Jasmine My Mine

Jasmine My Mine
Part 10 B


__ADS_3

Apa yang telah terjadi semalam membuat Jasmine terus berusaha melupakannya walaupun itu begitu sangat sulit. Ia berharap setelah ini tidak akan bertemu dengan pria itu lagi. Dirinya benar-benar kapok ketika sadar mulut kasarnya ini telah menyinggung seseorang. Padahal itu bukanlah sifatnya tapi entah kenapa akhir-akhir ini iya benar-benar keterlaluan. Jasmine rasa orang-orang juga pasti akan merasa sakit hati karena ucapannya.


Jasmine terus menyalahkan dirinya sendiri yang mengakibatkan kesalahan yang sangat fatal. Intinya ia tidak ingin bertemu dengan pria itu lagi dan jika bisa hubungan mereka hanya sampai di sini saja.


Setelah pagi menyapa Jasmine hanya berharap bahwa ini adalah hari yang baru. Tidak ada lagi masa lalu yang akan menguntit dirinya dan tidak ada lagi pria yang bernama Libra itu.


Jasmine berusaha membuat dirinya seceria mungkin menyambut pagi hari ini. Ia berjanji kepada ibunya tidak akan membuat masalah lagi. Sang ibu tentunya merasa sangat marah ketika tahu semua ini bermula dari kelalaian dirinya. Ia memang sangatlah pecundang dan tidak tahu malu.


Jasmine menarik napas panjang dan menatap ke arah sekolahnya yang menjulang tinggi di depan matanya. Sebentar lagi ia akan masuk ke dalam sekolah itu dan menyapa teman-temannya yang sudah menunggunya di dalam. Perasaan yang saat ini tengah merundung dirinya membuat wanita itu sungguh sangat tidak sabaran bertemu dengan para sahabatnya tersebut.


Tentu saja dengan bersenang-senang dengan mereka ia bisa melupakan masalahnya dengan Libra. Mungkin sejenak ia bisa berpikir jernih dan menghilangkan rasa takut yang terus mengejar-ngejarnya. Jasmine pun memegang kedua tali tasnya dan kemudian melangkah gontai dengan senyuman lebar yang menyapa para siswa yang memanggil namanya.


Tentu kalian tahu bahwa Jasmine sangatlah terkenal, wanita itu benar-benar sosok Dewi yang langka di sekolah mereka. Selain itu Jasmine juga memiliki popularitas yang tinggi namun ia tidak memanfaatkannya begitu saja. Akan tetapi ia bersyukur dengan hal tersebut, karena bisa mendatangkan hal baik karenanya.


Ia memang wanita tercantik di sekolah ini hingga membuat beberapa siswi lainnya merasa iri dengannya. Maka dari itu Jasmine tidak ingin terlihat terlalu menonjol dan memanfaatkan kecantikannya tersebut agar tidak menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.


Lihatlah usahanya begitu besar namun sangat disayangkan bumerang itu datang kepadanya atas kesalahannya sendiri yang tidak bisa mengontrol nafsunya yang ingin berdiri paling depan sehingga membuat ia menjadi target Libra.


"Jasmine! Sumpah lo dari mana aja sih? Kenapa lu kemarin nggak datang pas acara? Kita udah nungguin lo." Bahkan Jasmine sendiri juga sudah lupa dengan janjinya dengan teman-temannya. Wanita itu hanya melemparkan senyum masam kepada teman-temannya tersebut dan tentu saja itu menjadi perhatian kedua temannya.


"Karina, Caca, sorry kayaknya gue lupa kemarin. Gue ketiduran," ucap wanita itu penuh dengan rasa bersalah.

__ADS_1


Caca dan Karina tentu saja tidak akan percaya dengan mudahnya. Ia yakin telah terjadi sesuatu kepada Jasmine hingga membuat wanita itu sangat berbeda dari biasanya.


Caca dan Karina memegang tangan Jasmine dan membawa wanita itu duduk di kursinya. Lalu mereka menatap dengan tatapan yang tajam membuat bingung Jasmine.


"Ada apa?"


"Cerita sama gue sebenernya ada apa? Kenapa wajah lo kayak punya masalah gitu?" tuntut Karina dan dibenarkan oleh Caca.


Jasmine menghela napas dan menatap ke depan dengan pandangan kosong. Ia masih berperang kepada dirinya sendiri apakah harus mengatakan yang sebenarnya kepada teman-temannya ataukah tetap menyembunyikan hal tersebut dari teman-temannya itu.


Ia pun menyingkirkan kedua tangan temannya yang tengah menggenggam tangan mungilnya tersebut. Ia sendiri berada di dalam fase kebingungan.


"Gue kayak gini karena Libra anggota geng motor yang natap gue. Sumpah gue gak bisa tenang apalagi dia itu mengerikan banget sumpah. Lo tau gak gue jantungan karena itu. Dan dia culik gue sampe gue dibawa ke basecamp mereka. Sumpah gue takut banget. Semua yang ada di sana tuh cowok, bau rokok dan juga bau alkohol. Trus mereka lecehin gue," ucap Jasmine dengan menggabu-gebu dan tanpa ia sadari telah menangis.


Wanita itu memegang dadanya yang sesak serta menyesali segalanya. Bahkan Caca dan Karina yang mendengar cerita tersebut sangat syok dan ia tidak bisa tenang setelah mendengarnya.


Mereka saling bertatapan dan berusaha menguatkan Jasmine. Sebagai seorang sahabat pastilah ia harus berdiri di samping Jasmine.


"Lo tenang aja, gue siap ngebantuin lo buat laporan ke polisi." Caca begitu berambisi untuk menolong Jasmine dan membuat wanita itu keluar dari rasa paniknya.


Wanita tersebut mengusap punggung Jasmine penuh dengan perasaan kasih sayang. Kelelahan Kevin pun mulai merasa tenang dan sedikit lebih baik. Setidaknya Ia memiliki teman-teman yang terus berada di sisinya. Jasmine sangat bersyukur mereka baik.

__ADS_1


"Terima kasih. Kalian memang yang terbaik." Jasmine pun memeluk Caca dan Karina dengan erat. Begitulah hubungan persahabatan mereka yang saling membantu.


Jasmine tersenyum lebar dan kemudian menghapus air matanya yang masih membasahi wajahnya. Wanita itu terlihat sangat cantik dengan wajahnya yang kembali penuh dengan keceriaan.


"Nah gitu dong senyum, kelihatannya lo lagi cantik daripada gue,"ucap Karina seraya mengangkat kedua alisnya.


Caca yang mendengar hal tersebut menggelengkan kepalanya. Sebut saja bahwa ia tidak habis pikir dengan pemikiran Karina.


"Ya emang cantik kan Jasmine daripada lo. Bahkan pas dia nangis juga kecantikan dia."


"Dan juga cantikan Jasmine daripada lo," balas Karina yang tidak ingin kalah dari Caca.


Jasmine yang menjadi penengah Mereka pun berusaha menyelesaikan pertengkaran tersebut. Apalagi sebentar lagi guru akan segera masuk ke dalam kelas mereka dan itu artinya ia harus bersikap siaga untuk menyambut kedatangan guru tersebut.


"Sudah-sudah, bentar lagi guru bakal masuk. Kek anak kecil aja bertengkar," ucap Jasmine seraya menarik napas panjang dan membenarkan duduknya dan mengeluarkan beberapa alat tulisnya untuk memulai pelajaran.


________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2