
“Wow siapa ini yang datang?” Ia berkata sembari tertawa meremehkan orang yang ada di depannya. Laki-laki yang terlihat angkuh dan penuh dengan kesombongan itu melipat tangannya di dada dan di belakangnya ada beberapa temannya yang lain.
Libra menunjukkan ekspresi mukanya. Entah kenapa ia harus bertemu Delon di sini, sebenarnya ia sama sekali tidak ingin bertemu dengan pria itu untuk sekarang yang bisa membuat darahnya naik pitam apalagi emosi Libra belum sepenuhnya stabil.
“Gue nggak butuh banyak bacot. Minggir lo,” pinta Libra dengan suara yang terdengar kesal.
Hal tersebut tentunya menjadi bahan ejekan bagi Delon dan teman-temannya. Mereka tertawa dan tentunya hinaan tersebut tidak mudah diterima oleh anggota geng Parsel. Mereka terpancing emosi dan hendak meninju wajah songong Delon dan teman-temannya.
“Lo kalau bicara ingat-ingat dulu siapa orang yang ada di depan lo. Bukannya lo udah pernah mohon-mohon nggak mau kelahi sama kita lagi? Kenapa lo sekarang mulai berani?” tanya Olga sembari berkacak pinggang sekaligus ia mengingatkan bagaimana hinanya dulu Delon memohon-mohon kepada geng Parsel untuk memaafkan kesalahan anggotanya.
Wajah Delon pun memerah padam. Ia memang mengingat fakta tersebut tapi ia tidak ingin menerima kenyataan. Oleh karena itu ketika Olga mengingatkannya tangannya langsung terkepal dan hendak meninju wajah pria tersebut.
Libra terkekeh melihat hal yang menurutnya menarik perhatiannya. Awalnya ia kesal kepada Delon namun ketika Olga mengingatkan hal tersebut ia menjadi tertawa mengejek Delon kembali.
“Gue hampir melupakannya Olga. Tidak disangka orang seperti itu bahkan rela merendah demi rasa takutnya,” ucap Libra dan kemudian tertawa membalas hinaan yang diberikan oleh Delon.
Setelah itu pria tersebut melewati Deli begitu saja. Dan dengan sengaja pula Libra malah menyenggol bahu Delon yang membuat Delon merasa makin direndahkan oleh orang tersebut.
Terlihat jelas bahwa raut wajahnya tidak terima penghinaan yang diberikan oleh Libra. Ia mengepalkan tangannya dan malah menendang anggotanya sendiri yang mana ialah dulu berbuat salah sehingga ia harus menurunkan harga dirinya.
“Semua ini gara-gara lo!!” terik Delon kepada orang tersebut dan kemudian meninggalkan anggotanya itu dengan perasaan marah.
Orang yang berbuat salah itu hanya bisa menarik nafas dengan sedikit amarah karena berhasil membuat Delon dipermalukan. Ia ingin marah kepada dalam tapi yang teringat bahwasanya dirinyalah yang memulai ini semua.
Kemudian ia mengejar Delon yang sangat marah itu. Ia tidak bisa membiarkan bosnya marah karena itu akan berdampak buruk bagi anggota geng yang lainnya.
“Libra, awas aja lo!!” teriak pria itu dalam hati karena merasa dendam dengan perbuatan Libra yang menyuruh ketua mereka untuk berlutut di depan laki-laki tersebut.
Sementara itu Libra malah terlihat enteng Tengah memperhatikan motornya sebelum ia akan bertanding. Anggota yang lainnya pun menyemangati Libra dan yakin bahwasanya pria itu bisa menyelesaikan pertandingan tersebut dengan hasil yang memuaskan.
“Gue yakin banget Delon bakal kesal bukan main. Liat aja wajah songongnya dia tadi, seolah-olah lupa apa yang telah ia lakukan kepada Libra. Merendahkan harga dirinya dulu bukanlah pilihan yang bagus. Tapi jika tidak karena itu dia akan semakin terlihat mengesalkan,” ucap Oscar yang entah tidak tahu siapa yang ia ajak berbicara.
Libra pun menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan Oscar. Laki-laki itu memang terkadang terlihat sangat kocak dan juga membuat orang lain sangat terhibur dengan tingkahnya.
Sementara itu teman yang ada di sampingnya yang tak lain adalah Moran langsung memukul kepala Oscar.
__ADS_1
“Oscar, lo tau nggak sekarang itu lo lagi cari mati? Lo liat deh mod-nya Libra lagi nggak baik. Gimana kalau kepala lol nanti kena sleding,” ujar Venus yang sengaja menakut-nakuti Oscar.
“Ngapain lo nasehatin dia karena dia tidak akan pernah mengerti.”
Oscar muak dan selalu ia tak boleh angkat bicara. Libra menyadari hal tersebut dan kemudian menepuk pundak Oscar.
“Tenang aja, gue ada di pihak lo.” Oscar pun tertawa dan merangkul Libra. Ia beruntung dibela oleh Libra secara langsung tidak seperti mereka yang terus meremehkan dirinya.
“Lo bener serius kan dengan ucapan lo ini?”
“Kenapa? Lo nggak percaya sama gue?” Oscar spontan menggelengkan kepalanya takut membuat Libra marah. Padahal Libra biasa saja dan tidak terlalu menganggap serius ucapan Oscar.
Libra pun selesai mengecek motornya dan semuanya aman. Ia pasti bisa melampiaskan amarahnya dengan melakukan balap liar ini.
Hadiahnya tidak seberapa namun kesenangannya luar biasa. Itulah yang saat ini tengah dikejar oleh Libra.
“Ketua memangnya lo nggak takut gitu sama si Delon kalau buat masalah?”
“Ngapain gue takut sama dia? Nggak ada faedahnya sama sekali. Gue pasti bisa ngalahin dia dan nutup mulut songongnya.”
“Tuh cowok emang kelewatan banget sombongnya,” ucap orang yang sama sekali tidak menyukai Delon.
Libra pun memasang smirk mengejek Delon. Pria itu bisa dikatakan sok jagoan dan berani menantang Libra. Libra sendiri tidak tahu apa alasan Delon menantang dirinya untuk melakukan balapan liar dengan imbalan Jika ia menang maka dirinya bisa mengambil motor pria itu.
Tapi yang belum ia ketahui Jika ia kalah apa yang akan didapatkan oleh laki-laki tersebut sebab Delon tidak ada mengatakannya.
“Libra? Sudah berani dengan tantangannya?” Libra pun mengangkat satu alisnya hendak bertanya.
Pria itu pun menarik nafas panjang dan kemudian menatap ke arah jamnya terlebih dahulu. Ia pun melemparkan senyuman ke arah Delon dan kemudian menganggukkan kepalanya.
“Kalau gue yang kalah lo bakal dapat apa? Jujur aja gue adalah orang yang adil.” Libra menjadi aneh saat melihat Delon malah terlihat sedang memamerkan senyum miring.
Libra merasa jika ada yang tidak beres. Apa yang ingin dilakukan oleh laki-laki tersebut kepada dirinya. Ada sesuatu yang tidak adil menurut Libra. Ia harus berhati-hati dengan Delon.
Delon pun berjalan menghampirinya dengan wajah sombong dan angkuhnya itu. Ia berdiri tepat di depan Libra sembari seolah-olah tengah memberikan senyuman mengejek.
__ADS_1
“Langsung aja bilang ke gue apa yang lo pengenin?”
“Yang gue pengen? Tentu aja lo putusin Jasmine dan lo harus kasih Jasmine ke gue.”
Mendengar hal tersebut bukannya Libra ingin melanjutkan balapan itu malah ia langsung menonjok wajah Delon dengan cukup keras hingga Delon sampai terjungkal.
Itu belum membuatnya puas hingga Ia terus memukuli Delon dan membuat wajah Delon berdarah-darah. Libra sama sekali tidak peduli bagaimana kondisi Delon saat ini, yang penting ia bisa membuat Delon babak belur. Melihat hal tersebut barulah ia merasa senang.
Keadaan menjadi kacau tawuran antar geng pun pecah begitu saja sehingga banyak orang berlarian kocar-kacir.
Lagipula ini salah mereka yang telah salah menantang orang. Keadaan menjadi kacau cukup lama mereka berkelahi belum ada aparat kepolisian yang datang untuk mendamaikan. Kebetulan tidak ada sama sekali orang yang menelpon polisi dan malah bersorak-sorai menyaksikan perkelahian tersebut.
“Sampai kapanpun lo nggak akan pernah bisa dapatin Jasmine. Gue nggak akan jadiin Jasmine sebagai taruhan. Ingat dia adalah orang yang gue cintai dan dia nggak berhak dimiliki oleh lo. Lagi pula Jasmine bukan keluarga dari orang yang lo anggap remeh. Memangnya dia mau sama lo? Meskipun gue jadiin dia jaminan lo nggak akan pernah bisa dapetin dia.”
Delon menjauhkan tangan Libra yang hendak memukulnya kembali. Ia tahu hal tersebut dan nyaris tidak mungkin Jika ia ingin mendapatkan Jasmine.
“Oleh karena itu lo harus bantuin gue. Misalnya gua bisa dapetin tubuhnya dengan bantuan lo.”
“Anjing!! Bajingan!!” teriak Libra penuh dengan amarah mendengar perkataan Delon yang membuatnya sakit hati. “Jangan harap lo!!”
Libra menarik nafas panjang dan kemudian mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Tak lama polisi pun datang dan ia menatap ke arah aparat menangkap mereka semua.
Kali ini Libra tidak ada niatan sama sekali untuk melarikan diri. Ia sudah pasrah dengan semua ini lagi pula itu salah Delon dan memang sepantasnya Ia mendapatkan pukulan tersebut. Tidak peduli jika misalnya ia harus dipenjara karena telah memukuli Delon.
“Libra, kenapa lo sampai pukulin Delon?” tanya Olga yang belum mengetahui masalah sebenarnya.
Tawuran itu pecah akibat Mereka melihat Libra memukuli Delon. Libra menarik napas panjang dan meninggalkan Olga dan ia langsung menyerahkan diri. Olga menghela napas melihat Libra yang terlihat sama sekali tidak mampu pedulikan dirinya lagi.
“Lo nggak usah peduliin gue. Ini semua adalah salah gue, jadi kalian semua nggak berhak menanggungnya.”
“TAPI KITA UDAH TERLANJUR DITANGKAP LIBRA! MAU GIMANAPUN KITA TETAP DI PENJARA! UCAPAN LO ITU PERCUMA!”
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
__ADS_1