
"Lo sekarang jelasin ke gue," tuntut tuntut Karina yang tidak mau tahu. Tentu saja ia merasa kecewa kepada Jasmine tidak menceritakan hubungannya dengan Libra dan malah mereka menangkap rasa wanita itu sedang berciuman dengan Libra.
Apalagi Jasmine sempat membohongi mereka bahwa Libra dan dirinya tidak memiliki hubungan apapun. Tapi yang lebih menyakitkan adalah ketika Jasmine berbohong bahwa sore ini ia ingin belajar dan tidak ingin jalan-jalan bersama mereka. Mereka malah menangkap rasa Jasmine di jembatan ini.
"Sumpah gue nggak nyangka sama Jasmine gue yang polos ini," ucap Caca yang masih saja tidak percaya dengan apa yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri.
Jasmine pun merasa bingung dan menggaruk punggung lehernya. Ia menata ke arah Libra yang malah menikmati sunset dan tidak peduli dengan dirinya yang akan menjelaskan kepada teman-temannya ini mengenai hubungan mereka.
Jasmine tetap bungkam dan hal itu membuat Karina semakin tidak sabar ingin mendengar cerita aslinya dari Jasmine.
"Jadi lu nggak boleh ngomong kalau misalnya apa yang kita lihat itu salah dan tetap bilang kalau lo nggak ada hubungan apapun sama si Libra. Sumpah lo ye, gue nggak nyangka sama lo anak baik-baik tapi malah pacaran sama cowok bad boy. Kayak di novel-novel aja lo," ucap Karina seraya mengamati Jasmine dari atas hingga bawah.
"Kayaknya gara-gara pacaran sama Libra lo sampai bisa bohongin kita. Sebelumnya sama sekali nggak pernah kayak gini." Jasmine juga tahu bahwa dirinya tidak pernah membohongi teman-temannya dan baru kali ini ia membohongi sahabatnya tersebut. Jadi pantas jika misalnya Karina dan Caca marah kepadanya.
"Gue nggak ada maksud buat ngebohongin kalian. Tapi please maafin gue. Sekarang lo udah tahu, kan? Maka dari itu jangan sebarin ke siapapun."
Karina dan Caca saling bertatapan. Mereka juga sama-sama menghela nafas lelah. Wanita ini tidak ingin ketahuan tapi ia malah melakukan ciuman di tempat terbuka yang mana siapapun pasti akan bisa melihatnya. Apalagi teman-teman satu sekolah mereka dan bisa saja memotretnya dan menyebarkannya.
Karina pun menepuk pundak Jasmine yang sudah ketakutan. Ia memegang lengan wanita itu yang terasa berkeringat dingin. Mungkin Jasmine baru menyadari perbuatannya tersebut.
Seharusnya wanita itu menyadarinya sebelum ia melakukan hal tersebut. Ini adalah negara yang memiliki norma, di mana hal yang dilakukan oleh Jasmine itu adalah hal yang tabu di negara ini dan bisa saja ada yang memotretnya dan menyebarkannya sehingga Jasmine viral.
"Sumpah ini juga demi kebaikan kalian juga ya. Seharusnya lo nggak ngelakuin itu Jasmine, lo juga tahu kan gimana konsekuensinya?"
"Iya gue tahu. Gue juga baru sadar." Caca dan Karina pun saling pandang dan mereka memberikan semangat kepada Jasmine.
"It's oke asal jangan diulangi lagi."
Mereka pun saling berpelukan bertiga. Libra memutar tubuhnya dan menatap ke arah ketika cewek tersebut. Ia pun tersenyum di balik helemnya.
"Udah cukup waktunya, gue mau ngantar cewek gue pulang."
Caca dan Karina merasa tidak suka dengan sikap Libra tersebut. Libra beranggapan seolah-olah Jasmine hanya milik dirinya.
"Dih lo banyak gaya banget. Lo itu orang baru di kehidupan Jasmine, Jadi lo nggak usah sok-sokan kayak gitu," ucap Karina yang tidak terima dengan kesombongan Libra. Tentu saja sebagai sahabat iya benar-benar merasa cemburu dengan hubungan Jasmine dan Libra.
Itu artinya Jasmine akan semakin kurang waktunya untuk mereka sahabatnya. Tapi jujur aja ini masih menjadi tanda tanya bagi keduanya karena apa Jasmine menyukai kita dan bahkan sampai berpacaran dengan laki-laki tersebut. Karena setahun mereka Jasmine itu adalah tipikal wanita yang sukar untuk didekati.
__ADS_1
Selain itu Jasmine juga anti dengan pacaran dan ia lebih hobi memilih belajar dan menghabiskan waktunya dengan buku-buku di perpustakaan. Oleh karena itu bagi keduanya masih menjadi tanda tanya yang benar-benar membuat orang lain penasaran.
"Jasmine, lo sebenarnya suka sama orang ini karena apa? Sumpah nggak jelas banget nih orang, lo juga udah tahu reputasinya dia kayak gimana."
Libra pun berkacak pinggang di depan Caca yang sudah berani mengolok-olok dirinya seolah-olah ia merupakan orang yang paling buruk.
Laki-laki tersebut pun menatap Caca dengan tatapan tajam hingga membuat Caca yang semulanya amat berani kini tiba-tiba menjadi menciut dalam waktu hitungan detik.
"Bercanda kali, nggak usah serius gitu muka lo. Tapi ingat ya lu harus jagain Jasmine! Sempat ada apa-apa dengan sahabat gue lo bakal berhadapan dengan gue dan juga polisi! Lu nggak boleh nyakitin dia karena lu udah beruntung dapetin orang sesempurna Jasmine! Jasmine juga mungkin buta nggak bisa lo yang aslinya gimana," sindir Caca yang masih tetap berani walaupun sebenarnya hatinya sudah menunjukkan ketakutan.
Karina pun menyinggung bahu Caca untuk berhenti berbicara yang tidak-tidak. Tentu saja orang yang mereka hadapi ini adalah seorang ketua geng dan takutnya mereka akan terkena imbasnya.
"Jasmine, intinya lo harus hati-hati. Kalau ada apa-apa langsung aja bilang ke kita jangan-jangan main rahasiaan!"
Jasmine melakukan kepalanya dan d meyakinkan kedua sahabatnya itu bahwa Libra pasti akan bisa menjaganya.
Sudah merasa tenang karena Libra telah berjanji kepada mereka berdua barulah Karina dan Caca masuk ke dalam mobil mereka dan kemudian melambaikan tangannya sebagai bentuk perpisahan.
Libra pun menarik nafas lega setelah mereka pergi. Kedua teman Jasmine tersebut hanya mengganggu momen mereka saja.
Jasmine memandang ke arah Libra yang sama sekali tidak dalam mood yang baik. Ia pun meraih tangan laki-laki tersebut dan menggenggamnya.
"Gue kesel aja sama mulut lemes mereka," tutur Libra dengan sedikit nada kesal.
"Ya udah kalau gitu kita pulang aja. Mama pasti cariin gue."
"Hm."
Libra pun memberikan helm kepada Jasmine dan kemudian menunggu wanita itu naik ke motornya.
"Bunda bilang kan kalau kita jalan-jalan?"
"Gak, gue nggak akan bilang."
Untung Libra sudah berjanji kepadanya, jika tidak habislah dirinya menanggung semua ini.
__________
__ADS_1
Jasmine pun melambaikan tangannya mengantarkan Libra pulang. Ia cukup lama mengapa motor pria itu hingga hilang dari pandangannya.
Jasmine pun menjadi penasaran bagaimana keluarga Libra? Karena seingatnya pria itu tidak pernah memperlihatkan keluarganya. Iya ndak bertanya kepada luka namun ia takut menyinggung laki-laki tersebut. Karena karena ia tahu Libra tidak memiliki emosi yang terlalu baik. Oleh sebab itu dirinya juga mempertimbangkan mengenai hal itu untuk bersama dengan Libra.
"Dari mana kamu?" tanya ibunya yang baru pulang bersama sang ayah dari rumah sakit.
Jasmine langsung membulatkan matanya ketika mendengar suara ibunya tersebut. Wanita itu langsung memeluk ayahnya untuk mengalihkan perhatian ibunya.
"Mama bukannya udah dijelasin sama Libra?"
"Iya memang sudah tapi Mama juga mau mendengar penjelasan dari kamu."
"Sama aja yang kayak dikatakan Libra, Jasmine juga ke toko buku buat cari bahan ujian nanti." Jasmine tidak berbohong karena Ia memang sempat minta diantarkan oleh Libra ke tempat itu lebih dulu karena dia membutuhkan soal untuk simulasi ujian.
"Mana bukunya?" tanya ibunya sembari mengeluarkan tangannya.
Jasmine menarik nafas panjang dan menyerahkan buku tersebut. Ketika ibunya telah melihatnya barulah ia mulai percaya dengan Jasmine. Jasmine menatap ke arah ayahnya dan tersenyum.
Ibunya pun meninggalkan mereka setelah mendapatkan bukti bahwa Jasmine benar-benar ke toko buku.
"Benar? Kamu ke toko buku tadi? Kamu kalau mau butuh dukungan hubunganmu dengan Libra, Papa tidak bisa membantu banyak. Tapi Papa berharap bahwa ibu mu baik-baik saja ketika sudah mengetahui kebenarannya. Hanya itu yang papa harapkan."
Ayahnya kemudian pergi begitu saja dan Jasmine menelan ludah dengan kasar. Tubuhnya bergetar karena rasa takut yang berlebihan jika ibunya mengetahui bagaimana hubungannya yang sebenernya dengan Libra.
Bahkan sebelum ia memberitahukan hubungannya dengan Libra pun Jasmine sudah dicurigai dan diberikan kode tidak senang oleh ibunya bahwa ia dekat dengan pria tersebut.
Jasmine menarik nafas panjang dan kemudian mengejar papanya. Ia memeluk tubuh pria itu dan kemudian tersenyum lebar ke arah ayahnya.
"Papa bagaimana dengan mu? Pandanganmu terhadap hubunganku dengan Libra seperti apa? Benarkah aku memiliki hubungan yang lain."
"Papa tidak tahu hubungan mu dengan Libra seperti apa, tapi yang papa tahu jika Libra mencintai mu dan dia mengakuinya. Papa juga tahu apa pekerjaan Libra yang sebenarnya dan dia adalah anak jalanan. Papa sengaja memberikannya pekerjaan karena balas budi kepada pria itu."
Jasmine membuang wajahnya. Tangannya terkekang malahan rasa gugup yang luar biasa.
"Apa yang harus aku lakukan?"
_________
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.