Jasmine My Mine

Jasmine My Mine
Part 35


__ADS_3

Tiba-tiba suasana menjadi hening. Libra pun membuang wajahnya karena ia masih belum siap untuk bertemu dengan Jasmine. Laki-laki tersebut tidak mengetahui dari mana Jasmine bisa tahu keberadaannya di penjara. Demi apapun Libra tidak bisa menahan malunya dan berharap bahwa Jasmine pergi dari kantor polisi ini dan tidak perlu menjenguknya.


Apalagi Jasmine dari orang yang terpandang. Pasti ini akan mempengaruhi nama baik Jasmine dan keluarganya. Libra tidak ingin wanita itu terseret ke dalam masalahnya. Meskipun ia memukuli Delon juga karena laki-laki tersebut menghina Jasmine dan sebagai seorang yang sangat dicintai oleh Libra pastinya ia tidak terima orang dicintainya dihina.


Libra juga tidak ingin bahwa Jasmine mengetahui apa alasan utamanya ia berkelahi. Cukup dirinya yang tahu dan bahkan tidak ada satupun yang mengetahuinya selain Delon. Melihat tatapan Jasmine yang berkaca-kaca saat kedatangan dirinya saja Libra sudah merasa sangat tidak tega kepada wanita itu.


Bagaimana mungkin ia tega melihat Jasmine lebih terpuruk lagi saat mengetahui bahwa ia harus mendekam di penjara cukup lama. Ini sebagai hukuman kepada dirinya yang telah menyakiti Jasmine dan tidak bisa keluar dari anggota geng motornya. Libra benar-benar sudah buntu dan ia pun berseteru dengan anggotanya sendiri dan pria itu sama sekali tidak ada niatan untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut.


Maka dari itu tidak ada sama sekali yang datang untuk menjenguk Libra. Mungkin mereka sudah terlampau kesal karena ulah dirinya yang tiba-tiba menyerang dalam malah membuat mereka jatuh dalam sebuah malapetaka.


Libra dengan tangan dirantai berjalan ke arah meja yang sudah disediakan dan di depannya ada pembatas yang menghalangi dirinya dengan Jasmine. Terlihat jelas di wajah keduanya bahwa mereka sama-sama dirundung dengan kesedihan.


Jasmine sama sekali tidak tahu harus berbuat apa kepada Libra yang ada di depannya. Setiap kata yang telah Ia susun menjadi sebuah kalimat yang hendak ia ungkapkan kepada Libra malah buyar begitu saja saat melihat pria itu di depannya. Bohong Jika ia tidak merindukannya dan ingin memeluknya. Jasmine ingin sekali melakukan semua itu kepada Libra. Tidak jauh berbeda dengan wanita itu, Libra pun merasakan hal yang sama.


Pria itulah yang pertama kali mencairkan suasana dengan tersenyum ke arah Jasmine. Jelas sekali Jika senyuman itu terlihat sangat canggung. Jasmin yang melihat hal tersebut pun membalasnya dengan senyuman kaku seakan-akan mereka tidak pernah bertemu sebelumnya. Padahal kenyataannya, mereka bukanlah lagi orang asing. Mereka adalah sepasang kekasih yang sangat romantis. Bahkan siapapun yang melihatnya pasti akan sangat iri dengan hubungan tersebut. Tapi siapa sangka hubungan yang mereka elu-elukan itu akan berakhir menjadi seperti ini.


“Kenapa kau datang? Aku kira kau membenciku setelah kau mengetahui bahwa aku tawuran lagi. Jasmine kau tidak perlu menemuiku, selain itu aku juga tidak bisa menepati janji. Aku telah mengecewakanmu, Jasmine. Kau tahu sendiri jika aku tidak bisa keluar dari geng motor itu. Sekarang aku malah sedang dipenjara. Lebih baik kau lupakan aku. Aku sama sekali tidak baik untuk mu.”


Mendengar kalimat kurang ajar yang pria itu ucapkan membuat emosi Jasmine naik drastis. Bisa-bisanya laki-laki tersebut mengatakan hal itu padahal Ia sendiri yang membuat dirinya jatuh ke dalam pelukan laki-laki itu. Namun sekarang dengan gampangnya ia mengucapkan kalimat tersebut tanpa ada rasa bersalah sama sekali.


Padahal kedatangan Jasmine disini ingin berdiskusi dengan laki-laki tersebut siapa tahu akan menemukan titik masalahnya. Tapi siapa sangka ia malah mendengar kalimat yang seharusnya tidak ia dengar seumur hidupnya.


Tangan Jasmine di bawah sana membentuk sebuah kepalan. Ia benar-benar benci dengan kalimat itu yang tidak memiliki pertanggungjawaban sama sekali. Bahkan dia tidak gentleman. Jasmine ingin memberikannya kesempatan sekali lagi dan akan berdiskusi tapi siapa sangka pria itu malah memilih jalannya sendiri.

__ADS_1


“Libra, aku sama sekali tidak berharap akan mendengar ucapan seperti ini. Kau tahu kedatanganku untuk apa? Kedatanganku kemari adalah untuk berdiskusi denganmu dan menemukan titik terang untuk masa depan mu. Tapi kenapa kau sama sekali tidak menghargai diriku? Sebenarnya apa yang kau inginkan? Kau benar-benar jahat Libra!!!! Apakah kau menyadarinya? Kau adalah laki-laki brengsek yang pernah aku temui. Kau yang membuat aku mencintaimu, tapi kau juga yang menghancurkan aku! Tidak apa-apa kau mengatakannya ini di awal sekali sebelum hubungan kita terlalu jauh. Tapi jika kau mengatakannya sekarang, mungkin kau sedang menghina ku! Aku yang terlalu bodoh dan polos sehingga termakan pucuk rayu orang sepertimu. Kau tahu jika aku bukanlah orang sembarangan dan berpikir luas, aku benar-benar menyesal Libra. Kau menyuruhku untuk melupakanmu, apakah secara tidak langsung kau ingin putus hubungan dengan ku?”


Libra langsung memandang ke arah Jasmine. Dilihat dari raut wajah pria tersebut memang itulah yang dimaksud oleh Libra. Padahal Jasmine masih ingin berharap bahwa bukan itu yang dimaksud oleh laki-laki tersebut. Saat tak menemukan jawaban apapun dari pria itu membuat dirinya menangis.


Ia hendak menampar Libra yang ada di seberang sana namun sayang sekali terhalang oleh pembatas kaca yang ada di depannya.


“Pulanglah dan lupakan aku. Aku bukanlah orang yang pantas bersamamu. Jangan membuatmu lebih sakit hati lagi untuk terus bersamamu. Maafkan aku karena tidak sanggup untuk menjadi orang yang hebat seperti kau inginkan. Karena aku sudah menyerah itu artinya aku memang tidak layak untuk menjadi suami mu,” tutur Libra dengan suaranya yang serak. Terlihat jelas bahwa pria itu juga sakit saat mengatakannya.


Jasmine menarik nafas panjang dan kemudian menghapus air matanya. Ia tidak ingin membuat dirinya malu di depan umum karena menangisi pria brengsek.


“Baiklah jika itu mau mu. Kau sendiri yang memintanya, maka aku tegaskan lagi jika kita putus. Oh iya aku juga setelah diterima di universitas Peking, Cina. Mungkin sebulan lagi aku akan pergi.”


Libra semakin sesak saat mengetahui bahwa Jasmine akan pergi ke luar negeri. Wanita itu luar biasa dan ia tidak bisa menghalangi impian Jasmine. Ia terlalu gengsi untuk mengatakan bahwa ia sakit hati dan tidak terima Jasmine jauh dari dirinya.


“Jika begitu aku turut bahagia dan selamat untuk mu.”


Jasmine menarik napas panjang dan menganggukkan kepalanya. Baiklah jika seperti itu, maka ia akan pergi ke Cina tanpa beban dan melupakan segala kenangan yang ada di negara ini.


“Baiklah selamat tinggal” ucap Jasmine dengan suara yang terbata-bata.


Ia meninggalkan ruangan tersebut. Setelah kepergian Jasmine barulah Libra menunjukkan ekspresi yang sebenernya. Tangisan yang pria itu tahan pecah begitu saja. Bahkan orang yang ada di sana terkejut melihat penampilan Libra yang tidak seperti biasanya.


Polisi yang mendengar percakapan tersebut lantas menepuk bahu Libra. Tampaknya ia turut prihatin dengan nasib laki-laki tersebut.

__ADS_1


“Aku tidak tahu kisah percintaanmu serumit ini. Sungguh bagaikan langit dan bumi, tidak seperti biasanya. Dia tampak terlihat anak yang cerdas dan berprestasi namun entah kenapa bisa mendapatkan orang sepertimu yang sangat brengsek. Dia memang pantas untuk mendapatkan orang yang lebih baik darimu.” Perkataan dari polisi tersebut malah melemahkan mental Libra.


Ia meminta agar polisi tersebut segera membawa dirinya ke sel. Ia tidak sanggup terus di sini. Dengarkan sandi Jasmine sungguh membuat hatinya tersayat-sayat.


Saat di depan sel semua narapidana menetap ke arah dirinya karena melihat wajah Libra yang memerah. Orang-orang di sana pun bertanya-tanya apa yang telah membuat laki-laki tersebut sampai seperti itu.


“Kenapa kau menangis? Apakah kali ini tidak ada orang yang bisa menyelamatkan mu? Makanya kau menangis.” Libra mengabaikan suara pria itu. Laki-laki tersebut fokus dengan renungannya.


Vonis hukuman belum dijatuhkan kepada dirinya. Selain itu orang tuanya masih berusaha untuk sebisa mungkin melepaskan dirinya dari sel ini. Setelah ditinggalkan oleh Jasmine baru lahir betapa pentingnya ucapan wanita itu.


Ia baik, dan bahkan wanita itu mau memikirkan masa depan yang bukan miliknya. Hanya ada satu orang yang seperti itu, Jasmine lah orangnya.


“Maafkan aku belum bisa jadi orang terbaik untukmu.Tapi aku harap bisa memperbaiki masa depan ku seperti yang kau harapkan meskipun suatu hari nanti kau bukanlah lagi milikku,” ucap Libra pelan dan menghapus air matanya.


Para narapidana yang didominasi oleh laki-laki tersebut semuanya memandang ke arah Libra. Mereka seakan-akan sedang memberikan segudang support untuk dirinya.


“Siapa yang telah menjengukmu? Tampaknya ya sangat spesial bagi mu. Apakah dia adalah pacar mu?” Libra menganggukkan kepalanya. “Kisah percintaan anak muda memang sangat rumit.”


“Tapi dia berbeda, dia memikirkan masa depan ku. Dia anak dari orang terpandang dan keluarganya dokter dan dia akan berkuliah di Cina. Sedangkan aku? Aku hanyalah anak jalanan yang hidup bebas tidak seperti kehidupannya. Apakah aku masih pantas, dia begitu hebat, bukan?”


“Ya dia memang hebat.” Libra pun tersenyum mendengar orang itu memuji Jasmine. Ia bangga pernah bisa memiliki perempuan itu.


___________

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2