Jasmine My Mine

Jasmine My Mine
Part 16


__ADS_3

Setelah pulang dari mengantar galon Venus pun menceritakan kejadian tadi kepada teman-teman anggotanya. Mereka takkan tidak percaya mengetahui bahwa bos mereka begitu nekat.


"Coba kalian tebak, apakah bos kali ini benar-benar serius? Atau sama kayak korban lainnya? Dan cuman manfaatin mereka doang lalu nguras hartanya. Tapi menurut gue kali ini bos nggak akan mudah. Keluarga mereka tampaknya orang yang berpendidikan serta orang yang bernama Jasmine tersebut juga kayaknya nggak mau sama bos. Pantas aja bos marah-marah kemarin," ucap Venus dan anggota lainnya mendengarkan dengan seksama.


Mereka bersama tidak menyangka bahwa bos mereka juga akan sulit melakukan seorang wanita. Ataukah memang bos mereka benar-benar jatuh cinta. Oscar langsung berpikir keras. Sementara itu tiba-tiba Olga datang dan ikut bergabung.


Olga langsung mengambil botol minuman dan menegaknya hingga habis. Tampaknya Olga lagi lagi terkena masalah.


"Kenapa dengan lo? Ada masalah lagi?" tanya Moran kepada pria itu yang kali ini tidak terkendali.


"Masalah cewek," ucap Olga dan benar beberapa hari ini ia selalu pergi dengan ceweknya.


"Putusin aja udah," frontal Venus membuat pria itu diberikan tatapan yang sangat tajam oleh Olga. Lagipula dengan seenak jidatnya ia berbicara seperti itu dan menyinggung perasaan Olga.


"Lo ngomong hati-hati," peringat Moran dan Venus pun sadar dengan kesalahannya. Mereka juga tak bisa berbuat banyak dengan masalah percintaan Olga yang memang sangat rumit dan melebihi dari Libra.


"Sorry, tapi cewek itu emang rumit. Noh di Libra juga sama jatuh cinta beneran kayaknya sama si cewek kemarin. Tadi aja dia kek serius jaga image banget di depan orang tua Jasmine." Olga yang ketinggalan berita sangat terkejut dan meminta agar Venus menjelaskannya lebih rinci lagi. Wah tampaknya kali ini ia tak bia meremehkan cinta seorang Libra.


"Lo serius?"


"Dua rius malahan. Emang kaya gitu kenyataannya dan gue yakin banget lo juga gak nyangka sama kaya gue, tapi itulah kenyataannya."


Olga pun menarik nafas panjang dan kemudian menganggukkan kepalanya mantap. Jika benar seperti itu maka ialah yang akan mengejek balik Libra. Sebab setiap Ia menceritakan masalah percintaannya kepada laki-laki tersebut pasti ia akan disindir oleh Libra. Dan siapa sekarang ke pria itu sekarang malah terjebak dengan bahasanya sendiri.


"Dunia memang berputar, gue nggak nyangka kalau dia beneran sampai ke tahap yang kayak lo ceritain."


Olga pun bertepuk tangan dan kemudian masuk ke dalam basecamp untuk mencari Libra. Pria itu tengah menggosok pakaian sekolah. Ia pun mengerutkan keningnya bingung.


"Kenapa lo? Mau sekolah lagi? Yang bener aja lu mau sekolah."


"Gue ngeliat kayaknya Jasmine pengen orang yang berpendidikan."


"Wah, bro!" Olga masih tidak percaya dan menepuk pundak pria itu beberapa kali. Keajaiban dari mana ini, iya tiba-tiba disuguhi dengan kejadian seperti ini. Kejadian yang sangat langka. "Seorang Libra yang suka berkelahi, pada akhirnya ingin sekolah. Apa gue nggak salah dengar? Tapi menurut gue lo udah ketuaan. Karena lo udah beberapa kali sekolah berhenti, sekolah berhenti gitu  aja mulu. Lagi pula percuma lu sekolah di situ karena mereka tidak akan menerima lo."


Apa yang dikatakan oleh Olga ada benarnya. Kenapa ia terlalu gegabah, padahal sekolah di sana tidak segampang itu. Apalagi sekolah tersebut memiliki akreditas yang tinggi dan sekolah favorit. Tentunya masuk ke sekolah tersebut sangat sulit.


Ia mengepalkan tangannya dan kemudian menendang lemari yang ada di sampingnya. Dirinya benar-benar bingung sekarang dan harus seperti apa.


"Setidaknya lo jadi diri lo sendiri, lo nggak harus ngikutin apa yang dia suka. Seharusnya kalian bisa saling melengkapi satu sama lain dan bukan seperti ini. Lo harus yakin dia buat suka sama lo."

__ADS_1


Sejenak Libra pun merenung. Ia bingung harus sampai ke tahap mana. Karena semua ini terjadi begitu saja dan di luar kemampuannya. Andai ia tak mencintai Jasmine.


"Lantas gue harus apa?"


"Lo harus kejar dia, gak peduli dia marah atau enggak. Tapi lama kelamaan dia pasti akan luluh."


________


Jasmine pulang dari les menggunakan mobil pribadi miliknya dan disupiri oleh mang Dadang. Wanita itu jauh merasa lebih aman kali ini dan berharap tak akan bertemu dengan Libra lagi.


"Kenapa gue bisa sampe ketemu orang kaya Libra? Yang bahaya kan diri gue sendiri," ucap wanita itu pelan seraya bermonolog.


Jasmine menarik napas dan menghembuskan perlahan. Ia menyandarkan tubuhnya dan kemudian memejamkan matanya menunggu sampai pulang ke rumah.


Ia sudah memikirkan kapan ayahnya akan pulang. Saat ia meminta mobil pribadi ayahnya mengatakan bahwa ia akan pulang secepatnya dan tidak memberitahukan tanggal pastinya.


"Mang Dadang, mang gak tau sama sekali kapan papa akan pulang? Lama banget sih Papa bakal pulang. Jasmine udah rindu papa," ucap wanita itu sembari merengek.


"Memangnya Nona tidak dikasih tahu?"


"Papa mah nggak mungkin ngasih tahu, karena dia tahu kalau Jasmine bakal nungguin dia. Udahlah, saatnya pulang Papa pasti akan pulang."


Jasmine menatap ke samping dan melihat jika terjadi tawuran di depan. Wanita itu sangat panik sekali dan tubuhnya tiba-tiba bergetar.


"Nona, bahaya kayaknya di depan terjadi sesuatu."


"Iya Mang mending putar balik aja."


Pada saat hendak putar balik tiba-tiba ada motor yang melintas sehingga tidak sengaja tertabrak dan membuat motor itu oleng. Jasmine pikir itu adalah salah satu dari mereka. Ia berencana ingin meninggalkan korban yang telah ia tabrak.


Tapi melihat kondisinya yang tidak bisa bangun membuatmu merasa kasihan. Bagaimanapun mereka tidak bisa lepas tanggung jawab. Apalagi yang merasa kasihan teman-temannya sudah meninggalkannya sehingga ia sendirian di sini.


Jasmine meminta mang Dadang agar berhenti.


"Mang kita nggak bisa ninggalin dia begitu aja. Apalagi kita udah nabrak dia."


"Tapi bagaimana kalau dia berniat jahat?"


"Tidak usah pikirkan itu. Kayaknya dia benar-benar lemah." Jasmine membuka pintu mobilnya kemudian menghampiri korban yang menjadi tabrakannya. "Lo gak papa? Maaf, lo gue bawa ke rumah sakit ya?"

__ADS_1


Laki-laki itu melepaskan helmnya dan kemudian menggelengkan kepalanya. Melihat ia sangat kesulitan Jasmine pun turut membantu pria itu melepas helmnya.


"Gak usah antara ke rumah sakit. Antar gue ke markas gue aja."


Melihat laki-laki itu yang penuh dengan darah di tangannya ia tak memiliki pilihan lain sehingga harus mengantarnya ke basecamp pria itu. Walaupun dikit aja ini sangat berbahaya tapi Jasmine berharap bahwa tidak akan terjadi apapun.


"Nanti kalau gue sampai ke sana gue nggak diapa-apain kan? Emang nggak nyuruh anggota lo yang lain buat nyerang gue kan?" Pria itu mengamati Jasmine dengan seksama. Entah kenapa ia merasa familiar dengan wanita ini.


Yasmin pun tidak bisa banyak berbicara lagi langsung membantu pria itu masuk ke dalam mobilnya. Sementara itu motornya dimasukkan ke dalam bagasi mobil yang dibantu oleh sopirnya.


Jasmine merasa tegang sepanjang jalan karena ia tahu jalan ini sangat buntu. Apakah pria ini membohonginya? Jasmine melirik tajam ke arah laki-laki tersebut.


Tiba-tiba ia berhenti di gang sempit. Jasmine merinding dan menatap ke arah pria itu.


"Lo gak bohongi gue, kan?"


"Serius gak. Bantuin gue ke sana, di sana basecamp gue."


Pria itu dipapah oleh supirnya dan kemudian dibawa ke basecamp mereka yang tidak disangka. Sesampainya di sana Jasmine menjadi perhatian dan semua menatap ke arah dirinya.


Jasmine merasa familiar dengan wajah mereka. Itu jelas sekali bahwa anggota geng Parsel, tapi kenapa mereka tiba-tiba pindah basecamp.


"Loh Oscar lo!" Semua orang menatap bingung dan Jasmine rasanya hendak melarikan diri.


Libra yang tadi fokus mengobati lukanya terkejut melihat keributan di luar dan apalagi melihat Jasmine. Matanya dan mata wanita itu saling bertatapan. Jasmine hendak melarikan diri dan ia benar-benar merasa tidak nyaman.


"Maaf tadi gue nggak sengaja nabrak temen kalian, kayaknya dia luka. Gue udah nawarin ke rumah sakit tapi dia nggak mau. Katanya minta diantar ke sini aja."


"Tenang aja Jasmine, kita bisa ngobatin dia." Jasmine tidak menyangka bahwa dirinya saya terkenal itu di anggota geng motor mereka. Pastinya Libra sudah menceritakan tentang dirinya kepada temannya. "Gue bisa ngobatin mereka semua. Lo nggak mau lihatin Libra?"


Jasmine melirik ke arah Libra dan kemudian merasa ibu melihat pria itu penuh dengan luka. Tapi mengingat karena itu adalah bekas tawuran tentunya sudah resikonya.


"Nggak ada hubungannya sama gue."


________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2