Jasmine My Mine

Jasmine My Mine
Part 43


__ADS_3

Jasmine menatap ke arah jendela dengan pandangan kosong. Ia tak menyangka kali ini keputusannya benar-benar di luar dugaan. Apakah sekarang ia menyesalinya setelah semuanya terjadi? Wanita itu menarik napas panjang dan dengan tatapan lurus ke depan ia mengangkat tangannya dan mengusap wajahnya dengan kasar. Pipi yang basah itu menandakan bahwa dirinya merasa sangat bersalah.


Jasmine menelan ludahnya dengan kasar dan kemudian menundukkan kepalanya. Seolah dunianya sudah hancur karena salah berpijak. Jasmine sudah mengecewakan orang tuanya. Ia yakin bahwa orang tuanya tidak mengharapkan ini sama sekali.


Bagaimana ia akan menjelaskan kepada orang tuanya tersebut? Jasmine menyesali kenapa ia tidak bisa menghentikan semua itu. Hanya itu yang ada di pikirannya sekarang dan ia benar-benar tidak bisa berbuat apapun selain meratapi kesalahannya.


Laki-laki yang berada di tempat di belakang dirinya menatap punggungnya tersebut tidak bisa melakukan apapun karena semuanya telah terjadi dan barulah ia menyadari bahwa ia tidak seharusnya melakukan hal tersebut kepada Jasmine.


Ia di luar kendali dan tak menyangka juga bahwa akan sampai ke tahap yang jauh. Libra menghampiri Jasmine kemudian memegang pundak wanita tersebut. Ia akan bertanggung jawab kepada Jasmine. Lagi pula ia sama sekali tidak keberatan jika harus menjadikan Jasmine sebagai istrinya.


Tapi ia tahu bahwa dirinya benar-benar keterlaluan. Ia yang memutuskan hubungan namun dirinya tak sengaja malah membuat hubungan itu kembali tanpa persetujuan orang kedua. Jasmine menarik napas panjang dan menyingkirkan tangan Libra yang bertengger di bahunya.


Ia membalikkan tubuhnya dan masih bisa memberikan senyum kepada Libra. Melihat senyum wanita itu yang terukir membuatnya benar-benar sakit hati. Apa yang telah ia lakukan pastinya tidak semudah itu untuk dimaafkan oleh Jasmine.


“Aku harus pergi dan mungkin ayah ku mencari ku. Aku masih banyak jadwal yang harus aku selesaikan.” Jasmine pun pergi begitu saja dan meninggalkan Libra yang terdiam di tempat itu seraya memandang ke arah objek yang menjadi perhatian Jasmine tadi.


Senyumnya seketika luntur. Ia tidak bisa mencegah semuanya dan bahkan tidak bisa mencegah yang pergi di depan matanya. Semuanya hanya tinggal sebuah penyesalan. Dan ya semua itu tidak ada artinya bagi Jasmine.


“Jika kau ingin melaporkanku ke polisi, kau bisa melakukannya,” ucap Libra tanpa ekspresi sama sekali.


Jasmine yang sudah terserah kamu lengkap pun mengurungkan niatnya untuk menarik gagang pintu. Ia menundukkan kepalanya seraya memejamkan matanya sebagai bentuk penguatan diri.


“Tidak perlu melakukannya. Aku katakan kau beruntung mendapatkan sesuatu yang berharga dariku.” Jasmine pun pergi begitu saja dan ia menutup pintu itu kembali.


Libra memejamkan matanya tahu bahwa ia tidak seharusnya berada di ruangan wanita ini jika tidak ingin dituduh melakukan hal yang aneh-aneh terhadap ruangan Jasmine. Ia pun berpakaian lengkap dengan tergesa-gesa dan lalu kemudian pergi dari ruangan itu secepatnya sebelum tuduhan negatif berdatangan.


Kemudian pria itu menutup ruangan wanita tersebut seperti sedia kala. Ketika ia keluar dari ruangan itu ia bertemu dengan salah satu dokter dan juga Olga yang ada di sampingnya. Dokter yang bersama Olga tersebut sempat heran dan ingin memperingatkan Libra yang sudah melanggar batasan.


Akan tetapi Libra begitu saja dan Olga juga menahan dokter tersebut untuk menasehati Libra.


“Kenapa Kau biarkan penjahat itu pergi? Apakah kau sama sekali tidak takut jika terjadi sesuatu kepada salah satu dokter kita?”

__ADS_1


“Aku lebih tahu apa yang sebenarnya terjadi.” Itu hanya ada di mulutnya saja. Sebenarnya Olga juga bertanya-tanya apa yang telah dilakukan Libra di dalam ruangan tersebut. Apalagi itu adalah ruangan milik Jasmine.


••••••


“Jasmine kamu dari mana saja? Papa sudah menunggumu dari tadi.” Jasmine pun menundukkan kepalanya karena ia telah melakukan kesalahan sehingga melupakan memberikan kantong yang ia bawa untuk ayahnya.


“Papa maafkan Jasmine. Tadi ada urusan sebentar makanya Jasmine telat.” Jasmine pun menyerahkan makanan yang ia bawa untuk ayahnya tersebut. Terlihat sekali jika Ayahnya memang sangat lapar dan sedang menunggu makanan itu. Ia malah melakukan sesuatu yang bejat.


Jasmine pun menjadi melamun membuat ayahnya yang sedang makan menghentikan aktivitasnya dan menatap ke arah anaknya dengan pandangan serius. Tidak seperti biasanya Jasmine seperti ini, apakah pekerjaan yang dilakukan oleh wanita itu begitu sangat berat hingga membuat Jasmine terus termenung.


Sanga yah meletakkan sendok dan kemudian ia memegang tangan Jasmine sebagai bentuk support terhadap semua masalah yang sedang dihadapi oleh wanita itu. Jasmine memandang ke arah ayahnya yang begitu sangat baik seraya meneteskan air mata.


Ia memeluk ayahnya dan tapi ia iya karena ini menyangkut harga dirinya. Wanita itu terus memeluk sang ayah dengan perasaan yang pecah, sementara ayahnya mengusap belakangnya sebagai bentuk apapun keadaan Jasmine pasti akan mendukung anaknya seratus persen.


“Tidak apa-apa, kau pasti bisa menyelesaikan masalah mu. Semua orang akan melihat apa yang telah kau lakukan. Kau tak harus bersedia seperti ini. Anak Papa ayo tersenyum. Papa tidak akan bisa tenang jika kau terus memasang wajah manyun seperti itu.” Jasmine menarik napas panjang dan menganggukkan kepalanya. Ia patuh kepada ucapan sang ayah dan tentunya ia merasa sangat bersalah kepada ayahnya.


Lihatlah pria ini selalu memuji dirinya dalam keadaan apapun dan memberikan dukungan kepadanya setiap ia memiliki masalah, pastinya yang mengharapkan bahwa anaknya ini akan melakukan hal baik dalam hidupnya. Tapi sekarang dia telah mengecewakan semua kepercayaan ayahnya.


“Papa tidak tahu seberat apa masalahmu. Akan tetapi bapak cuman mau bilang kalau Papa tidak senang melihat kamu menangis. Jika memiliki masalah kamu harus berdiri di paling depan dan katakan kepada masalahmu itu Kau bukanlah tandingannya,” ujarnya yang terdengar begitu menyakitkan di hati Jasmine.


Mungkin ayahnya mengira bahwa masalahnya tersebut hanyalah masalah sepele yang pasti ia dapat selesaikan. Bagaimana jika ingin mengetahui bahwa masalah tersebut adalah sebuah masalah besar yang mana menyangkut harga diri keluarga mereka.


“Papa, maafkan Jasmine belum bisa cerita. Tapi ketika Jasmine sudah mengatakannya nanti kepada papa, Papa tidak akan marah kepada Jasmine.” Ayahnya menganggukkan kepalanya. Karena sejauh ia ia selalu mensupport anaknya. Jadi tidak mungkin ia akan meninggalkan anaknya saat wanita itu memiliki masalah.


“Kau tenang saja. Papa tidak akan meninggalkan kamu bagaimanapun keadaan kamu. Karena sejatinya orang tua adalah selalu berdiri di samping anaknya.”


Kepada ayahnya Jasmine menganggukkan kepalanya percaya kepada ayahnya tersebut.


•••••••••


Olga pun mendatangi Libra yang baru saja keluar dari ruangan ibunya. Ia terkejut melihat pria itu datang pada dirinya dan rasa kagetnya hanya beberapa detik saja sebelum ia menyadari bahwa kedatangan Olga pasti ingin bertanya kenapa ia bisa ada di dalam ruangan Jasmine.

__ADS_1


Sebagai teman lama Libra hanya melemparkan senyum kepada laki-laki tersebut. Jika merasa muak dengan senyum tersebut dan kemudian langsung bertanya pada intinya.


“Apa yang lo lakukan di dalam ruangan Jasmine? Kau tidak melakukan sesuatu yang melanggar norma hukum, kan? Lo jauhi saja jika Jasmine nggak mau dekat lagi sama lo.” Libra menarik nafas panjang dan kemudian menyuruh agar mereka duduk dahulu baru membicarakan masalah tersebut.


Kemudian Libra menarik napas terlebih dahulu sebelumnya akan menjelaskan kepada laki-laki itu. Tampaknya Olga sudah salah paham.


“Gue tau keresahan hati lo. Tapi itu benar-benar tidak seperti yang kau pikirkan. Papi Ini adalah hal yang paling di luar dugaan lo.” Olga pun menyatukan kedua alisnya. Ia menatap Libra dengan tajam berharap jika pria itu tidak bertele-tele menjelaskan yang sesungguhnya.


“Gue gak mau lo permainkan gue. Apa yang sebenernya terjadi?”


“Gak bisa dibilang balikkan. Tapi gue telah melakukan hubungan dengan Jasmine.”


“Hubungan?” Awalnya bingung dengan ucapan pria tersebut namun dalam beberapa detik ia langsung paham.


Cowok itu langsung naik pitam dan hendak meninju wajah Libra yang kurang ajar.


“Lo benar-benar ya!! Gue gak pernah nyangka kalau punya teman yang kaya lo!!” ucap pria itu kecewa dan Libra hanya mengangkat bahunya.


“Tapi dia juga mau dan minta di ruangan dia makanya gue dari sana.” Olga menarik napas panjang dan ia pun tak berhak untuk marah.


Sementara itu Jasmine datang dengan wajah datarnya hendak memberikan kondisi ibunya Libra.


Olga dan Libra menghentikan topik mereka dan mengalihkan perhatiannya kepada Jasmine. Akan tetapi Jasmine mengabaikan keduanya.


“Jasmine aapa yang dilakukan oleh Libra lo bisa laporin ke polisi jika ko gak senang.”


Jasmine berhenti melangkah. Ia mengepalkan tangannya erat dan kemudian masuk ke dalam tanpa meninggalkan sepatah kata pun.


•••••••


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2