiaannya semenjak dirinya berpacaran dengan Jasmine. Oleh sebab itu anggota yang lainnya sangat mensupport Libra bersama dengan wanita itu.
“Coba lu tebak, pasti ketua sedang ada masalah dengan Jasmine,” ucap Aji kepada Indra yang ada di sampingnya.
Refleks koran pun memandang ke arah Aji dan kemudian ia berpikir sama seperti Aji bahwa bisa saja telah terjadi sesuatu dengan hubungan mereka.
__ADS_1
“Setelah dipikir-pikir sepertinya ada benarnya juga si Aji. Jangan-jangan Libra punya masalah lagi sama Jasmine.”
Kebetulan mereka semua sudah dekat dengan Jasmine. Pun begitu pula dengan Karina dan Caca yang sudah saling mengenal dengan anggota geng motor tersebut.
“Di sini ada yang punya kontaknya Jasmine?”
“Gue,” ucap Oscar dan memberikan kepada Moran.
Moran pun menyimpan nomor Jasmine. Ia pun terkekeh saat melihat foto profil WhatsApp Jasmine yang merupakan foto Libra kecil.
Ia pun Adi memperhatikan foto profil tersebut. Lantas sikap aneh yang ditunjukkan oleh moral menjadi perhatian manusia menatap ke arah ponsel Venus dan sama tertawa seperti Moran saat melihat foto masa kecil Libra.
“Ini beneran foto ketua ketika masih kecil?”
“Kayaknya sih iya.”
Alhasil Mereka pun malah mengibahi foto Libra semasa kecil. Libra pun berhenti meraung-raung dan marah kepada dirinya sendiri. Tapi tetap saja ia terlihat kesal dan kemudian menghampiri teman-temannya.
Libra merasa ada yang salah, pria itu menyipitkan matanya dan kemudian hendak merebut ponsel milik Moran. Api untungnya Moran lebih dulu menyimpan ponselnya dan menyengir ke arah Libra.
“Awas aja jika ada sesuatu yang disembunyikan dari gue.”
Mereka pun kompak memandang ke arah moral tapi laki-laki tersebut bersikap biasa saja sehingga Libra tidak terlalu memperhatikannya.
“Libra.” Venus mencoba untuk berbicara dengan pria tersebut. “Sebenarnya ada apa denganmu?” tanya Venus dengan perasaan gugup walaupun ia tahu ini taruhannya besar.
Penuh dengan tantangan ketika ia menanyakan hal tersebut. Venus menarik nafas panjang dan kemudian menepuk pundak Libra menyemangati pria itu apapun masalahnya. Libra memandang ke arah Venus dan kemudian membalas tepukan pundak di bahu pria tersebut.
“Lo tau kan gimana kehidupan gue? Gue bener-bener capek sama tuh cewek.” Venus pun terkejut mendengar Libra menyatakan hal tersebut. Apakah Libra benar-benar sedang bermasalah dengan Jasmine.
“Ketua, emangnya lo punya masalah sama Jasmine? Masalah kayak apa lagi? Gue nggak habis pikir deh sama tuh cewek. Kayaknya dia mau mempermainkan lo.” Libra menggelengkan kepalanya karena ia tidak setuju dengan anggapan sahabatnya tersebut.
Cowok itu kembali mengambil foto arak milik temannya yang lain dan menegaknya. Ia menundukkan kepalanya kemudian merenungi kesalahannya. Ini bukan salah Jasmine tapi salah dirinya yang tidak bisa keluar dari lingkaran hitam yang telah menjeratnya cukup lama.
__ADS_1
Mengorbankan Jasmine tentu saja hal itu sama sekali tidak sepadan. Ia mengingat bagaimana susahnya mendapatkan Jasmine dan saat wanita itu hadir dalam hidupnya ia pun menyadari Aura positif semakin melingkupi kehidupannya.
“Lo tau gak, Jasmine minta gue keluar dari geng Parsel.” tentu saja Venus terkejut bukan main mendengar bahwa Jasmine meminta seperti itu kepada Libra.
Venus tentu tidak setuju dan menggelengkan kepalanya. Laki-laki tersebut menentang keras keinginan Jasmine dan lebih baik Libra memutuskan wanita itu daripada memilih untuk keluar dari geng mereka.
“Lo udah lama nemenin kita di sini. Pokoknya gue nggak mau kalau lo keluar dari geng kita. Mending lo putusin deh cewek nggak jelas gitu.”
Tidak semudah itu memutuskan Jasmine. Jika ia mencintai Jasmine hanya karena penasaran Mungkin ia dengan mudahnya memutuskan wanita tersebut. Tapi mengingat bahwa Jasmine adalah cinta yang paling dalam pernah ia rasakan membuatnya tidak yakin untuk memutuskan wanita itu. Yang ada malah dirinya menahan rasa sakit yang tidak berujung Jika ia putus dengan Jasmine.
“tidak semudah yang kau ucapkan, Apalagi aku benar-benar mencintainya. Mungkin menurut gue kali ini gue beneran jatuh cinta dengan seseorang.” Venus pun menarik nafas kecewa. Ia benar-benar sangat kecewa dan tidak menyangka bahwa ketua mereka lebih memilih wanita itu daripada persahabatan yang sudah terjalin lama.
Venus meninggalkan Libra dengan kesal. Terlihat jelas ia tidak menyukai pilihan yang diambil oleh Libra. Ia berpikir bahwa Libra sama sekali tidak pernah memikirkan mereka.
Venus pun duduk di samping Moran dan terlihat dia sangat marah. Semua orang yang melihat hal tersebut bertanya-tanya sebenarnya apa yang telah mereka bicarakan hingga terlihat kemarahan yang sangat jelas di wajah keduanya.
“Sebenarnya ada masalah apa lagi? Apakah kalian tidak menemukan titik terangnya?” tanya orang yang benar-benar merasa sangat penasaran apa yang telah mereka bicarakan hingga membuat keduanya terlihat berwajah masam.
“Tidak akan pernah menemukan titik terangnya Jika dia benar-benar tidak ingin menemukan titik terang itu. Dia sendiri yang memilih jalan yang salah dan jangan salahkan aku jika tidak mencegahnya. Aku sudah meminta Dia memutuskan cewek itu Tapi tetap memilih untuk bersamanya.”
“memangnya ada apa dengan Libra?”
“apa lo tau kalau cewek itu minta Libra buat keluar dari geng kita? Emangnya semudah itu Meminta Libra keluar dari anggota kita. Demi apapun gue nggak akan pernah setuju kalau ketua keluar.”
Libra pun menghampiri kerumunan anggota gengnya yang mungkin sudah membahas dirinya tersebut. Ia duduk di samping Venus dan kemudian menepuk pundak Venus. Libra tahu betul bahwa ini sangat menyakiti anggotanya.
“Kalian juga tidak bisa menyalahkan Jasmine. Karena Jasmine melakukan semua itu demi kebaikan gue. Dia minta gue buat keluar dari gen itu karena dia sedang memikirkan masa depannya dan masa depan gue. Tapi gue benar-benar tidak bisa meninggalkan kalian. Jadi gue belum bisa mikir apapun.” Libra menarik nafas panjang dan kemudian menatap para anggotanya tersebut. “Gue mau balapan!! Delon sialan itu nantangin gue. Apalagi dia mau ngerebut Jasmine. Gue nggak akan biarin siapapun ngerebut Jasmine dari gue. Dia sok-sokan dan terlalu banyak gaya. Gue bakalan ngabisin dia hari ini juga.”
Sifat hitam Libra pun keluar dan ia mengambil jaketnya dan kemudian keluar dari basecamp tersebut dengan perasaan terguncang. Tentu saja para anggota tersebut mengikuti Libra untuk bertanding.
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
__ADS_1