Jasmine My Mine

Jasmine My Mine
Part 41


__ADS_3

Setelah cukup lama menikmati waktu istirahat ya akhirnya Jasmine pun mulai perdananya untuk menjadi seorang dokter. Sebagai seorang pemula yang sering begitu baik Saat menjalankan operasi. Ia berhasil melakukannya dan bahkan pasien yang ia tangani begitu senang dengan Jasmine.


Tidak membutuhkan waktu yang cukup lama ia dapat menyabet perhargaan sebagai dokter terbaik di rumah sakit tersebut yang diberikan oleh ayahnya sebagai bentu apresiasi karena kerja kerasnya yang berusaha untuk menyelamatkan orang dari pada mengutamakan kerja haya untuk mendapatkan uang.


Jiwa seperti itu yang diinginkan oleh sang ayah dan negara. Namanya melambung karena kerap kali mendapatkan penghargaan dari menteri kesehatan dengan hanya membutuhkan waktu beberapa bulan.


Saat ini wanita itu tengah tersenyum lebar dan berjalan dengan sangat semangat mengarah ke ruangan sang ayah. Sembari menatap ke arah bekal yang ia bawakan khusus buat ayahnya tak sengaja dirinya menabrak seseorang. Jasmine pun terkejut dan mendongakan kepalanya dan rupanya orang itu adalah Olga. Sudah lama iatak bertemu dengan Olga dan Jasmine merasa canggung. Apalagi ia melihat Olga yang mengenakan seragam dokter dan sukses membuatnya ternganga.


“Olga?” Sementara itu Olga tau Jasmine bekerja di sini namun ia tak bertemu dengan wanita itu sebab waktu mereka yang sangat padat apalagi Jasmine selalu saja melakukan operasi dan sementara itu ia bekerja sebagai dokter gigi.


Olga bahkan tidak menyangka bahwa ia akan bertemu dengan Jasmine di ini. Ia menelan ludahnya melihat Jasmin yang begitu berbeda dari dahulu. Wanita itu semakin berwibawa apalagi ia adalah pemilik dari rumah sakit ini dan akan menjadi pewarisnya.


Bertemu dengan kondisi seperti ini memang sangat canggung. Olga bahkan ingin cepat-cepat pergi karena belum menyusun kalimat. Maka dari itu ia hanya melemparkan senyum ke arah Jasmine dan kemudian ingin menghindari perempuan itu.


Jasmine pun terkejut dan spontan menahan Olga. Mereka sudah lama tidak bertemu apakah Olga tega ingin meninggalkan dirinya begitu saja.


“Olga, lu mau ke mana? Masa lo ninggalin gue gitu aja. Gimana kabar lo baik nggak?” sungguh iya benar-benar merasa sangat tidak enak kepada Jasmine. Apalagi saat tahu bahwa sebenarnya Libra berkelahi dengan Delon adalah karena ingin membela Jasmine dan ia malah memusuhi pria itu.


“Maaf tadi gue nggak maksud kayak gitu. Gue cuman terburu-buru aja. Oh iya lo makin cantik aja,” ucap Olga dan Jasmine malu dipuji.


“Lo apaan sih? Jadi ceritanya udah keluar dari dunia permotoran? Sumpah gue nggak akan pernah nyangka kalo lo bisa jadi dokter. Orang yang dulu hidup di jalanan dan bahkan tidak ingin pulang akhirnya memikirkan masa depannya juga, good good, gue benar-benar kaget tahu,” ucap Jasmine seraya menarik nafas panjang dan mengacungkan jempol di depan Olga.


Ogah benar-benar sangat respek kepada Jasmine yang memujinya bahkan baru kali ini Olga sangat senang dipuji. Pria itu pun kemudian melipat kedua tangannya di depan Jasmine. Berbicara dengan wanita itu cukup seru juga sehingga ia melupakan tujuan utamanya.


“Emang masalahnya apa? Orang juga banyak yang kayak gini.”

__ADS_1


“Tapi yang baru gue temuin itu lo. Gue bener-bener nggak nyangka lho Olga.” Olga menarik napas panjang dan kemudian meletakkan tangannya di pundak Jasmine, tahu itu adalah perbuatan yang lancang ia pun menarik tangannya kembali.


“Dengerin gue. Banyak orang yang kaya gini termasuk Libra. Dia sekarang udah jadi pengusaha dan berkat dia keuntungan dari perusahaannya dua kali lipat.”


Jasmine terkejut. Ia sama sekali belum mengetahui tentang keluarga Libra masanya Ia tidak menyangka bahwa pria itu bisa mendapatkan rezeki yang begitu baik. Ia pikir Libra masih sama.


“Maksud lo? Gue gak ngerti?”


“Lo gak tau? Dia dikeluarkan sama orang tuanya dari penjara dan dia kemudian diasuh ulang sama keluarganya buat jadi penerus mereka.”


Tetap saja Jasmine tidak mengerti walaupun pria itu telah menceritakan sepelan mungkin dan sejelas-jelasnya. Ia tidak mengetahui bagaimana keluarga Libra makanya ia tak paham. Ini yang paling membuatnya miris dan kembali merasa sakit hati sebab Libra tidak pernah menceritakan tentang keluarganya padahal Ia adalah pacarnya.


“Maksud lo? Gue gak pernah tau kalau misalnya Libra punya keluarga yang kaya gitu.”


“Lo gak tau Libra anak siapa? Sama sekali gak pernah cerita ke lo?” Jasmine menggelengkan kepalanya. “Orang tuanya adalah Steven dan Marissa yang merupakan pengusaha tambang baru bara dan nikel. Ia juga bekerja di BUMN. Dia anak orang kaya dan terpandang.” Jasmine menutup mulutnya. Bahkan mungkin keluarga Libra lebih kaya dari dirinya. “Sekarang perusahaan di tangan Libra dan dia bahkan membuat perusahaannya lebih maju dan memperluas lapangan pekerjaan. Ayahnya fokus dengan BUMN.”


“Lo cari aja nama dia di google.”


Seperti yang disuruh oleh Olga, ia pun mencari nama Libra di Google untuk membuktikan ucapan pria itu. Saat mencari di Google malah nama Libra jadi salah satu pencarian yang paling banyak. Ia membaca biografi pria itu di Wikipedia dan segala berita tentang Libra.


Jasmine menyuruh Olga pergi untuk fokus dengan pasiennya dan sedangkan dia malah mengabaikan tujuan utamanya dan menyendiri di salah satu kursi di situ. Ia sungguh tak menyangka dan sampai menangis setiap kali mengingat 7 tahun yang lalu.


“Loh Jasmine, kenapa kamu di sini?” Jasmine menghapus air matanya dengan cepat saat mendengar suara ayahnya.


“Eh Papa!” Nyatanya ayahnya sudah melihat lebih dulu yang ada di HP Jasmine.

__ADS_1


••••••


“DOKTER YANG CEPAT INI IBU SAYA SEDANG KRITIS!!” teriak Libra marah karena dokter yang dinilainya cukup lambat menangani ibunya yang tiba-tiba pingsan di rumah sakit hingga membuatnya langsung ke rumah sakit.


“Maaf Pak, Bapak tenang dulu. Kami pasti bisa menyelamatkan ibu Bapak.”


Sedangkan di ruangan dokter banyak orang yang mencari Jasmine untuk menangani pasien yang baru saja masuk. Kebetulan Jasmine sebagai dokter terbaik ia harus menangani orang yang cukup penting demi kebaikan nama rumah sakit mereka.


“Ada apa?” tanya Jasmine melihat suasana yang ribut-ribut.


“Jasmine, kamu bisa ke ruangan Melati Nomor 202 karena di sana ada pasien ibu Marissa, anaknya sudah mendesak padahal dokter dan suster sedang melakukan penyelamatan. Dokter Ani sampai tidak mau meladeni karena anaknya terlalu tempramental.”


Setelah mendengar cerita itu Jasmine tidak berpikir panjang lagi langsung ke ruangan tersebut.


Ia masuk ke ruangan itu dan menenangkan keluarga pasien.


“Pak tenang Pak, kita juga butuh waktu untuk menyelamatkan pasien. Jika Anda membentak dokter dan menyalahkan kinerja kami bagaimana kami mau menyelamatkan orang tua Anda.”


Jasmine menyentuh tangan Libra dan ia tidak tahu siapa pria itu. Libra pun menghempaskan tangan wanita itu karena ia tidak suka disentuh apalagi dalam keadaan emosi dan membalikkan tubuhnya. Namun pada saat melihat dokter yang memegang tangannya tadi malah ia terdiam kaku dan tidak bisa berbicara apapun.


Begitu pula dengan Jasmine yang terlihat sangat syok sampai tak sengaja mundur ke belakang.


“Jasmine,” lirih Libra tak menyangka.


__________

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2