
Suasana di sore itu sangat lah asri. Burung berterbangan di ranting pohon yang mengarah ke jendela. Matahari perlahan mulai turun, suasana sore begitu terasa.
Jasmine menatap burung tersebut dengan senyum lebar. Wanita itu seperti melihat keindahan yang sudah lama sirna dalam hidupnya makanya ia merasakan ada sesuatu yang sangat dalam di hatinya aat melihat pemandangan itu.
Perempuan itu menarik satu sudut bibirnya membentuk sebuah lengkungan yang sangat indah. Tak ada hal yang lebih menakjubkan dari pada ini.
"Jasmine!!!" Jasmine tersentak mendengar suara ibunya yang memanggilnya.
Tanpa bertanya alasan dia dipanggil sekeras itu Jasmine juga sudah mengetahui apa yang membuat ibunya mengeluarkan suara kasar saat menyebutnya.
Ibunya memang sangat pemarah tapi ia sudah terbiasa hidup bersama dengan ibunya dan maka karena itu ia tak terlalu peduli saat sang ibu terus membentaknya dengan bahasa kasar. Ia pikir mungkin itu hanya sebuah angin lalu biasa.
"Jasmine! Kamu ini gak punya telinga atau gimana? Mama manggil kamu masih gak myahut!" Itu memang sudah watak ibunya.
Jasmine menghela napas dan membuka pintu kamarnya. Sang ibu malah terkejut melihat kehadirannya yang tiba-tiba. Ia memberikan plototan tajam kepada sang anak dan hal itu ditanggapi dengan biasa saja oleh Jasmine.
__ADS_1
"Mama ada apa cari Mine?" tanya wnaita itu dengan suara berat karena oa terlalu malas menanggapi ibunya.
"Kamu ngomong yang bener dong. Kamu kaya lagi gak suka aja ke Mama. Ini Mamamu lho." Jasmine menarik bibitnya membentuk sebuah lengkungan. Ia masih tergolong orang yang sabar karena menanggapi sang ibunda dengan senyum penuh kebahagiaan meskipun nyatanya ia sama sekali tak seperti itu.
"Mama, jadi Jasmine itu lagi belajar. Mama kenapa selalu marah-marah ke Jasmine sih?"
"Iya maaf." Sang ibu tetap gengsi saat meminta maaf kepada sang anak. Mendengar permintaan maaf dari ibunya sedikit rasa kasih sayang yang hilang perlahan kembali lagi. "Beliin mama garam ke Indomaret sebentar," ucap sang Ibu seraya menyerahkan beberapa lembar uang kepada Jasmine.
Jasmine mengambil uang tersebut dan kemudian menganggukkan kepalanya. Sang Ibu pun ketika telah mendapatkan persetujuan dari anaknya lantas pergi begitu saja. Jasmine pun menghela napas dan kemudian pergi keluar untuk membelikan garam sang ibunda ke Indomaret.
"Jasmine! Gue Libra." Jasmine mengerutkan keningnya. Dari mana laki-laki itu mengetahui namanya, ia rasa belum pernah mengatakan siapa namanya kepada lelaki tersebut.
"Gak butuh kenalan sama lo. Mending lo pergi."
"Libra, itu nama gue. Kalau lo mau manggil dengan sebutan spesial juga gak papa." Jasmine menghela napas sabar. Ia masih bisa berbaik hati kepada pria ini walaupun sejujurnya hatinya sudah sangat marah melihat pria itu yang ada di sekitarnya.
__ADS_1
"Gue gak mau bicara sama lo. Lo itu nakal, dan juga gak tau diri. Lo ngaca, Lo cuman bisanya merendahkan cewek!!!"
Seketika Libra terdiam dan tangannya terkepal. Pria itu menarik napas dengan wajah yang memerah. Mendengar setiap umpatan yang diberikan oleh Jasmine rasanya ia ingin mencekik wanita ini. Sebut saja dia adalah cowok red flag.
Libra menarik paksa tangan Jasmine dan membawa ke lorong sepi. Tentunya Jasmine sangat panik dan berteriak kencang.
"Tolong!"
"Diam kalau gak mau gue perkosa!"
________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA
__ADS_1