
Sebelum Jasmine pulang Libra setelah lebih dulu menunggu wanita itu di tempat yang telah dijanjikan oleh Jasmine. Akan tetapi sebelum itu ia pergi ke sekolah wanita tersebut untuk memastikan bahwa sebentar lagi Jasmine yang akan pulang.
Libra menatap ke arah sekolah tersebut dan para satpam yang sudah mengetahui dirinya langsung mengusirnya. Laki-laki itu memutar bola matanya. Mereka begitu berlebihan kepadanya. Padahal dia sama sekali tidak ada niat ingin mengganggu.
"Norak kalian semua, gue nggak ngapa-ngapain anjing!!" ucapnya dengan kasar ke arah satpam yang mengusirnya dengan cara tidak terhormat. Tentu saja ia merasa tidak senang dengan hal tersebut dan membalasnya dengan ucapan yang kasar.
Libra pun mendengus kasar dan kemudian hendak meninggalkan sekolah tersebut. Urutnya mereka sok menjadi orang terpelajar tapi sama sekali tidak bisa memperlakukan orang dengan baik.
Belum terlalu jauh dari sekolah tersebut tiba-tiba ada gerombolan anak-anak berpakaian seragam sekolah namun tingkah laku seperti anak jalanan.
Jalan sekali lihat Bu Libra sudah tahu bahwa orang-orang tersebut merupakan siswa dari sekolah yang sama dengan Jasmine. Libra pun berhenti dan kemudian mengambil kunci motornya. Ia mengusap lidahnya dengan sangat kasar seolah tengah menantang mereka semua.
"Pengecut kalian main keroyokan!!!" teriak Libra sekaligus merendahkan mereka semua seolah-olah mereka sama sekali tidak berguna.
Mereka semua pun tertawa dan tahu harus melakukan apa kepada Libra. Sudah lama mereka ingin mengkeroyok Libra. Apalagi mereka mempunyai dendam kepada pria itu.
"Well siapa yang datang? Kalian pikir memangnya bisa ngedapetin cewek dari sekolah kita? Lo sadar diri deh, lo tau sendiri kan kalau sekolah ini favorit? Sedangkan lo anak jalanan yang tidak pantas ngedapetin Jasmine."
Libra pun mengangkat satu alisnya. Laki-laki tersebut seolah-olah tengah mengejek mereka yang hanya bisa mengetahuinya namun kenyataannya Ia tetap saja bisa mendapatkan Jasmine. Ia akan memastikan hal tersebut dan sangat yakin dengan hatinya.
"Emang kalian kamu terpelajar udah dekat sama si Jasmine? Sementara gue anak jalanan aja udah pernah boncengin dia!!" Libra sengaja memanas-manasi mereka agar naik pitam dengan ucapannya tersebut.
Melihat wajah masam mereka Libra sungguh merasa senang sekali. Libra pun menarik satu sudut bibirnya dan kemudian turun dari motornya untuk menghampiri mereka semua.
Mereka pun berusaha untuk melawan Libra dan pria itu meladeninya dengan sebisa mungkin sembari mengejek mereka semua yang menurutnya sama sekali tidak ada apa-apanya.
Tapi untungnya ada orang yang membubarkan tawuran tersebut. Seandainya tidak ada maka mereka benar-benar habis di tangan Libra. Libra pun mengusap sudut bibirnya yang terluka dan mengeluarkan darah.
Ia berharap bahwasanya itu tidak akan menjadi masalah besar buatnya. Libra pun mengusap darah itu dan menunggu Jasmine di tempat yang sudah dijanjikan oleh wanita itu.
Ia berusaha untuk menghilangkan darah tersebut dan menutupi segala lukanya supaya Jasmine tidak akan marah kepadanya karena ia telah melakukan tawuran.
"Tuh para keparat ada-ada saja tingkah lakunya," ucap Libra dengan wajahnya yang masam. Ia benar-benar membenci mereka semua yang sama sekali tidak memiliki etika kepadanya.
___________
Jasmine melempar senyum kepada Libra. Semenjak banyak gosip yang tidak menyenangkan beredar tentang dirinya Jasmine pun meminta Libra agar menjemput dirinya jauh dari sekolah. Jasmine pun sudah memakai penyamarannya dan Libra yang melihat hal tersebut mengerenyitkan keningnya.
__ADS_1
Sebenarnya tidak ingin sekali mendaftarkan penyamaran biasanya menurutnya terlalu berlebihan. Wanita itu pun memberikan tatapan yang tidak menyenangkan kepada Libra karena secara tidak langsung mengejeknya.
"Lo kenapa? Sumpah nggak ada pakaian yang lebih bagus lagi daripada ini?" Jasmine pun menghembuskan napasnya kesal dan membuka topi serta masker dan kacamata hitam yang ia kenakan. Jasmine pun langsung naik ke motor Linra dan meminta helm kepada pria itu.
"Stop tertawain gue. Lo ngerti nggak keadaan sekarang sungguh tidak aman. Gue muak dijadiin bahan wawancara mereka. Gue bukan artis, tapi rasanya aku jadi artis di sekolah gue." Libra pun tak bisa melunturkan senyumnya. Pantas saja banyak laki-laki dari sekolah Jasmine yang tidak terima kepada Libra dan bahkan menantangnya dengan sangat terbuka.
Jasmine begitu populer dan bahkan wanita itu pantas mendapatkan popularitas tersebut karena Ia memang sangat cantik, ya meskipun ada sifat baiknya sedikit. Masih teringat dengan jelas bagaimana Jasmine selalu mengucapkan kata-kata yang tidak menyenangkan kepada dirinya.
"Gak, gue gak bakal tertawain lo lagi." Libra pun sekarang sudah bisa mengontrol tawanya dan menatap Jasmine dengan tatapan penuh dengan perasaan cinta.
Jasmine menyebutkan matanya karena tidak sengaja melihat bekas luka di pipi Libra dan juga beberapa di bagian lain. Ia rasa luka-luka tersebut baru saja dan itu artinya Libra dalam waktu yang dekat ini telah melakukan tawuran.
Jasmine pun meraih wajah Libra dan laki-laki tersebut telah mendung karena sentuhan Jasmine di pipinya membuatnya bergetar dan keringat dingin.
"Lo tawuran lagi? Sumpah apa sih untungnya buat lo tawuran terus?" tanya Jasmine marah dan menarik napas untuk meredakan amarahnya yg secara perlahan ingin meledak-ledak. Ia harus sadar diri bahwa pria yang di sampingnya ini sama sekali tidak memiliki hubungan dengannya dan ia pun tidak ada hak untuk menasehatinya.
Jasmine menarik napas panjang dan kemudian memakai helm yang ada di tangannya dan menyuruh agar Libra mengantarkan dirinya ke tempat les.
"Buruan anterin gue ke tempat les. Nggak usah tanggapin pertanyaan gue tadi. Lagi pulang gak penting mau lo tawuran kek atau enggak." Padahal dibra sudah sempat merasa senang ketika Jasmine mengkhawatirkan dirinya. Inilah yang ia inginkan dari wanita tersebut. Perhatian dan selalu menanyakan tentangnya.
Tapi tampaknya usahanya kali ini masih tetap gagal dan dia harus berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan perhatian Jasmine.
"Apaan sih gak jelas lo!!" Padahal nyatanya Jasmine tersipu ketika mendengar Libra memanggilnya seperti itu.
Seolah-olah Ya hanya milik pria tersebut dan tidak akan ada orang lain di hati Libra. Tapi buat apa yang merasa senang karena dirinya tidak mungkin kan telah jatuh cinta kepada Libra? Meskipun ia sempat merasakan perasaan semacam itu kepada Libra tapi Jasmine yakin bahwa itu bukanlah jatuh cinta karena perasaannya yang tulus akan tetapi hanya karena keindahan fisik yang memiliki oleh Libra.
Libra menarik napas panjang sebagai bentuk kekecewaan yang ia rasakan. Pria itu pun menjalankan motornya menuju ke tempat les Jasmine.
"Malam nanti gue bakal anterin lo pulang dari les."
"Hm!!"
_________
Sesuai dengan perkataan liberal laki-laki tersebut benar-benar menjemput Jasmine setelah selesai pulang dari les. Jasmine juga tidak peduli dia mau menjemput dirinya atau tidak. Lagi pula itu adalah tugas laki-laki itu untuk menjemput dirinya. Maka dari itu ia memang sudah seharusnya untuk mengantar jemput dirinya.
"Jasmine! Lo sama selain gak mau jalan-jalan dulu? Siapa tahu lo gabut gitu dan mau buang perasaan bosan lo!" Jasmine langsung memukul helem yang dikenakan oleh Libra. Ada-ada saja pria ini. Ia tak mungkin melakukan hal tersebut dan yakin tidak akan mengkhianati ibunya yang di berperan langsung pulang.
__ADS_1
"Apa-apaan maksud lo? Lo mau cari masalah sama gue? Kata orang gak usah masih aja ngajakin, gue mau copot jantung kemarin pas mama nannyain gue!"
Libra pun menghela napas panjang dan meraih tangan Jasmine. Ia meletakkan tangan wanita itu melingkari perutnya. Ia rasa Jasmine terdengar manis saat marah kepadanya.
"Ok, kalau gitu gue minta maaf."
Jasmine hendak melepaskan tangan nya yang melingkar di perut Libra akan tetapi pria itu menahannya hingga Jasmine tak memiliki pilihan lain. Terpaksa ia melingkarkan tangannya di perut laki-laki tersebut.
Yasmin berusaha menikmati perjalanan mereka yang sebentar lagi akan sampai ke rumahnya. Akan tetapi tampaknya situasi sungguh tidak mendukung karena tiba-tiba secara mendadak motor Libra mati di jalan. Jasmine langsung merasa tidak enak dan turun dari motor tersebut.
Begitu pula dengan Libra ia memeriksa motornya. Jasmine mangela nafas panjang dan menatap sekitarnya yang sungguh sunyi.
"Libra lo yakin ini aman?"
"Iya gue yakin dan lu nggak usah takut apapun, karena nggak ada yang berani nyakitin lo."Libra lahir memeriksa motornya dan mencari tahu apa yang membuat motornya tersebut mati di jalan.
"Lo tau nggak kenapa?"
"Kayaknya motor gue mogok. Lo naik aja ke motor, biar gue yang dorongin motornya."
Jasmine hendak menolak karena ia sudah terbiasa berjalan kaki dari tempat lesnya ke rumah. Akan tetapi Libra tentu saja tidak membiarkan Jasmine berjalan kaki.
Jasmine pun naik ke motor pria itu dan sementara Libra mendorongnya.
"Libra, kenapa lo harus kerja kaya gini?"
"Buat dapetin lo. Gue jujur aja emang suka sama lo dari dulu." Jasmine pun menarik napasnya dan tak menyangka bahwa Libra akan terang-terangan seperti ini.
"Tapi lo tau kan kalau gue dan keluarga gue gak mau nerima orang kayak lo?"
"Jasmine!" Libra berhenti orang motornya dan menata ke arah Jasmine dengan serius. "Gimanapun caranya gue tetap berusaha buat meyakinin lo dan keluarga lo terhadap gue! Pegang omongan gue kalau dalam beberapa tahun ke depan gue berhasil ngebuat lo jadi istri gue!"
Blushhh
_______
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.