
Libra mengepalkan kedua tangannya. Ternyata tanpa Jasmine sedikitpun ia tidak sanggup. Tidak pernah ia menangis sampai sedalam ini. Tapi hanya karena Jasmine ia melakukan hal tersebut hingga membuat orang yang ada di dalam penjara merasa heran dengan dirinya. Tapi Libra tidak peduli sama sekali, ia sudah kehilangan akalnya semenjak berpisah dengan Jasmine.
Ia berharap bahwa Jasmine membenci dirinya dan melupakannya tidak perlu mengingat orang yang brengsek seperti dirinya ini. Setidaknya dengan seperti itu ia jauh lebih tenang. Libra berharap Jasmine juga mendapatkan penggantinya.
Orang-orang yang ada di dalam penjara itu turut prihatin setelah mengetahui kisah percintaan Libra yang bagi mereka cukup mengenaskan. Ini memang salah Libra yang mencintai orang yang salah padahal pria itu juga tahu bahwa Jasmine dan dirinya itu sudah berbeda pikiran dan tidak mungkin bisa bersatu mengingat bagaimana Kehidupannya yang tidak akan pernah sebanding dengan Jasmine.
Libra menarik napas dan menatap ke arah atap dengan pandangan kosong. Berada di dalam penjara ini dengan menghabiskan waktunya bertahun-tahun mungkin bisa membuatnya melupakan masa lalunya tersebut. Ia juga tahu bahwa teman-temannya bahkan sekarang tidak ada yang peduli dengan dirinya.
“Kukira hidup ku lebih tragis dari dirimu. Tapi setelah aku mengetahui bagaimana kehidupanmu aku baru mengerti bahwa ada orang yang lebih menderita lagi. Ditinggalkan oleh keluarga, tidak dianggap pula lalu ditinggalkan oleh pacar dan sahabat itu adalah sesuatu yang benar-benar di luar dugaan. Aku bahkan tidak menyangka kau mendapatkan penderitaan itu semuanya,” ucap salah satu narapidana yang mana Libra sempat menceritakan kehidupannya kepada pria itu.
Libra menarik napas panjang dan menganggukkan kepalanya. Benar, ia adalah orang yang paling tidak beruntung. Kebebasan di jalanan bukanlah satu-satunya jalan untuk mencapai kebahagiaan. Semuanya dan masanya dan sekarang ia diuji di mana semua masalah hanya ada pada dirinya.
“Dan aku baru mengerti sekarang. Bahwa mencari masa depan jauh lebih berharga dari pada kebebasan.”
Libra menekuk kedua lututnya dan ia meletakkan kedua tangannya di atas lurus seraya menundukkan kepala. Ia berharap jika dirinya bisa berubah jauh lebih baik lagi. Jika ada kesempatan ia akan meminta maaf kepada Jasmine dan mencoba untuk memulainya dari awal. Itu Jika ia berhasil.
“Libra! Ada orang tua mu.”
Terdengar helaan nafas yang sangat panjang dari Libra saat petugas tersebut mengatakan bahwa orang tuanya ingin bertemu dengannya. Ada perlu apa lagi mereka mencari dirinya, bukankah Libra sudah mengatakan tidak ingin menyusahkan mereka semua Jadi untuk apa mereka repot-repot untuk menyelamatkannya.
Ia pun keluar dari dalam sel tersebut. Berjalan dengan langkah enggan karena tahu apa ujungnya setelah pertemuan ini. Pasti hanya sebuah pertengkaran dengan sang ayah dan ibu.
Sesampainya di ruang bertemu. Libra melihat jika ibunya dan ayahnya tengah menunggunya dengan wajah tak dapat ditebak. Libra pun mengerutkan kening saat melihat ayahnya juga fokus dengan beberapa berkas.
“Ada apa kalian ingin menemui ku?”
Sepertinya Libra salah lihat karena tak sengaja memandang ibunya tersenyum sangat tipis nyaris tidak terlihat. Ia pun merasa bahagia saat melihat ibunya yang tersenyum. Walupun apa yang ia lihat itu salah tapi Libra merasa dihargai sebagai seorang anak. Orang tuanya jarang selain tersenyum kepadanya dan yang mereka inginkan adalah ia selalu menjadi robot dan menjalankan apa yang mereka perintahkan.
__ADS_1
“Libra,” ucap wanita itu dan matanya berkaca-kaca. Libra tidak pernah melihat ibunya seperti ini sebelumnya. Wanita itu selalu memandangnya tanpa ada ekspresi. Meskipun ia terkadang membela Libra di depan suaminya tapi sama sekali tidak pernah menunjukkan belas kasihnya kepada Libra.
Oleh karena itu Libra merasa seperti orang asing di keluarganya. Wanita itu memandang ke arah samping kedua orang tuanya di mana itu adalah adik perempuannya yang saat ini tengah sekolah di tingkat menengah, atau SMP. Mereka adalah Putri kesayangan orang tuanya dan telah dikenalkan kepada publik. Bahkan Libra jarang sekali bertemu dengan adiknya tersebut karena merasa dibedakan dengan adiknya.
Laki-laki itu membuang pandangannya. Jika orang tuanya membawa adiknya ke sini hanya untuk memamerkan bagaimana mereka menyayangi adiknya tersebut dan membanding-bandingkan dirinya dengan adiknya itu lebih baik ia kembali saja ke sel daripada menemui mereka.
“Libra! Kau harus bersikap lebih baik lagi. Bersyukurlah Kau hari ini kami mengunjungimu,” ucap ayahnya seolah-olah sangat berjasa ketika ia mengunjungi dirinya padahal Ia sama sekali tidak mengharapkan kedatangan laki-laki tersebut.
Libra mendengus. Ia menatap adiknya yang merasa takjub dengan dirinya tersebut. Padahal adiknya itu sangat ingin berteman dengan Libra dan ingin mendapatkan peran Abang dari pria itu. Tapi, Libra membatasi hal tersebut.
“Kakak, apakah kau tidak ingin pulang bersama kami?” Libra tersentak dan memandang ke arah ibunya.
“Kau ajarkan anakmu itu untuk mengerti dengan keadaan. Kau tahu sendiri bukan hubungan kita tidak baik, jangan memberikan ia harapan.”
Marissa tersenyum dan kemudian menarik napas panjang. Ia mengusap kepala Adelia dan kemudian memandang ke arah Libra.
••••••••••
Sebelum pergi ke China, Jasmine bertemu dengan teman-teman Libra yang dahulu ingin mencari tahu apa masalah dari Libra hingga ia memukuli Delon. Tapi di antara mereka semua sama sekali tidak ada yang tahu masalahnya.
Sehingga kedatangan Jasmine ke tempat tongkrongan mereka hanya menghasilkan ketidakpastian dan sia-sia. Wanita itu menundukkan kepalanya dan menatap Olga yang mana pria itu lebih bersahabat kepada dirinya. Olga memang melayaninya namun Ia baru mengetahui bahwa Olga adalah orang yang paling membenci Libra pada saat ini.
Ia sendiri tidak menyangka karena mengingat kedekatannya dengan Libra. Jasmine menghilangkan nafas panjang mungkin karena waktu yang terus berjalan dan roda kehidupan yang berputar.
“Apakah di antara kalian sama sekali tidak ada yang tahu masalahnya?”
“Bagaimana caranya kami bisa mengetahuinya Jika dia ditanya saja tidak mau mengatakan apa masalahnya seolah-olah kami bukanlah orang dekatnya. Seharusnya kau tanyakan sendiri kepada kekasihmu itu. Apakah dia mau menjawabnya atau tidak?” tanya Olga kepada dirinya dan bodohnya Jasmine pun tidak bisa mengatakan apapun seolah-olah mulutnya telah terkunci.
__ADS_1
Ia merasa bersalah karena secara tidak langsung telah menyinggung pria tersebut.
“Maafkan aku. Baiklah, tapi aku akan pergi dari Indonesia dan akan pergi ke Cina.”
“Kapan kau akan pulang?” tanya Oscar yang merasa sedih saat mengetahui bahwa Jasmine akan pergi cukup lama ke China.
“Tentu saja aku tidak tahu karena aku akan kuliah di sana.”
Jasmine tersenyum kepada para anggota yang ada di sana sekaligus memberikan salam perpisahannya kepada mereka semua. Kehidupannya penuh dengan pertemuan dan juga perpisahan. Tapi perpisahan tersebut datangnya secara bersamaan.
Jasmine menatap ke arah mobil ayahnya yang sedang menunggunya. Ibunya sangat marah saat mengetahui bahwa teman-teman wanita itu adalah para lelaki dan anak tongkrongan pula seperti preman. Sepanjang jalan ia mengomel Jasmine hingga kena rasanya telinga wanita itu.
Jasmine tidak peduli lagi karena ia tahu bahwa sebentar lagi ia juga akan pergi ke China dan tidak bersama dengan orang tuanya.
“Kamu kayak anak yang tidak pernah dididik saja. Kamu tahu tidak kelakuanmu itu benar-benar membuat orang tuamu jantungan. Mama merasa gagal mendidik kamu karena kamu memiliki teman-teman seperti itu. Mau jadi apa kamu hah!! Cowok lagi semuanya Pa!” adu ibunya yang merasa sangat khawatir.
“Sudahlah. Lagipula sekarang Jasmine akan pergi ke Cina dan ia tidak memiliki teman-teman seperti itu lagi.”
“Tapi bagaimana jika di Cina dia bukannya belajar tapi malah nongkrong-nongkrong kayak gitu juga? Aku menyesal jadinya setuju Jasmine kuliah jauh-jauh dari kita.”
“Jangan terlalu berlebihan. Sebentar lagi anak kita akan pergi dan lihat itu bandara sudah ada di depan mata.”
Jasmine menatap ke arah depan dan benar saja mereka sudah hampir di bandara dan itu artinya dalam hitungan detik ia akan meninggalkan Indonesia.
••••••••
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.